Lemkapi nilai terdakwa pembunuhan Brigadir J minta maaf hanya untuk dapatkan simpati
Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), Ferdy Sambo memasuki ruangan untuk menjalani sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2022). Dalam sidang tersebut JPU menghadirkan 12 orang saksi diantaranya orang tua Brigadir J, Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.
"Permintaan maaf dari para terdakwa dilakukannya karena terpaksa dan ingin mendapatkan simpati dari keluarga korban, masyarakat dan juga hakim agar mendapatkan vonis yang ringan," kata Edi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis pagi.
Permintaan maaf para terdakwa, menurut dia, terlihat ada yang tidak tulus dan terpaksa.
Dia berharap hakim bisa melihat permintaan maaf itu dilakukan oleh para terdakwa dengan tulus atau terpaksa untuk mendapatkan simpati hakim agar divonis lebih ringan.
"Kita percaya, hakim memiliki hati nurani dan akan memberikan rasa adil atas perbuatan mereka membunuh Brigadir Yosua," katanya.
Para terdakwa, yakni Ferdy Sambo, Ricky Rizal dan Richard Eliezer telah meminta maaf atas pembunuhan Brigadir Yosua pada persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta, Selatan.
Richard Eliezer yang mendapatkan perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sebagai pelaku yang bekerjasama (justice collaborator) sempat berlutut di depan kedua orang tua korban di sela-sela persidangan.
Pembunuhan itu terjadi pada 8 Juli 2002 di rumah rumah dinas Ferdy Sambo yang saat itu menjabat Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri. Ferdy Sambo telah dipecat sebagai anggota Polri.
Kasus ini juga menjerat sopir pribadinya, Kuat Ma'ruf sebagai terdakwa pembunuhan.
Lima perwira polisi termasuk seorang jenderal bintang satu didakwa merintangi penyidikan kasus pembunuhan Brigadir Josua. Mereka sedang menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (*)
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Lemkapi: Terdakwa pembunuhan Brigadir J minta maaf demi simpati
Pewarta : Santoso
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Irfan Widyanto divonis 10 bulan penjara, lebih ringan dari tuntuna jaksa
24 February 2023 16:32 WIB, 2023
Ferdy Sambo dan tujuh saksi lainnya akan beri keterangan di sidang etik Bharada Eliezer
22 February 2023 13:53 WIB, 2023
Penjelasan Kejagung soal alasan pengajuan banding perkara Ferdy Sambo dkk
21 February 2023 6:27 WIB, 2023
Benarkah KUHP disiapkan agar Sambo lolos hukuman mati? ini jawaban Jubir Tim Sosialisasi Albert Aries
17 February 2023 13:50 WIB, 2023
Isu pasal KUHP baru terkait Ferdy Sambo, Menkumham: Aduh, itu dibahas jauh sebelum ini
16 February 2023 14:54 WIB, 2023
Mahfud tanggapi video viral hubungkan KUHP-vonis Sambo bak sebuah fitnah
16 February 2023 14:38 WIB, 2023
Status justice collaborator dikabulkan, Bharada E divonis 1 tahun 6 bulan penjara
15 February 2023 12:36 WIB, 2023
Bharada E jalani sidang vonis hari ini, pengacara berharap majelis hakim beri vonis yang seadil-adilnya
15 February 2023 8:36 WIB, 2023
Belum tentukan sikap, Kejagung masih mempelajari putusan Ferdy Sambo dkk
15 February 2023 6:03 WIB, 2023
Kuat Ma'ruf divonis penjara 15 tahun, hakim meyakini Kuat menghendaki pembunuhan Brigadir Yosua
14 February 2023 12:04 WIB, 2023