Pengamat : Masyarakat Sumbar pilih kepala daerah berdasarkan ketokohan
Kamis, 9 Juli 2020 15:35 WIB
Pengamat Politik Universitas Andalas, Edi Indrizal. (antarasumbar/Istimewa)
Padang (ANTARA) - Pengamat politik Universitas Andalas Padang, Edi Indrizal mengatakan masyarakat Sumatera Barat memilih kepala daerah dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2020 berdasarkan faktor ketokohan.
“Kita melihat faktor tokoh ini begitu penting walau ini bukan satu-satunya faktor penting bagi warga Sumbar untuk memilih,” ujar dia.
Hal ini menyebabkan faktor primordial bukan menjadi yang paling utama dan ketokohan calon kepala daerah menjadi faktor penting sehingga menjaga reputasi menjadi kunci.
Menurut dia dalam peta politik Sumbar saat ini ada tiga tokoh yang memiliki kendaraan politik dan memiliki peluang yang cukup besar dibanding tokoh lain di Pilgub Sumbar nantinya.
Mulai dari anggota DPR RI Mulyadi, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit dan Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah memiliki modal popularitas dan ketokohan yang membuat mereka lebih unggul dari calon lainnya.
“Kita melihat ketiga orang tersebut dengan jabatan politik masing-masing membuat mereka cukup bersaing. Dari beberapa survei nasional juga menempatkan ketiganya di posisi teratas mulai dari peringkat pertama Mulyadi diikuti Nasrul Abit dan Mahyeldi,” terang dia.
Selain itu faktor pendamping yang mereka pilih sebagai pasangan kepala daerah juga menentukan memenangkan Pilgub Sumbar nantinya.
Saat ini memang sudah ada beberapa nama yang muncul bahkan deklarasi seperti Nasrul Abit dengan Indra Catri yang direkomendasikan Partai Gerindra atau pasangan Mahyeldi dengan Audi Joinaldy serta Mulyadi dengan Ali Mukhni namun itu semua belum final.
“Kita lihat yang pasti itu nanti setelah mereka resmi terdaftar sebagai calon gubernur dan wakil gubernur yang ditetapkan oleh KPU Sumbar,” ujar dia.
Ia mengatakan Pilgub Sumbar memiliki sejarah tersendiri yakni munculnya pasangan calon kepala daerah di menit-menit akhir pendaftaran dan saat ini masih ada waktu panjang hingga penetapan calon oleh KPU Sumbar.
“Para tokoh tentu harus berjuang memastikan dirinya terdaffar dan terus menjaga elektabilitas serta menjauhi kontroversi karena akan berpengaruh pada reputasi dan tingkat kepercayaan publik kepada mereka,” jelas dia.
“Kita melihat faktor tokoh ini begitu penting walau ini bukan satu-satunya faktor penting bagi warga Sumbar untuk memilih,” ujar dia.
Hal ini menyebabkan faktor primordial bukan menjadi yang paling utama dan ketokohan calon kepala daerah menjadi faktor penting sehingga menjaga reputasi menjadi kunci.
Menurut dia dalam peta politik Sumbar saat ini ada tiga tokoh yang memiliki kendaraan politik dan memiliki peluang yang cukup besar dibanding tokoh lain di Pilgub Sumbar nantinya.
Mulai dari anggota DPR RI Mulyadi, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit dan Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah memiliki modal popularitas dan ketokohan yang membuat mereka lebih unggul dari calon lainnya.
“Kita melihat ketiga orang tersebut dengan jabatan politik masing-masing membuat mereka cukup bersaing. Dari beberapa survei nasional juga menempatkan ketiganya di posisi teratas mulai dari peringkat pertama Mulyadi diikuti Nasrul Abit dan Mahyeldi,” terang dia.
Selain itu faktor pendamping yang mereka pilih sebagai pasangan kepala daerah juga menentukan memenangkan Pilgub Sumbar nantinya.
Saat ini memang sudah ada beberapa nama yang muncul bahkan deklarasi seperti Nasrul Abit dengan Indra Catri yang direkomendasikan Partai Gerindra atau pasangan Mahyeldi dengan Audi Joinaldy serta Mulyadi dengan Ali Mukhni namun itu semua belum final.
“Kita lihat yang pasti itu nanti setelah mereka resmi terdaftar sebagai calon gubernur dan wakil gubernur yang ditetapkan oleh KPU Sumbar,” ujar dia.
Ia mengatakan Pilgub Sumbar memiliki sejarah tersendiri yakni munculnya pasangan calon kepala daerah di menit-menit akhir pendaftaran dan saat ini masih ada waktu panjang hingga penetapan calon oleh KPU Sumbar.
“Para tokoh tentu harus berjuang memastikan dirinya terdaffar dan terus menjaga elektabilitas serta menjauhi kontroversi karena akan berpengaruh pada reputasi dan tingkat kepercayaan publik kepada mereka,” jelas dia.
Pewarta : Mario Sofia Nasution
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Malut United jamu Persijap Jumat (13/2/2026) dan pengaruhnya ke posisi Semen Padang FC
13 February 2026 17:36 WIB
Pemkot Padang Tegaskan Komitmen Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Ramadan
13 February 2026 17:29 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Antisipasi pencurian kendaraan bermotor selama Ramadhan, Satreskrim Polres Dharmasraya optimalkan ini
12 February 2026 16:44 WIB