Padang, (ANTARA) - Ketua DPRD Sumatera Barat, Supardi mengajak generasi muda agar tidak berlebihan dalam menggunakan telepon pintar atau smart phone dalam kehidupan sehari-hari karena dapat membahayakan kondisi kesehatan.

"Sekarang banyak generasi muda yang memiliki riwayat penyakit akut, seperti jantung hingga paru-paru," kata dia di. Padang, Senin.

Ia mengatakan mengetahui hal ini usai mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Djamil Padang yang merawat orang yang kecanduan pada telepon pintar atau smart phone.

Menurut dia orang yang kecanduan telepon pintar ini mempengaruhi pola hidup menjadi tidak sehat.

Ia mengatakan dengan perkembangan teknologi, terjadilah pergeseran norma sosial di tengah masyarakat dan dengan telepon pintar ini mengakses apa saja mulai dari permainan hingga yang lainnya.

"Ini yang diduga menjadi penyebab timbulnya penyakit akut pada usia muda," katanya.

Dia mengatakan hidup pada era digitalisasi merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari, untuk generasi muda nanti akan menghadapi tantangan yang berbeda di masa depan.

Dengan kondisi kesehatan yang lemah, akan mempengaruhi mentalitas anak dalam meraih masa depan yang lebih baik. Untuk itu, perlu kebijaksanaan dalam menggunakan telepon pintar.

Hal ini juga disampaikan dirinya saat menyambut peringatan Gerakan Masyarakat hidup sehat (Germas), di SMK 2 Kota Payakumbuh.

"Dalam momentum Germas dia berharap SMK 2 Payakumbuh bisa menjadi pelopor untuk menanamkan pola hidup sehat pada generasi penerus," katanya.

Sebagai SMK yang akan menunjang kemajuan  teknologi pihaknya mendorong sekolah untuk memikirkan juga unsur kesehatan dalam menciptakan suatu alat yang bisa digunakan oleh masyarakat.

Menurut dia tantangan ke depan semakin berat, persiapan fisik dan mental yang kuat untuk mencapai cita-cita di masa depan. (*)

 

 

Selain itu Ketua DPRD Sumbar juga melepas salah satu siswa SMK 2 Payakumbuh Lugas yang akan mengikuti program Garuda Selection di Inggris untuk masuk skuad Garuda Muda Indonesia.

 


Pewarta : Mario Sofia Nasution
Editor : Mukhlisun
Copyright © ANTARA 2024