SDN 05 Jaho Padangpanjang Dibobol Maling
Jumat, 31 Mei 2013 19:06 WIB
Padangpanjang, (Antara) - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Jaho Kecamatan X Koto Kabupaten Tanahdatar dibobol maling, Jumat (31/5) sekitar pukul 03.00 WIB.
Kepala SDN 05 Jaho Syofiarman mengatakan, maling diperkirakan naik melewati atap bangunan, karena kerusakan terlihat pada atap dan plapon (loteng) dalam ruangan.
Sekolah yang terpisah dari pemukiman masyarakat tersebut kehilangan tiga unit komputer dengan nilai sekitar Rp10 juta.
Ruangan kepala sekolah dalam kondisi berantakan. Berbagai alat elektronik dan barang-barang perlengkapan sekolah lain juga dirusak maling.
Dia mengatakan, kejadian tersebut baru ketahui setelah telihat kondisi berantakan di ruangan sekitar pukul 07.15 WIB. Namun, kejadian diperkirakan terjadi sekitar pukul 3.00-4.00 WIB dini hari.
"Kami baru mengetahui setelah proses belajar mengajar dimulai pagi tadi. Saya kaget ketika melihat ruangan dalam kondisi berantakan," kata dia.
Kapolsek Kecamatan X Koto Iptu Jumadi membenarkan adanya kasus pencurian barang-barang iventaris berupa tiga unit komputer di ruangan Kepala SDN 05 Nagari Jaho.
"Saat ini kita tengah melakukan penyidikan terhadap kasus pencurian ini. Untuk itu kami meminta agar kegiatan ronda malam di Kenagarian Jaho lebih ditingkatkan," pintanya.
Wali Nagari Jaho Salman menyebutkan, kejadian tersebut adalah modus baru, tak bisa bobol pintu, maling masuk lewat atap dan mencongkel loteng dan masuk ke ruangan kepala sekolah.
"Hal ini baru pertama kali terjadi di Nagari Jaho, untuk itu kita akan maksimalkan ronda malam agar tindakan kriminal bisa ditekan," katanya. (ben/wij)
Pewarta : 34
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga emas Antam turun Kamis (05/02/2026) hari ini, simak daftar terbarunya
05 February 2026 9:44 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian pada Kamis (05/02/2026) hari ini kompak stabil
05 February 2026 9:12 WIB
Jadwal dan lokasi layanan SIM Keliling Kota Padang, hari ini Kamis (05/02/2026)
05 February 2026 4:33 WIB
BNPB bantu peralatan tempat tinggal korban tempati hunian sementara di Agam
22 January 2026 17:44 WIB