Painan (ANTARA) - Inovasi pemuda dusun Solok Padipadi, Nagari Lakitan Selatan, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) telah menciptakan Kampung Anti Narkoba, sehingga direncanakan dijadikan sebagai percontohan di kabupaten itu.

Hal itu disampaikan Direktur Advokasi Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Brigjen Pol Jafriedi, ke Kampung Anti Narkoba itu, Minggu. Turut mendampingi Asisten I Setdakab Pessel Gunawan, Kaban Kesbangpol Hardi Darma Putra, Camat Lengayang Alpriyendri, Kapolsek Lengayang Iptu Gusmanto, Wali Nagari Lakitan Utara Aprizal Datuak Bagindo Rajo, beserta para tokoh masyarakat setempat.

"Kami bangga dengan gerakan pemuda di Dusun Solok Padi-padi ini. Sebab sudah masif menyebarluaskan informasi bahaya narkoba hingga ke tingkat kecamatan melalui keberadaan Kampung Anti Narkoba ini. Diskusi tadi dengan pemerintah daerah, akan menjadikan Dusun Padipadi ini sebagai pilot projek di Pesisir Selatan," katanya.

Menurut jenderal bintang satu itu, bahwa kampung anti narkoba atau kampung bersih narkoba (Bersinar) memaang sangat diperlukan dalam memerangi narkoba. Sebab keberadaan kampung anti narkoba itu akan menjadi benteng dalam melawan penyebaran narkoba yang kian masif.

"Sejak 2015, Presiden RI Jokowi telah menyatakan perang terhadap narkoba. Tidak stop narkoba lagi tapi sudah War on Drug. Narkoba sudah menjadi musuh bersama sehingga harus lawan. Untuk itu yang perlu ditekankan dan dilakukan adalah berani tolak, berani rehab dan berani lapor," tegasnya.

Ia mengatakan, perang itu adalah perang dari sisi konsep, membantu, mendorong, asistensi, pencegahan, pemberdayaan, rehabilitasi serta membantu pemberantasan oleh aparat. 

Jadi, untuk memenangi peperangan itu tidak bisa hanya dengan BNN saja, tapi membutuhkan peran masyarakat dan semua pemangku kepentingan yang ada.

Mantan Kepala BNN Provinsi Lampung itu menambahkan bahwa hingga saat ini sudah 3,6 juta penduduk Indonesia yang menjadi penyalahguna narkoba. Hal itu, kata dia, disebabkan oleh masifnya peredaran gelap narkoba yang terjadi.

"Oleh karenanya, untuk melawannya kita juga harus terstruktur, masif dan sistematis," katanya lagi.

Ia berharap program seperti itu semakin banyak di Pessel, mulai dari kampung-kampung, nagari, kecamatan hingga kabupaten harus masif menggalakkan program tersebut.

Dalam kunjungan itu dia juga menegaskan bahwa BNN RI nantinya akan melakukan asistensi, advokasi hingga penyuluhan di Dusun Solok Padipadi. "Kalau memang ini berhasil, pasti akan ditiru oleh daerah lain," ujarnya.

Asisten I Setdakab Pesisir Selatan Gunawan, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Pemkab Pessel mengucapkan terimakasih atas dukungan dari seluruh elemen khususnya pemuda Solok Padipadi (Pepsi) dalam upaya memerangi narkoba.

Pemerintah daerah, katanya, berkomitmen untuk memerangi narkoba di daerah tersebut baik dari segi pembinaan maupun finansial. Kedepan Pemkab Pessel akan membuat regulasi agar anggaran nagari bisa dipergunakan untuk program memberantas narkoba. "Kita memang harus bersinergi dalam memberantas narkoba ini," ujarnya.*