Pohon pinus tumbang di objek wisata Pantai Kata, tak ada korban jiwa
Rabu, 20 Oktober 2021 12:12 WIB
Anggota BPBD Pariaman, Sumbar sedang mengevakuasi pohon tumbang di Pantai Kata Rabu pagi. (ANTARA/Aadiaat M. S.)
Pariaman (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman, Sumatera Barat mengevakuasi sebuah pohon tumbang berukuran besar di objek wisata Pantai Kata yang terjadi pada Selasa (19/10) sore.
"Sekarang anggota sedang membersihkan material pohon yang tumbang tersebut," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Pariaman Azman di Pariaman, Rabu.
Pohon jenis pinus tersebut tumbang diakibatkan faktor usia dan angin kencang yang terjadi sore kemarin.
Beruntung tidak menimbulkan korban dan juga tidak menimpa kios pedagang di salah satu objek wisata unggulan di daerah tersebut.
Ia menyampaikan di sepanjang pantai Pariaman banyak ditanami pohon di antaranya pinus dan cemara laut yang sekarang usianya relatif tua sehingga harus diganti.
"Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman berencana mengganti pohon-pohon itu, dan itu sudah dilakukan secara bertahap," katanya.
Azman mengatakan saat ini Pemkot Pariaman mengutamakan penanaman pohon jenis pinago yang merupakan pohon endemik setempat.
Pohon pinago tersebut memiliki batang yang besar dan kuat, akar yang banyak dan menyebar, serta memiliki usia yang relatif lama sehingga juga dapat dijadikan sebagai mitigasi bencana di daerah itu.
Ia menyampaikan BPBD Pariaman beserta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup setempat juga sering memotong dahan tua pada pohon di daerah tersebut.
Tujuannya tidak saja untuk melindungi warga dan wisatawan tertimpa dahan rapuh namun juga menciptakan keindahan daerah itu sehingga memperkuatnya menjadi kota wisata.
Namun, meskipun Pemkot Pariaman telah melakukan langkah untuk antisipasi namun ia tetap mengimbau warga dan wisatawan di daerah itu untuk berhati-hati ketika melintas di areal pohon ketika terjadi cuaca buruk.
"Sekarang anggota sedang membersihkan material pohon yang tumbang tersebut," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Pariaman Azman di Pariaman, Rabu.
Pohon jenis pinus tersebut tumbang diakibatkan faktor usia dan angin kencang yang terjadi sore kemarin.
Beruntung tidak menimbulkan korban dan juga tidak menimpa kios pedagang di salah satu objek wisata unggulan di daerah tersebut.
Ia menyampaikan di sepanjang pantai Pariaman banyak ditanami pohon di antaranya pinus dan cemara laut yang sekarang usianya relatif tua sehingga harus diganti.
"Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman berencana mengganti pohon-pohon itu, dan itu sudah dilakukan secara bertahap," katanya.
Azman mengatakan saat ini Pemkot Pariaman mengutamakan penanaman pohon jenis pinago yang merupakan pohon endemik setempat.
Pohon pinago tersebut memiliki batang yang besar dan kuat, akar yang banyak dan menyebar, serta memiliki usia yang relatif lama sehingga juga dapat dijadikan sebagai mitigasi bencana di daerah itu.
Ia menyampaikan BPBD Pariaman beserta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup setempat juga sering memotong dahan tua pada pohon di daerah tersebut.
Tujuannya tidak saja untuk melindungi warga dan wisatawan tertimpa dahan rapuh namun juga menciptakan keindahan daerah itu sehingga memperkuatnya menjadi kota wisata.
Namun, meskipun Pemkot Pariaman telah melakukan langkah untuk antisipasi namun ia tetap mengimbau warga dan wisatawan di daerah itu untuk berhati-hati ketika melintas di areal pohon ketika terjadi cuaca buruk.
Pewarta : Aadiaat MS
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Sumbar butuh skuadron SAR sebagai mitigasi bencana, legislator Sumbar paparkan alasannya
25 February 2026 20:56 WIB
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB