Dolar naik, euro jatuh
Kamis, 7 Juli 2022 6:44 WIB
Ilustrasi - Dolar Amerika Serikat. ANTARA/Reuters/pri.
New York (ANTARA) - Dolar naik ke tertinggi baru 20 tahun pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), dan euro jatuh ke level terendah baru dua dekade karena kenaikan harga energi memberikan bayangan panjang atas ekonomi zona euro tetapi mendukung daya tarik mata uang safe-haven AS.
Dolar dan euro sedikit berubah setelah rilis risalah dari pertemuan Federal Reserve pada Juni, ketika bank sentral AS menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin dalam upaya untuk menahan inflasi.
Sebelumnya, indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang lainnya, melesat di atas 107 sementara euro jatuh di bawah 1,02 dolar, kedua level terakhir terlihat pada Desember 2002. Indeks dolar telah naik 12 persen tahun ini dan ditetapkan untuk tahun terbaik sejak 2014.
Dolar telah menguat karena harga energi tinggi dan Federal Reserve telah menaikkan suku bunga lebih cepat daripada kebanyakan bank-bank sentral lainnya, kata Shahab Jalinoos, kepala strategi perdagangan makro global di Credit Suisse.
"Anda memiliki faktor makro tradisional yang mendorong kekuatan dolar saat ini daripada langkah yang merugikan risiko," ujarnya.
Amerika Serikat adalah pengekspor energi bersih, sementara Jerman mengalami defisit perdagangan untuk pertama kalinya sejak 1991, katanya.
"Suku bunga tinggi di AS dan pergeseran perdagangan yang bermanfaat bagi AS menambah keberlanjutan kekuatan dolar," tambah Jalinoos.
Indeks dolar naik 0,498 persen menjadi 107,04, dengan euro turun 0,8 persen menjadi 1,0184 dolar. Indeks mencapai tertinggi 107,27 dan euro tergelincir 1,0 persen ke level terendah 1,063 dolar di awal sesi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dolar naik, euro jatuh karena harga energi dorong perubahan mata uang
Dolar dan euro sedikit berubah setelah rilis risalah dari pertemuan Federal Reserve pada Juni, ketika bank sentral AS menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin dalam upaya untuk menahan inflasi.
Sebelumnya, indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang lainnya, melesat di atas 107 sementara euro jatuh di bawah 1,02 dolar, kedua level terakhir terlihat pada Desember 2002. Indeks dolar telah naik 12 persen tahun ini dan ditetapkan untuk tahun terbaik sejak 2014.
Dolar telah menguat karena harga energi tinggi dan Federal Reserve telah menaikkan suku bunga lebih cepat daripada kebanyakan bank-bank sentral lainnya, kata Shahab Jalinoos, kepala strategi perdagangan makro global di Credit Suisse.
"Anda memiliki faktor makro tradisional yang mendorong kekuatan dolar saat ini daripada langkah yang merugikan risiko," ujarnya.
Amerika Serikat adalah pengekspor energi bersih, sementara Jerman mengalami defisit perdagangan untuk pertama kalinya sejak 1991, katanya.
"Suku bunga tinggi di AS dan pergeseran perdagangan yang bermanfaat bagi AS menambah keberlanjutan kekuatan dolar," tambah Jalinoos.
Indeks dolar naik 0,498 persen menjadi 107,04, dengan euro turun 0,8 persen menjadi 1,0184 dolar. Indeks mencapai tertinggi 107,27 dan euro tergelincir 1,0 persen ke level terendah 1,063 dolar di awal sesi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dolar naik, euro jatuh karena harga energi dorong perubahan mata uang
Pewarta : Apep Suhendar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB
Minggu (08/02/2026) hari ini, Harga emas UBS Rp2,972 juta per gr, Galeri24 Rp2,958 juta per gr
08 February 2026 9:00 WIB