Pemkab Pesisir Selatan data anak keluarga miskin putus sekolah
Senin, 21 Maret 2022 9:17 WIB
Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar saat diwawancarai wartawan di Painan.
Painan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat menargetkan selama dua tahun ke depan tidak ada lagi anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu yang tidak bersekolah karena persoalan biaya.
Bupati Rusma Yul Anwar menyampaikan pihaknya melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial sedang melakukan pendataan di tiap kampung terkait anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu yang putus sekolah karena ketiadaan biaya.
"Karena pendidikan merupakan salah satu layanan dasar yang wajib diselenggarakan tiap pemerintahan di negara ini, baik skala nasional maupun daerah," ujar bupati di Painan.
Menurut bupati penyelenggaraan pendidikan 12 tahun merupakan amanah pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, sesuai dengan tujuan kemerdekaan Indonesia yang turut mencerdaskan kehidupan bangsa.
Amanah tersebut juga sejalan dengan visi-misi pembangunan daerah selama lima tahun ke depan, yakni fokus terhadap upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, salah satunya melalui subsidi biaya pendidikan.
Karena itu pemerintah kabupaten butuh data akurat, sehingga kebijakan serta pembiayaan yang dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah menjadi tepat dan benar-benar menyentuh sasaran.
"Tanpa kualitas sumber daya manusia yang mumpuni, mustahil program peningkatan kesejahteraan masyarakat maupun daerah dapat terlaksana dengan baik," jelas bupati.
Secara terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat Salim Muhaimin menyampaikan pendataan itu ditargetkan rampung menjelang tahun ajaran baru agar data siswa kurang mampu lebih valid sesuai kondisinya.
Selama ini persoalannya adalah sulitnya melakukan pendataan melalui keterangan para siswa. "Kadang dari tampilan terlihat seperti anak mampu, nyatanya tidak. Begitu juga sebaliknya. Nah, dengan tracking ini semoga lebih realistis," ujarnya.
Ia menyampaikan pemerintah kabupaten sejak tahun ajaran 2021-2022 telah mengalokasikan Rp2,7 miliar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk subsidi biaya pendidikan.
Bahkan tahun ini kembali menggelontorkan anggaran sebesar Rp5,4 miliar sebagai penunjang program pendidikan gratis yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026.
Kebijakan tersebut, ulasnya ditargetkan mampu mendongkrak angka rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah, sehingga tujuan dari pelayanan dasar bidang pendidikan itu benar-benar tercapai sesuai ketentuan.
Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Sosial pada 2020 terdapat 5.988, dari 40.527 anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Pesisir Selatan yang sudah tidak bersekolah lagi.
Dari tersebut sebagian besarnya adalah mereka yang ada di usia jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). "Kami optimis, ini tuntas menjelang 2024," sebutnya.
Bupati Rusma Yul Anwar menyampaikan pihaknya melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial sedang melakukan pendataan di tiap kampung terkait anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu yang putus sekolah karena ketiadaan biaya.
"Karena pendidikan merupakan salah satu layanan dasar yang wajib diselenggarakan tiap pemerintahan di negara ini, baik skala nasional maupun daerah," ujar bupati di Painan.
Menurut bupati penyelenggaraan pendidikan 12 tahun merupakan amanah pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, sesuai dengan tujuan kemerdekaan Indonesia yang turut mencerdaskan kehidupan bangsa.
Amanah tersebut juga sejalan dengan visi-misi pembangunan daerah selama lima tahun ke depan, yakni fokus terhadap upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, salah satunya melalui subsidi biaya pendidikan.
Karena itu pemerintah kabupaten butuh data akurat, sehingga kebijakan serta pembiayaan yang dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah menjadi tepat dan benar-benar menyentuh sasaran.
"Tanpa kualitas sumber daya manusia yang mumpuni, mustahil program peningkatan kesejahteraan masyarakat maupun daerah dapat terlaksana dengan baik," jelas bupati.
Secara terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat Salim Muhaimin menyampaikan pendataan itu ditargetkan rampung menjelang tahun ajaran baru agar data siswa kurang mampu lebih valid sesuai kondisinya.
Selama ini persoalannya adalah sulitnya melakukan pendataan melalui keterangan para siswa. "Kadang dari tampilan terlihat seperti anak mampu, nyatanya tidak. Begitu juga sebaliknya. Nah, dengan tracking ini semoga lebih realistis," ujarnya.
Ia menyampaikan pemerintah kabupaten sejak tahun ajaran 2021-2022 telah mengalokasikan Rp2,7 miliar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk subsidi biaya pendidikan.
Bahkan tahun ini kembali menggelontorkan anggaran sebesar Rp5,4 miliar sebagai penunjang program pendidikan gratis yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026.
Kebijakan tersebut, ulasnya ditargetkan mampu mendongkrak angka rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah, sehingga tujuan dari pelayanan dasar bidang pendidikan itu benar-benar tercapai sesuai ketentuan.
Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Sosial pada 2020 terdapat 5.988, dari 40.527 anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Pesisir Selatan yang sudah tidak bersekolah lagi.
Dari tersebut sebagian besarnya adalah mereka yang ada di usia jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). "Kami optimis, ini tuntas menjelang 2024," sebutnya.
Pewarta : Teddy Setiawan
Editor : Maswandi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim kesehatan DPP PDI Perjuangan tembus kampung yang sempat terisolasi di Pesisir Selatan
05 January 2026 13:26 WIB
Rendang bantuan Dharmasraya telah sampai di Agam-Pessel, untuk Aceh-Sumut masih dalam perjalanan
25 December 2025 20:30 WIB
Bupati Hendrajoni tinjau posko pengungsian korban banjir bandang di Bayang Utara
13 December 2025 4:59 WIB
Dinas Kesehatan Pessel gelar pertemuan Penyusunan Profil Kesehatan 2025 di Hotel Triza Painan
06 December 2025 6:35 WIB
Dinas Pertanian Serahkan 300 Liter Minyak Goreng untuk Bantuan Tanggap Darurat di Pesisir Selatan
04 December 2025 14:11 WIB
Pemkab Pessel gerak cepat tangani pemadaman di tiga nagari Terisolir Bayang Utara
04 December 2025 10:09 WIB
Plt. Kadishub Pessel tinjau langsung kerusakan lampu PJU di Jalur 2 Salido
04 December 2025 9:55 WIB
Kesbangpol Pesisir Selatan Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Banjir di Kecamatan Bayang"
03 December 2025 18:13 WIB
Polres Pessel gelar Rakor lintas sektoral untuk persiapan Pilwana Serentak 2025
03 December 2025 16:29 WIB