Bukittinggi (ANTARA) - Kebutuhan pada pulsa dan paket data internet sudah menjadi keharusan saat ini terlebih menuju waktu Lebaran, hal itulah yang membuat bisnis di bidang komunikasi ini tetap bertahan meski pandemi COVID-19 melanda.


"Pasti ada pengaruh pandemi COVID-19 bagi usaha ini, selain bantuan paket belajar pemerintah juga karena banyaknya pembatasan," kata pelaku usaha pulsa dan paket internet Yumi Ardi (41) di Bukittinggi, Kamis.


Yumi Ardi merupakan salah seorang pedagang pulsa dan paket internet senior dan terbesar di Bukittinggi dan Sumatera Barat.


Menurutnya meski ia berdagang di pusat kota dan beberapa kali mendapat penghargaan untuk penjualannya, tetap saja COVID-19 memberi pengaruh besar terhadap penjualannya.


"Daya jual beli masyarakat otomatis berkurang saat pandemi, orang orang juga terpaksa lebih banyak diam di rumah hingga banyak diantara mereka yang memasang "Hotspot Wifi" sendiri di rumahnya," kata dia.


Selain itu, dengan penggunaan telpon genggamnya saat ini, orang orang juga bisa bertransaksi pulsa melalui beragam aplikasi.


Ardi mengatakan saat ini, menjelang Lebaran ini jual beli pulsa dan paket internet perlahan mulai kembali meningkat.


Masyarakat juga telah kembali banyak beraktivitas di luar rumah menyambut Lebaran.


"Alhamdulillah, mendekati lebaran ini pembeli kembali ramai berkunjung dan cukup antusias mencari paket dan pulsa untuk bepergian di luar rumah," kata dia.


Menurut Ardi, di Bukittinggi saat ini persaingan pedagang pulsa dan paket internet cukup tinggi karena beberapa pemain grosiran cukup banyak di sini.


"Kita harus bisa mengikuti persaingan yang cukup tinggi di Bukittinggi ini, selain berjualan dengan jujur dan pelayanan yang baik, harga saing harus benar benar diperhatikan," kata dia.


Menurut Ardi, dia beruntung bisa berjualan di pusat kota dengan jalur lalu lintas yang cukup ramai sepanjang hari.


Beberapa pedagang lain bahkan harus memutar otak untuk bisa bertahan di tengah situasi sepi pembeli karena berjualan di pinggir kota yang berdekatan dengan sekolah atau kampus.


"Beberapa orang rekan berjualan di dekat kampus, dan sudah dua tahun ini kuliah diliburkan hingga usaha ini menjadi sepi pembeli lebih dirasakan di daerah pinggiran," kata dia.


Dengan keuntungan yang tidak terlalu besar, pedagang pulsa dan paket internet ini tetap bertahan dengan berbagai cara termasuk mencari tambahan modal.


"Semoga pandemi cepat berlalu dan ekonomi kembali normal hingga apapun bisnis yang digeluti bisa tetap bertahan serta memperbaiki keadaan," harap Ardi mengakhiri.




 

Pewarta : Al Fatah
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2024