Stafsus Menteri BUMN: Faktor konsumsi publik cara lepas dari resesi
Sabtu, 14 November 2020 8:35 WIB
Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp/aa.
Jakarta (ANTARA) - Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menilai faktor konsumsi masyarakat menjadi salah satu cara dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, sekaligus melepaskan Indonesia dari kondisi resesi.
"Jadi sebenarnya kalau kita mau keluar dari resesi, mau tidak mau kita banyak belanja atau konsumsi," ujar Arya Sinulingga seperti dikutip dari akun resmi YouTube Kementerian BUMN di Jakarta, Sabtu.
Selain itu, lanjut Arya Sinulingga, konsumsi masyarakat juga banyak mendorong UMKM serta industri-industri lain bertumbuh dan sektor-sektor lainnya akan ikut bertumbuh juga.
"Liburan panjang kemarin selama periode 28 Oktober 2020-1 November 2020 kita memang harus tetap menjaga protokol kesehatan, namun ternyata liburan panjang kemarin itu banyak sekali membantu UMKM-UMKM di daerah," kata Arya Sinulingga.
Menurut data yang dihimpun Kementerian BUMN, kendaraan yang keluar dari Jakarta saja mencapai hampir setengah juta mobil pada libur panjang selama 4-5 lima hari.
"Kalau ini yang terjadi maka kemungkinan Indonesia akan bisa lepas dari resesi," ujar Stafsus Menteri BUMN tersebut.
Di samping itu banyak program-program dari pemerintah seperti bantuan-bantuan kepada pelaku UMKM, bantuan kepada pekerja, kemudian fasilitas-fasilitas lainnya, bantuan relaksasi bunga kredit, pengembalian hutang dan sebagainya.
"Ini juga membantu supaya semuanya bertumbuh, jadi antara pemerintah kemudian dengan masyarakat saling bekerja sama untuk membuat pertumbuhan," kata Arya Sinulingga.
Menurut dia, Indonesia termasuk salah satu negara yang cukup baik kondisinya dibandingkan dengan negara lain. Jadi semua, kata dia, harus optimistis bahwa bangsa dan negara Indonesia mampu melewati kondisi ini.
"Bisa dikatakan bahwa strategi Bapak Presiden Joko Widodo ternyata cukup ampuh selain menangani pandemi COVID-19, juga dalam menangani ekonomi," kata Arya Sinulingga.
"Jadi sebenarnya kalau kita mau keluar dari resesi, mau tidak mau kita banyak belanja atau konsumsi," ujar Arya Sinulingga seperti dikutip dari akun resmi YouTube Kementerian BUMN di Jakarta, Sabtu.
Selain itu, lanjut Arya Sinulingga, konsumsi masyarakat juga banyak mendorong UMKM serta industri-industri lain bertumbuh dan sektor-sektor lainnya akan ikut bertumbuh juga.
"Liburan panjang kemarin selama periode 28 Oktober 2020-1 November 2020 kita memang harus tetap menjaga protokol kesehatan, namun ternyata liburan panjang kemarin itu banyak sekali membantu UMKM-UMKM di daerah," kata Arya Sinulingga.
Menurut data yang dihimpun Kementerian BUMN, kendaraan yang keluar dari Jakarta saja mencapai hampir setengah juta mobil pada libur panjang selama 4-5 lima hari.
"Kalau ini yang terjadi maka kemungkinan Indonesia akan bisa lepas dari resesi," ujar Stafsus Menteri BUMN tersebut.
Di samping itu banyak program-program dari pemerintah seperti bantuan-bantuan kepada pelaku UMKM, bantuan kepada pekerja, kemudian fasilitas-fasilitas lainnya, bantuan relaksasi bunga kredit, pengembalian hutang dan sebagainya.
"Ini juga membantu supaya semuanya bertumbuh, jadi antara pemerintah kemudian dengan masyarakat saling bekerja sama untuk membuat pertumbuhan," kata Arya Sinulingga.
Menurut dia, Indonesia termasuk salah satu negara yang cukup baik kondisinya dibandingkan dengan negara lain. Jadi semua, kata dia, harus optimistis bahwa bangsa dan negara Indonesia mampu melewati kondisi ini.
"Bisa dikatakan bahwa strategi Bapak Presiden Joko Widodo ternyata cukup ampuh selain menangani pandemi COVID-19, juga dalam menangani ekonomi," kata Arya Sinulingga.
Pewarta : Aji Cakti
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wako Padang Panjang harapkan regulasi jelas agar MBG berdampak ekonomi bagi masyarakat
29 January 2026 18:36 WIB
Pariaman upayakan percepat pemulihan ekonomi dampak bencana dengan perbanyak kegiatan wisata
28 January 2026 18:02 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas batangan Antam turun Rp14.000 jadi Rp2,94 juta per gram, Senin (16/02/2026)
16 February 2026 9:21 WIB
Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (16/02/2025) hari ini tak bergerak
16 February 2026 8:40 WIB
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB