China prioritaskan vaksin corona untuk ASEAN
Sabtu, 17 Oktober 2020 7:21 WIB
Sebuah stan yang menampilkan kandidat vaksin virus corona dari China National Biotec Group (CNBG), sebuah unit dari raksasa farmasi milik negara China National Pharmaceutical Group (Sinopharm), terlihat di Pameran Internasional China untuk Perdagangan Jasa (CIFTIS) 2020, di tengah wabah COVID-19, di Beijing, China, Jumat (4/9/2020). (ANTARA/REUTERS/Tingshu Wang/aa.)
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah China berupaya sesuai kemampuan untuk memberikan prioritas kepada negara-negara ASEAN dalam pengembangan vaksin COVID-19.
Virus itu tidak mengenal batas negara. Dan jika semua negara terbebas dari pandemi, maka perjuangan global melawan COVID-19 menjadi kemenangan terakhir, demikian Menteri Luar Negeri China Wang Yi, Sabtu, menanggapi pertanyaan lebih lanjut mengenai komitmennya itu.
Pekan lalu, Wang bertemu Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, utusan khusus Presiden Joko Widodo, dan Menlu Filipina Teodoro Locsin di Provinsi Yunnan.
Kemudian Wang melakukan kunjungan kerja ke Kamboja, Malaysia, Laos, Thailand, dan berakhir di Singapura pada Jumat (16/10).
Vaksin adalah senjata pamungkas untuk mengatasi pandemi, tegas Wang yang juga anggota Dewan Pemerintahan itu.
"Kita tidak bisa berjuang sendiri, tidak mampu memonopoli semua sumber daya," ujarnya mengajak semua negara saling bekerja sama.
Menurut dia, China telah melacak genetika virus bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara tepat waktu pada tahap awal wabah merebak untuk pengembangan vaksin global.
China bersungguh-sungguh memegang komitmennya untuk menjadikan vaksin sebagai produk publik global setelah berhasil dikembangkan dan digunakan dan akan berkontribusi pada aksesibilitas dan keterjangkauan vaksin di negara berkembang, demikian penegasan Wang dikutip media resmi setempat.
Virus itu tidak mengenal batas negara. Dan jika semua negara terbebas dari pandemi, maka perjuangan global melawan COVID-19 menjadi kemenangan terakhir, demikian Menteri Luar Negeri China Wang Yi, Sabtu, menanggapi pertanyaan lebih lanjut mengenai komitmennya itu.
Pekan lalu, Wang bertemu Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, utusan khusus Presiden Joko Widodo, dan Menlu Filipina Teodoro Locsin di Provinsi Yunnan.
Kemudian Wang melakukan kunjungan kerja ke Kamboja, Malaysia, Laos, Thailand, dan berakhir di Singapura pada Jumat (16/10).
Vaksin adalah senjata pamungkas untuk mengatasi pandemi, tegas Wang yang juga anggota Dewan Pemerintahan itu.
"Kita tidak bisa berjuang sendiri, tidak mampu memonopoli semua sumber daya," ujarnya mengajak semua negara saling bekerja sama.
Menurut dia, China telah melacak genetika virus bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara tepat waktu pada tahap awal wabah merebak untuk pengembangan vaksin global.
China bersungguh-sungguh memegang komitmennya untuk menjadikan vaksin sebagai produk publik global setelah berhasil dikembangkan dan digunakan dan akan berkontribusi pada aksesibilitas dan keterjangkauan vaksin di negara berkembang, demikian penegasan Wang dikutip media resmi setempat.
Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mijoo Lovelyz dan Jessi hentikan semua kegiatan usai dinyatakan positif COVID-19
24 February 2022 6:14 WIB, 2022
BPOM terbitkan izin penggunaan darurat vaksin Sinopharm untuk penguat
02 February 2022 10:38 WIB, 2022
Kemenkes sebut booster tingkatkan titer antibodi lawan infeksi COVID-19
16 January 2022 13:17 WIB, 2022
Dolar berakhir sedikit melemah dalam perdagangan liburan yang tenang
30 December 2021 6:47 WIB, 2021
Empat strategi pemerintah untuk atasi penularan SARS-CoV-2 varian Omicron
27 December 2021 9:01 WIB, 2021