Padang (ANTARA) - Asosiasi Staf Akademik Seluruh Indonesia (ASASI) membangun empat  hunian sementara (Huntara) bagi korban gempa di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, Sumatera Barat


Ketua ASASI Sumatera Barat, Yosritzal PhD di Padang, Kamis, mengatakan  aksi ini dilakukan untuk meringankan beban para korban, apalagi  sudah akan memasuki bulan suci Ramadhan. 


"Masih banyak korban yang tinggal di tenda-tenda darurat. Oleh karena itu, ASASI tergerak untuk mengumpulkan donasi dan menggandeng Jurusan Teknik Sipil Universitas Andalas, Universitas Bung Hatta dan Bulan Sabit Merah Indonesia Sumatera Barat, dalam aksi ini," kata dia.


Sementara  Wakil Rektor III Universitas Bunga Hatta Dr Hidayat menyampaikan pihaknya mendukung  aksi ini dan mengkoordinasikan pelaksanaan lapangan melalui alumni Universitas  Bung Hatta yang tinggal di sekitar lokasi. 


Hunian sementara yang dibangun dari Program ASASI Peduli ini menggunakan bahan konstruksi kayu, dinding GRC,  lantai cor, dan atap seng. Dalam pelaksanaannya  menggunakan bahan di lokasi dan bekas runtuhan yang masih bisa layak. 


Dalam acara serah terima huntara di Resetlemen, Jorong Duo Bungo Tanjung, Kenagarian Malampah, selaku perwakilan Dosen Jurusan Teknik Sipil Universitas Andalas, Titi Kurniati, MT berharap agar bangunan huntara ini bermanfaat bagi yang menerima dan menjadi amalan bagi pihak yang membantu.


"Semoga rumah permanennya kembali bisa dibangun dan dapat hidup normal kembali," katanya.


Hendra Wijaya selaku salah seorang penerima huntara  berterima kasih atas kepedulian saudara-saudara para donatur dari ASASI, Teknik Sipil Unand, Universitas Bung Hatta dan Bulan Sabit Merah Indonesia Sumatera Barat. 


"Kalau tidak ada huntara ini, entah bagaimana kami akan melewati bulan Ramadhan ini. Rumah kami sudah tidak bisa ditempati dan untuk membangun baru kami belum sanggup," katanya.


ASASI Sumatera Barat hingga saat ini  masih menerima bantuan dari donatur untuk pembangunan huntara.



 

Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2024