Kemenag tunda pembelajaran tatap muka usai libur Lebaran diganti daring
Senin, 9 Mei 2022 9:45 WIB
Ilustrasi. (ANTARA/Eddy A/Kominfo HSU)
Padang Aro (ANTARA) - Kementerian Agama menunda dimulainya pembelajaran tatap muka usai libur Lebaran yang seyogyanya dilakukan Senin yang diganti dengan melaksanakan kelas daring selama tiga hari, 9 hingga 11 Mei.
Dalam surat edaran Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agam RI tentang kegiatan pembelajaran di madrasah yang diterbitkan pada 6 Mei 2022 menyebutkan untuk efektivitas pembelajaran serta untuk mengurangi puncak arus balik maka pelaksanaan tatap muka di madrasah dimulai 12 Mei.
Kegiatan pembelajaran di madrasah dari tanggal 9 hingga 11 Mei dilaksanakan secara daring atau siswa belajar dari rumah.
Sejumlah orang tua siswa di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat,menanggapi beragam terkait keputusan ini. Rini (38) mengatakan sebaiknya surat edaran ini tidak berlaku secara keseluruhan sebab tidak semua orang tua siswa di Indonesia terjebak macet.
"Yang banyak terjebak macet kan di Jawa, kalau di Sumatera, seperti di Sumbar tidak begitu terdampak macet," katanya yang anaknya sekolah di salah satu Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Solok Selatan.
Selain itu, peserta didik terlalu lama libur. "Kemarin libur karena COVID-19, kemudian libur Lebaran. Terlalu lama libur takutnya mempengaruhi semangat anak untuk masuk sekolah," ujarnya.
Sementara itu orang tua siswa lainnya, Epi (52) mengatakan tidak mempermasalahkan keputusan tersebut. "Kami ikuti saja keputusan dari pemerintah," katanya yang anak sekolah di Madrasah Tsanawiyah Negeri di Solok Selatan. (*)
Dalam surat edaran Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agam RI tentang kegiatan pembelajaran di madrasah yang diterbitkan pada 6 Mei 2022 menyebutkan untuk efektivitas pembelajaran serta untuk mengurangi puncak arus balik maka pelaksanaan tatap muka di madrasah dimulai 12 Mei.
Kegiatan pembelajaran di madrasah dari tanggal 9 hingga 11 Mei dilaksanakan secara daring atau siswa belajar dari rumah.
Sejumlah orang tua siswa di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat,menanggapi beragam terkait keputusan ini. Rini (38) mengatakan sebaiknya surat edaran ini tidak berlaku secara keseluruhan sebab tidak semua orang tua siswa di Indonesia terjebak macet.
"Yang banyak terjebak macet kan di Jawa, kalau di Sumatera, seperti di Sumbar tidak begitu terdampak macet," katanya yang anaknya sekolah di salah satu Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Solok Selatan.
Selain itu, peserta didik terlalu lama libur. "Kemarin libur karena COVID-19, kemudian libur Lebaran. Terlalu lama libur takutnya mempengaruhi semangat anak untuk masuk sekolah," ujarnya.
Sementara itu orang tua siswa lainnya, Epi (52) mengatakan tidak mempermasalahkan keputusan tersebut. "Kami ikuti saja keputusan dari pemerintah," katanya yang anak sekolah di Madrasah Tsanawiyah Negeri di Solok Selatan. (*)
Pewarta : Joko Nugroho
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
35 WNA kendalikan sindikat judi daring di Bali, patroli siber Polisi bongkar jaringannya
07 February 2026 14:16 WIB
Sudut Pandang gelar seminar implikasi tipikor terhadap hukum dan ekonomi
08 September 2025 17:34 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
65 Kepala Sekolah di Sumbar dilantik, Gubernur titip pembentukan karakter generasi masa depan
13 February 2026 17:47 WIB
Pemkot Solok terima 1.091 paket buku dan alat tulis untuk murid terdampak banjir
15 December 2025 22:44 WIB
TVRI kembangkan bakat seni siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 4 Padang
04 December 2025 19:33 WIB
Tanggal 25 November Hari Guru Nasional, ayo berikan ucapan selamat terbaik
24 November 2025 16:31 WIB