Warga Pariaman tewas mengenaskan tertabrak kereta api di Kurai Taji
Kamis, 11 November 2021 12:29 WIB
Anggota Satlantas Polres Pariaman, Sumbar bersama pihak terkait sedang mengevakuasi tubuh korban kecelakaan kereta api. (Antara/HO-Satlantas Polres Pariaman)
Pariaman (ANTARA) - Seorang warga Desa Kampung Apar, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman, Sumatera Barat Muslim (65) tewas tertabrak kereta api pada Kamis sekitar pukul 06.00 WIB saat korban berjalan kaki di rel kereta api dekat perlintasan sebidang di Balai Kurai Taji di kecamatan setempat.
"Pejalan kaki itu berjalan kaki di rel kereta api, tidak lama kemudian datang Kereta Api Sibinuang BB 3038409 dari arah Pariaman menuju Padang dan menabrak pejalan kaki tersebut," kata Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pariaman Iptu Anggy Prasetiyo melalui Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Polres Pariaman Ipda Afrizal Sahar di Pariaman, Kamis.
Ia mengatakan akibat kejadian tersebut korban meninggal di tempat dengan kondisi yang mengenaskan.
Setelah mendapatkan informasi dari warga setempat, Satlantas Polres Pariaman tiba di lokasi kecelakaan untuk mengevakuasi korban dan menghimpun informasi dari sejumlah saksi.
Selanjutnya korban pun dibawa ke RSUD Pariaman untuk penanganan dari pihak medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga dan saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki kasus tersebut.
Satlantas Polres Pariaman mengimbau warga dan pengendara untuk selalu berhati-hati ketika menyeberangi perlintasan dan bahkan melarang untuk tidak berjalan di rel kereta api karena dapat berakibat pada kecelakaan.
Tercatat sepanjang 2021 sudah terjadi tiga kali kecelakaan kereta api di Kota Pariaman dengan jumlah korban jiwa satu orang.
Adapun lokasi kecelakaan kereta api selain di Kurai Taji yaitu di perlintasan kereta api di dekat jembatan pintu masuk Pantai Gandoriah dan perlintasan kereta api Lohong.
"Pejalan kaki itu berjalan kaki di rel kereta api, tidak lama kemudian datang Kereta Api Sibinuang BB 3038409 dari arah Pariaman menuju Padang dan menabrak pejalan kaki tersebut," kata Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pariaman Iptu Anggy Prasetiyo melalui Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Polres Pariaman Ipda Afrizal Sahar di Pariaman, Kamis.
Ia mengatakan akibat kejadian tersebut korban meninggal di tempat dengan kondisi yang mengenaskan.
Setelah mendapatkan informasi dari warga setempat, Satlantas Polres Pariaman tiba di lokasi kecelakaan untuk mengevakuasi korban dan menghimpun informasi dari sejumlah saksi.
Selanjutnya korban pun dibawa ke RSUD Pariaman untuk penanganan dari pihak medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga dan saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki kasus tersebut.
Satlantas Polres Pariaman mengimbau warga dan pengendara untuk selalu berhati-hati ketika menyeberangi perlintasan dan bahkan melarang untuk tidak berjalan di rel kereta api karena dapat berakibat pada kecelakaan.
Tercatat sepanjang 2021 sudah terjadi tiga kali kecelakaan kereta api di Kota Pariaman dengan jumlah korban jiwa satu orang.
Adapun lokasi kecelakaan kereta api selain di Kurai Taji yaitu di perlintasan kereta api di dekat jembatan pintu masuk Pantai Gandoriah dan perlintasan kereta api Lohong.
Pewarta : Aadiaat MS
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tak perlu panik, ini cara melapor barang hilang di kereta dan stasiun KAI Divre II Sumbar
27 January 2026 20:54 WIB
Ayo naik kereta api, KAI Divre II Sumbar masih sediakan 30 ribu tiket selama libur Nataru
31 December 2025 20:12 WIB
Dampak banjir, KAI Divre II Sumbar lakukan pengalihan lintas perjalanan kereta api
27 November 2025 18:20 WIB
Stabilitas jalur jadi prioritas: KAI Divre II Sumbar lakukan perawatan geometrik secara intensif
17 November 2025 13:48 WIB