Sebanyak Rp30,67 miliar dana desa di Agam dialokasikan untuk BLT
Sabtu, 5 November 2022 14:47 WIB
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari Agam, Asril. (Antara/Yusrizal)
Lubukbasung (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat sebanyak Rp30,67 miliar dari Rp75,09 miliar dana desa di daerah itu dialokasikan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada 2022.
"Dana Rp30,67 miliar itu disalurkan untuk 8.520 keluarga penerima manfaat tersebar di 82 nagari atau desa adat," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Agam, Asril didampingi Kabid Bina Keuangan dan Kekayaan Nagari DPMN Agam, Bustanul Arifin di Lubukbasung, Sabtu.
Ia mengatakan, dana tersebut telah disalurkan seluruhnya ke 8.520 keluarga penerima manfaat.
Penyaluran BLT itu dilakukan selama empat tahap dan satu tahap untuk tiga bulan. Penyaluran dilakukan oleh nagari setempat.
"Masing-masing keluarga penerima manfaat mendapatkan BLT sebesar Rp300 ribu per bulan," katanya.
Ia menambahkan, total dana desa Rp75,09 miliar pada 2022 untuk 82 nagari yang tersebar di 16 kecamatan.
Dana desa itu wajib dialokasikan untuk bantuan langsung tunai (BLT) sebesar 40 persen atau Rp30,67 miliar.
Setelah itu, ketahanan pangan hewani sebesar 20 persen dari dana desa dan penanggulangan COVID-19 sebesar delapan persen.
"Ini telah diatur pada Peraturan Menteri Keuangan dan setiap nagari harus mempedomani aturan itu," katanya.
Ia mengakui, dana desa telah cair sampai tahap ketiga untuk 20 nagari sebesar Rp2,18 miliar.
Tahap pertama, tambahnya, Rp19,06 miliar untuk 82 nagari dan tahap dua Rp17,77 miliar untuk 82 nagari.
"Kita telah menyurati nagari yang belum mencairkan dana desa," katanya.
"Dana Rp30,67 miliar itu disalurkan untuk 8.520 keluarga penerima manfaat tersebar di 82 nagari atau desa adat," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Agam, Asril didampingi Kabid Bina Keuangan dan Kekayaan Nagari DPMN Agam, Bustanul Arifin di Lubukbasung, Sabtu.
Ia mengatakan, dana tersebut telah disalurkan seluruhnya ke 8.520 keluarga penerima manfaat.
Penyaluran BLT itu dilakukan selama empat tahap dan satu tahap untuk tiga bulan. Penyaluran dilakukan oleh nagari setempat.
"Masing-masing keluarga penerima manfaat mendapatkan BLT sebesar Rp300 ribu per bulan," katanya.
Ia menambahkan, total dana desa Rp75,09 miliar pada 2022 untuk 82 nagari yang tersebar di 16 kecamatan.
Dana desa itu wajib dialokasikan untuk bantuan langsung tunai (BLT) sebesar 40 persen atau Rp30,67 miliar.
Setelah itu, ketahanan pangan hewani sebesar 20 persen dari dana desa dan penanggulangan COVID-19 sebesar delapan persen.
"Ini telah diatur pada Peraturan Menteri Keuangan dan setiap nagari harus mempedomani aturan itu," katanya.
Ia mengakui, dana desa telah cair sampai tahap ketiga untuk 20 nagari sebesar Rp2,18 miliar.
Tahap pertama, tambahnya, Rp19,06 miliar untuk 82 nagari dan tahap dua Rp17,77 miliar untuk 82 nagari.
"Kita telah menyurati nagari yang belum mencairkan dana desa," katanya.
Pewarta : Yusrizal
Editor : Ikhwan Wahyudi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Perangkat desa di Pariaman ikuti Bimtek pengelolaan keuangan dan penerapan Siskeudes
24 February 2026 14:08 WIB
Satpol-PP Pariaman minta peran desa awasi warung kelambu guna perkuat langkah persuasif
23 February 2026 15:38 WIB
Kabar baik, Kemensos aktifkan lagi Puskesos desa agar Bansos lebih tepat sasaran
21 February 2026 22:30 WIB
Belasan rumah warga Agam terendam banjir akibat curah hujan tinggi (Video)
12 February 2026 4:32 WIB
Pemerintah bersama warga Pariaman alihkan arus sungai ancam rumah pasca-bencana
09 February 2026 18:32 WIB