Jakarta, (Antara) - Wartawati media nasional yang mengaku korban pemerkosaan berinisial MC kerap menjawab "lupa" saat menjalani pemeriksaan tes psikologis di Polda Metro Jaya. "Korban menjalani pemeriksaan empat jam oleh Polwan," kata Kepala Subdirektorat Remaja Anak Wanita Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Hando Wibowo di Jakarta, Kamis. Hando mengungkapkan penyidik kepolisian mengajukan 12 pertanyaan kepada MC, namun korban sering jawab tidak tahu dan lupa. Pertanyaan penyidik, lanjut Hando, seputar kronologi saat korban diperkosa pria tidak dikenal tersebut, korban MC sempat menjelaskan kepada penyidik mengenai profil pelaku. "Namun, saat ditanya detail perkosaan, posisi saat diperkosaan dan lainnya selalu menjawab lupa dan tidak tahu," ujar Hando. Sebelumnya, MC mengaku menjadi korban pemerkosaan seorang pria di sebuah gang samping halte bus atau dekat Yayasan Kursus Bahasa Inggris Matraman, Jakarta Timur, Kamis (20/6) sore. Saat itu, korban menunggu dijemput suaminya, bertemu pelaku di samping halte bus atau dekat Yayasan Kursus Bahasa Inggris Matraman, Jakarta Timur. Situasi jalan tersebut dalam kondisi sepi, kemudian korban berjalan melewati gang tersebut, mendadak seorang pria yang berjalan kaki juga menabraknya dari arah depan. Korban spontan berontak dan berteriak minta tolong, namun pelaku memukul korban hingga tidak berdaya, selanjutnya pelaku melampiaskan nafsunya dan meninggalkan korban di lokasi kejadian. (*/jno)

Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2024