Non-Aligned Movement siap bantu pengembangan SDM pariwisata di Pariaman
Senin, 8 Maret 2021 16:25 WIB
Ambassador Executive Secretary Non-Aligned Movement Diar Nurbintoro (kanan) dan Walikota Pariaman, Sumbar Genius Umar (kiri) berdialog di ruang walikota setempat. (Antarasumbar/ist)
Pariaman (ANTARA) - Pejabat organisasi internasional yaitu Non-Aligned Movement mengunjungi Kota Pariaman, Sumatera Barat untuk melihat potensi yang dimiliki serta siap membantu pengembangan sumber daya manusia (SDM) bidang pariwisata di daerah itu.
"Kunjungan kami ke Pariaman selain melihat potensi Pariaman namun juga melihat bagaimana kami bisa mendukung upaya peningkatan kapasitas 'building' (membangun) yang tidak saja bidang pariwisata namun juga bidang lainnya," kata Ambassador Executive Secretary Non-Aligned Movement Diar Nurbintoro saat kunjungan ke Pariaman, Senin.
Ia mengatakan untuk bidang pariwisata di Pariaman menurutnya pengelola objek wisata bisa menjaga kebersihan supaya pengunjung betah di daerah itu.
Selain itu, lanjutnya objek wisata di Pariaman harus terjangkau dengan jaringan internet yang hal tersebut menurutnya sesuai dengan perkembangan zaman saat ini.
Ia juga memberikan masukkan terkait dengan harga suvenir di Pariaman yang harus sama sehingga tidak ada persaingan.
"Tidak ada pedagang yang mendatangi orang (wisatawan) dan 'beli-beli' tapi cukup satu tempat terserang wisatawan mau beli yang mana," katanya.
Ia menyampaikan hal tersebut sesuai dengan pengalamannya selama ditugaskan di sejumlah negara yang menurutnya dapat diambil pelajaran untuk meningkatkan pariwisata di Indonesia.
Sementara itu, Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan pihaknya akan melaksanakan seminar web yang melibatkan Non-Aligned Movement guna meningkatkan SDM pariwisata di daerah itu.
"Dalam waktu dekat kita akan melakukan seminar internasional, nanti minta Non-Aligned Movement untuk menjadi narasumber serta minta rekomendasi narasumber," ujarnya.
Menurutnya ilmu dan wawasan dari Diar Nurbintoro selama bertugas di sejumlah negara dapat membantu pihaknya dalam meningkatkan SDM di bidang pariwisata dan bidang lainnya di Pariaman.
"Kadang kala objek wisata di negara maju tidak begitu luar biasa, bahkan Pariaman lebih baik. Tapi mereka dapat menata, serta memiliki manajemen, promosi, dan pelayanan yang baik," kata dia.
Menurutnya hal tersebut dapat ditiru untuk meningkatkan bidang pariwisata di Kota Pariaman sehingga orang mau datang.
"Kunjungan kami ke Pariaman selain melihat potensi Pariaman namun juga melihat bagaimana kami bisa mendukung upaya peningkatan kapasitas 'building' (membangun) yang tidak saja bidang pariwisata namun juga bidang lainnya," kata Ambassador Executive Secretary Non-Aligned Movement Diar Nurbintoro saat kunjungan ke Pariaman, Senin.
Ia mengatakan untuk bidang pariwisata di Pariaman menurutnya pengelola objek wisata bisa menjaga kebersihan supaya pengunjung betah di daerah itu.
Selain itu, lanjutnya objek wisata di Pariaman harus terjangkau dengan jaringan internet yang hal tersebut menurutnya sesuai dengan perkembangan zaman saat ini.
Ia juga memberikan masukkan terkait dengan harga suvenir di Pariaman yang harus sama sehingga tidak ada persaingan.
"Tidak ada pedagang yang mendatangi orang (wisatawan) dan 'beli-beli' tapi cukup satu tempat terserang wisatawan mau beli yang mana," katanya.
Ia menyampaikan hal tersebut sesuai dengan pengalamannya selama ditugaskan di sejumlah negara yang menurutnya dapat diambil pelajaran untuk meningkatkan pariwisata di Indonesia.
Sementara itu, Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan pihaknya akan melaksanakan seminar web yang melibatkan Non-Aligned Movement guna meningkatkan SDM pariwisata di daerah itu.
"Dalam waktu dekat kita akan melakukan seminar internasional, nanti minta Non-Aligned Movement untuk menjadi narasumber serta minta rekomendasi narasumber," ujarnya.
Menurutnya ilmu dan wawasan dari Diar Nurbintoro selama bertugas di sejumlah negara dapat membantu pihaknya dalam meningkatkan SDM di bidang pariwisata dan bidang lainnya di Pariaman.
"Kadang kala objek wisata di negara maju tidak begitu luar biasa, bahkan Pariaman lebih baik. Tapi mereka dapat menata, serta memiliki manajemen, promosi, dan pelayanan yang baik," kata dia.
Menurutnya hal tersebut dapat ditiru untuk meningkatkan bidang pariwisata di Kota Pariaman sehingga orang mau datang.
Pewarta : Aadiaat M.S
Editor : Maswandi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah pusat bantu perbaikan tiga rumah di Pariaman terdampak bencana hidrometeorologi
13 February 2026 18:22 WIB
Pemprov Sumbar Hentikan Sementara Aktivitas Tambang Bermasalah di Padang Pariaman
11 February 2026 11:07 WIB
Komisi III DPR tolak hukuman mati ayah bunuh pelaku pelecehan anaknya di Pariaman
11 February 2026 10:19 WIB
Pemkot Pariaman latih pelaku UMKM produksi kue-minuman kekinian berbasis lokal
10 February 2026 18:40 WIB