Painan (ANTARA) - Potensi perikanan tangkap di perairan wilayah Kabupaten Pesisir Selatan, provinsi Sumatra Barat yang mencapai 100 ribu ton pertahun sebenarnya mampu untuk menjamin kebutuhan hidup sehari-hari nelayan bila potensi itu bisa dioptimalkan belum lagi dari hasil perikanan budidaya.

"Potensi besar yang dimiliki oleh Kabupaten Pesisir Selatan di sektor kebaharian, perlu tetap dijaga kelestariannya. Sebab sektor itu bisa dijadikan sebagai andalan terhadap jaminan ekonomi masyarakat, terutama yang bergerak di sektor budidaya dan perikanan tangkap," kata Wakil Bupati Pesisir Selatan di Painan, Jumat (7/1).

Ia menyatakan untuk memberikan jaminan kepada masyarakat agar sektor kebaharian benar-benar bisa dijadikan sebagai andalan ekonomi. Maka daerah ini melalui aparat terkait akan terus berupaya meningkatkan pengawasan, terutama terhadap praktek-praktek yang dapat merusak ekosistem laut.

Pengawasan yang dilakukan itu diantaranya, pencurian ikan dengan menggunakan bom dan racun, pencemaran,  sedimentasi, penambangan, dan pembangunan kontruksi pantai dan lainnya.

"Upaya itu perlu dilakukan, sebab bila ekosistem laut rusak, akan berimplikasi terhadap penurunan kualitas lingkungan untuk sumberdaya ikan. Termasuk juga erosi pantai yang bisa memicu terjadinya kerusakan pada tempat pemijahan dan daerah asuhan ikan, berkurangnya populasi benur, nener dan produktivitas tangkap udang," katanya.

Dia menambahkan bah­wa untuk mereduksi tingkat kerusakan ekosis­tem laut seperti terumbu karang dan penyu, maka beberapa pulau di daerah itu telah ditetapkan pula sebagai Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD).

Beberapa pulau-pulau itu antaranya, Pulau  Pe­nyu, Karabak Ketek, Karabak Gadang, Aur Besar dan Pulau Aur Kecil.

Agar apa yang menjadi harapan masyarakat itu benar-benar tercapai, se­hingga dia berharap kepada seluruh elemen yang ada agar sama-sama menjaga kelestarianya.

“Harapan itu saya sampaikan, sebab potensi besar sektor kebaharian yang kita miliki ini juga dapat dikembangkan sebagai kawasan wisata bahari, serta juga budidaya perikanan,” tutupnya