Karbon monoksida di pertambangan meluap, 16 orang tewas
Senin, 28 September 2020 10:38 WIB
Dokumen-- Area pertambangan Bayan Obo di Inner Mongolia, China, (REUTERS/CHINA STRINGER NETWORK)
Jakarta (ANTARA) - Sedikitnya 16 orang tewas akibat meluapnya karbon monoksida di tambang batu bara di Kota Chongqing, China.
Peristiwa tersebut terjadi di tambang batu bara Songzhao, milik perusahaan energi di Distrik Qijiang, Minggu (27/9), demikian pernyataan pemerintah setempat, Senin.
Terbakarnya tali konfeyor di lokasi tambang tersebut menimbulkan karbon monoksida melebihi batas level keamanan.
Sebanyak 17 orang terjebak di area pertambangan, 16 di antaranya dipastikan meninggal dunia dan satu orang lainnya masih dalam perawatan intensif di rumah sakit setempat.
Media resmi China melaporkan bahwa aparat keamanan dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan atas penyebab insiden tersebut.
Sementara beberapa personel SAR dan petugas pemadam kebakaran mengevakuasi para korban.
Peristiwa tersebut terjadi di tambang batu bara Songzhao, milik perusahaan energi di Distrik Qijiang, Minggu (27/9), demikian pernyataan pemerintah setempat, Senin.
Terbakarnya tali konfeyor di lokasi tambang tersebut menimbulkan karbon monoksida melebihi batas level keamanan.
Sebanyak 17 orang terjebak di area pertambangan, 16 di antaranya dipastikan meninggal dunia dan satu orang lainnya masih dalam perawatan intensif di rumah sakit setempat.
Media resmi China melaporkan bahwa aparat keamanan dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan atas penyebab insiden tersebut.
Sementara beberapa personel SAR dan petugas pemadam kebakaran mengevakuasi para korban.
Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sumbar Hentikan Sementara Aktivitas Tambang Bermasalah di Padang Pariaman
11 February 2026 11:07 WIB
Bulan K3 Nasional 2026, PT Semen Padang dorong kesehatan optimal pekerja tambang
29 January 2026 11:43 WIB
Anggota DPR RI Andre Rosiade tegaskan penertiban tambang ilegal di Sumbar tidak pandang bulu
19 January 2026 7:55 WIB