Gubernur targetkan populasi sapi di Sumbar meningkat
Jumat, 5 Maret 2021 17:11 WIB
Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat meninjau sapi yang berada di UPTD Balai Pengembangan Teknologi dan Sumber Daya (BPTSD) Tuah Sakato sebagai Balai Induk Benih (BIB) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar. (Antarasumbar/Istimewa)
Payakumbuh (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi menargetkan populasi dan produksi sapi di daerahnya dapat meningkat mengingat kebutuhan dan permintaan daging sapi di daerah tersebut dan di daerah sekitar masih kurang.
"Kemaren itu saya bertemu dengan Gubernur Sumut dan mereka masih meminta daging sapi, Riau juga. Jadi sebenarnya pasar untuk daging sapi ini besar," kata Mahyeldi di Payakumbuh, Jumat.
Tidak hanya di daerah sekitar, Mahyeldi menyebut kebutuhan Sumbar dengan daging sapi juga masih kurang sehingga memang dibutuhkan peningkatan populasi sapi.
Ia mengatakan peningkatan populasi sapi lewat program Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik kepada indukan sapi produktif. Apalagi semen beku untuk pelaksanaan kawin suntik banyak.
"Sekarang memang kita butuh indukan sapi yang produktif. Makanya kami berharap melalui dinas peternakan dan dinas kabupaten/kota untuk pengadaan induk-induk sapi produktif," ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemprov Sumbar, Erinaldi mengatakan pada 2020 angka kawin suntik atau IB kurang lebih telah diberikan kepada 100.000 ekor sapi.
"Kita mendapatkan bantuan dari pusat untuk IB itu sebanyak 57.000. Tapi kita juga siapkan dengan APBD yang terpenting seluruh ternak rakyat dapat terlayani," kata dia.
Ia mengatakan memang tidak seluruh sapi betina produktif yang dikawin suntik itu berhasil lahir. Angka keberhasilan dari kawin suntik ini kurang lebih di angka 80 persen.
"Pada 2021 ini target pemberian dosis atau straw kita masih di sekitar angka 100 ribu sampai 110 ribu ekor sapi. Tidak akan jauh-jauh dari angka ini," ujarnya.
Ia mengatakan sapi betina produktif yang ada di Sumbar berkisar 150.000, yakni 100.000 sapi
betina produktif yang dikandangkan dan 50.000 ekor yang lepas seperti di perkebunan.
"Kalau yang lepas itu memang tidak disentuh dengan IB, karena yang dapat tersentuh itu yang dikandangkan," katanya.
"Kemaren itu saya bertemu dengan Gubernur Sumut dan mereka masih meminta daging sapi, Riau juga. Jadi sebenarnya pasar untuk daging sapi ini besar," kata Mahyeldi di Payakumbuh, Jumat.
Tidak hanya di daerah sekitar, Mahyeldi menyebut kebutuhan Sumbar dengan daging sapi juga masih kurang sehingga memang dibutuhkan peningkatan populasi sapi.
Ia mengatakan peningkatan populasi sapi lewat program Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik kepada indukan sapi produktif. Apalagi semen beku untuk pelaksanaan kawin suntik banyak.
"Sekarang memang kita butuh indukan sapi yang produktif. Makanya kami berharap melalui dinas peternakan dan dinas kabupaten/kota untuk pengadaan induk-induk sapi produktif," ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemprov Sumbar, Erinaldi mengatakan pada 2020 angka kawin suntik atau IB kurang lebih telah diberikan kepada 100.000 ekor sapi.
"Kita mendapatkan bantuan dari pusat untuk IB itu sebanyak 57.000. Tapi kita juga siapkan dengan APBD yang terpenting seluruh ternak rakyat dapat terlayani," kata dia.
Ia mengatakan memang tidak seluruh sapi betina produktif yang dikawin suntik itu berhasil lahir. Angka keberhasilan dari kawin suntik ini kurang lebih di angka 80 persen.
"Pada 2021 ini target pemberian dosis atau straw kita masih di sekitar angka 100 ribu sampai 110 ribu ekor sapi. Tidak akan jauh-jauh dari angka ini," ujarnya.
Ia mengatakan sapi betina produktif yang ada di Sumbar berkisar 150.000, yakni 100.000 sapi
betina produktif yang dikandangkan dan 50.000 ekor yang lepas seperti di perkebunan.
"Kalau yang lepas itu memang tidak disentuh dengan IB, karena yang dapat tersentuh itu yang dikandangkan," katanya.
Pewarta : Akmal Saputra
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PCNU Kota Payakumbuh salurkan bantuan untuk korban bencana di Nagari Baruah Gunung
29 December 2025 11:28 WIB
Wako Payakumbuh pastikan seleksi Inspektur Daerah berjalan objektif dan transparan
17 December 2025 9:07 WIB
Untuk pertama kalinya, uji kompetensi wartawan, digelar di Limapuluh Kota
13 December 2025 19:55 WIB
Wawako Payakumbuh lepas Kafilah Kota Payakumbuh ikuti MTQ tingkat provinsi
13 December 2025 16:57 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB
Minggu (08/02/2026) hari ini, Harga emas UBS Rp2,972 juta per gr, Galeri24 Rp2,958 juta per gr
08 February 2026 9:00 WIB