Banjir landa Dusun Tangah, dua rumah warga hanyut
Selasa, 14 Desember 2021 15:56 WIB
Banjir melanda Nagari Dusun Tangah, Kecamatan Sangir Batanghari, Kab. Solok Selatan, Sumatera Barat. (ANTARA/HO-Wali Nagari Dusun Tangah)
Padang Aro (ANTARA) - Sebanyak 32 rumah warga, dua diantaranya hanyut, Unit Permukiman Transmigrasi Dusun Tangah, Kecamatan Sangir Batanghari, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, terendam banjir bandang yang terjadi pada Selasa pagi.
Wali Nagari (kepala desa adat) Dusun Tangah, Radiman Sigintir saat dikonfirmasi melalui telepon genggam Selasa mengatakan banjir bandang yang terjadi pada pukul 04.30 WIB itu merupakan luapan dari Sungai Batang Siat akibat hujan deras yang melanda daerah itu.
"Sungai itu berhulu di PT Bina Pratama Sakato Jaya (SS-1) di Madiak yang saat ini sedang replanting perkebunan sawitnya. Jadi ketika hujan deras, air akan meluap ke permukiman warga," ujarnya.
Karena bencana yang datang tiba-tiba, sebutnya 32 kepala keluarga yang terdampak langsung banjir tersebut tidak bisa menyelamatkan barang yang berada di rumah. "Yang bisa mereka bawa hanya pakaian yang menempel di badan saja," ujarnya.
Rumah warga yang terendam banjir dengan ketinggian beragam, ada yang setinggi setengah meter hingga lebih dari dua meter. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
"Lahan transmigrasi ini berupa perbukitan. Jadi ketinggian air beragam. Dari yang setengah meter sampai atap saja yang terlihat," katanya. Warga Nagari Dusun Tangah, Kecamatan Sangir Batanghari, Kab. Solok Selatan, Sumatera Barat, membersihkan peralatan rumah tangga usai banjir melanda daerah itu. (ANTARA/HO-Wali Nagari Dusun Tangah)
Saat kejadian, imbuhnya para warga yang terdampak langsung mengungsi ke rumah tetangganya untuk menyelamatkan diri.
Saat ini, katanya air sudah surut dan sebagian warga telah membersihkan rumahnya. Sementara dua kepala keluarga yang rumahnya hanyut, untuk sementara mengungsi ke rumah saudaranya.
Untuk pertolongan dini, sebutnya pihak nagari memberikan bantuan berupa beras, minyak goreng. "Untuk makan, para tetangga yang memberikan bantuan," imbuhnya.
Ia menambahkan, cuaca di daerah itu saat ini masih mendung. Ia berharap pemerintah daerah bisa segera menyalurkan bantuan ntuk memenuhi pangan dan sandang para korban banjir.
Sementara Kepala Dinas Sosial Solok Selatan Zulkarnaini mengatakan pihaknya telah menyalurkan sembako serta pakaian bekas layak pakai kepada korban banjir bandang di Nagari Dusun Tangah.
"Untuk dapur umum tidak kami dirikan karena tetangga yang terdampak bisa memberikan bantuan," katanya.
Wali Nagari (kepala desa adat) Dusun Tangah, Radiman Sigintir saat dikonfirmasi melalui telepon genggam Selasa mengatakan banjir bandang yang terjadi pada pukul 04.30 WIB itu merupakan luapan dari Sungai Batang Siat akibat hujan deras yang melanda daerah itu.
"Sungai itu berhulu di PT Bina Pratama Sakato Jaya (SS-1) di Madiak yang saat ini sedang replanting perkebunan sawitnya. Jadi ketika hujan deras, air akan meluap ke permukiman warga," ujarnya.
Karena bencana yang datang tiba-tiba, sebutnya 32 kepala keluarga yang terdampak langsung banjir tersebut tidak bisa menyelamatkan barang yang berada di rumah. "Yang bisa mereka bawa hanya pakaian yang menempel di badan saja," ujarnya.
Rumah warga yang terendam banjir dengan ketinggian beragam, ada yang setinggi setengah meter hingga lebih dari dua meter. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
"Lahan transmigrasi ini berupa perbukitan. Jadi ketinggian air beragam. Dari yang setengah meter sampai atap saja yang terlihat," katanya. Warga Nagari Dusun Tangah, Kecamatan Sangir Batanghari, Kab. Solok Selatan, Sumatera Barat, membersihkan peralatan rumah tangga usai banjir melanda daerah itu. (ANTARA/HO-Wali Nagari Dusun Tangah)
Saat kejadian, imbuhnya para warga yang terdampak langsung mengungsi ke rumah tetangganya untuk menyelamatkan diri.
Saat ini, katanya air sudah surut dan sebagian warga telah membersihkan rumahnya. Sementara dua kepala keluarga yang rumahnya hanyut, untuk sementara mengungsi ke rumah saudaranya.
Untuk pertolongan dini, sebutnya pihak nagari memberikan bantuan berupa beras, minyak goreng. "Untuk makan, para tetangga yang memberikan bantuan," imbuhnya.
Ia menambahkan, cuaca di daerah itu saat ini masih mendung. Ia berharap pemerintah daerah bisa segera menyalurkan bantuan ntuk memenuhi pangan dan sandang para korban banjir.
Sementara Kepala Dinas Sosial Solok Selatan Zulkarnaini mengatakan pihaknya telah menyalurkan sembako serta pakaian bekas layak pakai kepada korban banjir bandang di Nagari Dusun Tangah.
"Untuk dapur umum tidak kami dirikan karena tetangga yang terdampak bisa memberikan bantuan," katanya.
Pewarta : Joko Nugroho
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Warga Dusun Guluk Guluk Mentawai sukarela tolong dan rawat penumpang kapal karam
15 July 2025 13:18 WIB
Sukacita Natal dan Tahun Baru: Listrik PLN hadir di 14 dusun terpencil NTT
26 December 2024 8:00 WIB, 2024
Kemenag tetapkan enam dusun di Sumbar jadi proyek contoh Kampung Zakat
08 October 2024 18:22 WIB, 2024
Tim lll Kabupaten Pesisir Selatan Berkunjung ke Mesjid Nurul Adhha Dusun Baru tapan
06 April 2023 16:31 WIB, 2023
Abrasi sungai di tiga dusun di desa Pariaman ancam aset warga dan pemerintah
20 July 2022 17:12 WIB, 2022
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB
TNI-BNPB kebut pengerjaan huntara bagi warga terdampak tanah bergerak Sumbar
23 January 2026 22:26 WIB
Presiden Prabowo tegaskan bencana Sumatera tak nasional, tapi ditangani serius
01 January 2026 14:47 WIB
Dana untuk bangun kembali daerah terdampak bencana dialokasikan, ini penjelasan Purbaya
30 December 2025 16:34 WIB