Menristek : Science Techno Park Unand jadi wadah hilirisasi riset
Jumat, 9 Oktober 2020 16:33 WIB
Menristek Bambang Brodjonegoro pada peresmian Science Tehno Park Unand secara daring di Padang, Jumat. (Antara/Ikhwan Wahyudi)
Padang (ANTARA) - Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro berharap keberadaan Science Techno Park Universitas Andalas (Unand) Padang dapat menjadi wadah hilirisasi riset.
"Saya melihat Unand sudah menuju hilirisasi riset dan diharapkan keberadaan Science Techno Park menjadi wahana pertemuan dengan dunia usaha dan industri," kata dia di Padang, Jumat saat meresmikan Science Techno Park secara daring.
Menurut dia melihat produk-produk riset yang telah dihasilkan Unand amat sesuai dengan hasil kekayaan alam yang dimiliki bangsa ini.
Ia mengingatkan karena kekayaan alam yang dimiliki bangsa ini jangan sampai membuat kita terlena dan berada dalam zona nyaman.
Menristek memberi contoh di Sumatera Barat sudah berhasil menanam dan memetik hasil gambir bahkan hasilnya diekspor ke luar tetapi jangan merasa puas sampai di situ
"Yang paling menikmati sumber daya alam tersebut adalah mereka yang bisa menciptakan nilai tambah produk bukan yang menanam saja," kata dia.
Untuk bisa menciptakan nilai tambah produk kuncinya adalah teknologi dan ilmu pengetahuan.
"Jadi yang harus dilakukan saat ini adalah bagaimana caranya agar kekayaan alam tersebut setelah melalui proses riset menjadi produk baru yang dapat diterima masyarakat secara umum," katanya.
Sejalan dengan itu Rektor Unand Prof Yuliandri mengatakan potensi dan terhadap hasil riset inovasi menjadi tantangan bagi para dosen untuk terus dikembangkan
"Unand punya tekad jadi universitas riset dan diberi kesempatan lebih luas untuk masuk ke jaringan prioritas riset nasional," ujarnya. Menristek Bambang Brodjonegoro pada peresmian Science Tehno Park Unand secara daring di Padang, Jumat. (Antara/Ikhwan Wahyudi) Sementara Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unand Uyung Gatot menyampaikan Science Tehno Park merupakan bantuan dari Kemenristek dan pembangunannya sudah digagas sejak 2005 yang dibangun di lahan seluas 3,5 hektare.
Dengan adanya science techno park menjadi wadah untuk menyalurkan hasil riset dan temuan para dosen sehingga bisa bermanfaat langsung bagi masyarakat yang pada akhirnya turut serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi, ujarnya,
Ia berharap melalui Science Tehno Park sistem riset dan inovasi di Unand dapat masuk ke dunia komersialisasi yang lebih intensif sehingga mampu meningkatkan daya saing dunia usaha dan menjadi pemasukan bagi dosen.
"Saya melihat Unand sudah menuju hilirisasi riset dan diharapkan keberadaan Science Techno Park menjadi wahana pertemuan dengan dunia usaha dan industri," kata dia di Padang, Jumat saat meresmikan Science Techno Park secara daring.
Menurut dia melihat produk-produk riset yang telah dihasilkan Unand amat sesuai dengan hasil kekayaan alam yang dimiliki bangsa ini.
Ia mengingatkan karena kekayaan alam yang dimiliki bangsa ini jangan sampai membuat kita terlena dan berada dalam zona nyaman.
Menristek memberi contoh di Sumatera Barat sudah berhasil menanam dan memetik hasil gambir bahkan hasilnya diekspor ke luar tetapi jangan merasa puas sampai di situ
"Yang paling menikmati sumber daya alam tersebut adalah mereka yang bisa menciptakan nilai tambah produk bukan yang menanam saja," kata dia.
Untuk bisa menciptakan nilai tambah produk kuncinya adalah teknologi dan ilmu pengetahuan.
"Jadi yang harus dilakukan saat ini adalah bagaimana caranya agar kekayaan alam tersebut setelah melalui proses riset menjadi produk baru yang dapat diterima masyarakat secara umum," katanya.
Sejalan dengan itu Rektor Unand Prof Yuliandri mengatakan potensi dan terhadap hasil riset inovasi menjadi tantangan bagi para dosen untuk terus dikembangkan
"Unand punya tekad jadi universitas riset dan diberi kesempatan lebih luas untuk masuk ke jaringan prioritas riset nasional," ujarnya. Menristek Bambang Brodjonegoro pada peresmian Science Tehno Park Unand secara daring di Padang, Jumat. (Antara/Ikhwan Wahyudi) Sementara Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unand Uyung Gatot menyampaikan Science Tehno Park merupakan bantuan dari Kemenristek dan pembangunannya sudah digagas sejak 2005 yang dibangun di lahan seluas 3,5 hektare.
Dengan adanya science techno park menjadi wadah untuk menyalurkan hasil riset dan temuan para dosen sehingga bisa bermanfaat langsung bagi masyarakat yang pada akhirnya turut serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi, ujarnya,
Ia berharap melalui Science Tehno Park sistem riset dan inovasi di Unand dapat masuk ke dunia komersialisasi yang lebih intensif sehingga mampu meningkatkan daya saing dunia usaha dan menjadi pemasukan bagi dosen.
Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menristek luncurkan 100 produk inovasi hasil riset Unand yang siap dikomersialisasi
09 October 2020 17:15 WIB, 2020
Menristek luncurkan 100 produk inovasi hasil riset Unand yang siap dikomersialisasi
09 October 2020 17:01 WIB, 2020
Menristek dorong wujudkan bahan bakar nabati Indonesia berbasis sawit
10 September 2020 6:08 WIB, 2020
Menristek dorong riset pangan dan nutrisi cegah 'stunting' di tengah pandemi
10 July 2020 6:09 WIB, 2020
Robot RAISA bantu tenaga medis tangani pasien COVID-19, begini cara kerjanya
14 May 2020 14:02 WIB, 2020
BPPT produksi massal perangkat tes cepat COVID-19, paling lambat 8 Mei tuntas
04 May 2020 12:33 WIB, 2020
Terpopuler - Liputan Khusus
Lihat Juga
Bukittinggi Raih Prestasi Internasional, The 5th ASEAN Clean Tourist City Award di Filipina
01 February 2026 14:07 WIB