Dampak pandemi COVID-19 juga dirasakan Koperasi Simpan Pinjam di Pasaman Barat
Senin, 27 April 2020 21:43 WIB
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Pasaman Barat Ali Zamar.(Antara)
Simpang Empat,- (ANTARA) - Koperasi Simpan Pinjam di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) mulai terdampak akibat Corona Virus Disease (COVID-19).
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Pasaman Barat Ali Zamar di Simpang Empat, Senin mengatakan koperasi mulai mengeluh dengan banyaknya tunggakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada.
"Umumnya nasabah dari koperasi itu sendiri adalah UKKM. Sementara lebih separuh dari 2.632 UMKM yang ada mati total karena tidak beroperasi lagi," katanya.
Ia mengatakan dengan kondisi itu koperasi yang ada saat ini menghadapi dilema tersendiri. Apalagi, dana koperasi yang disalurkan ke UMKM adalah dana pinjaman bank.
Menurutnya bank hingga saat ini tak mengeluarkan kebijakan membantu Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Sementara KSP tidak kuasa memaksa UMKM yang sudah tutup untuk tetap membayar pinjaman.
"Kita sudah banyak menerima laporan dan keluhan pengurus koperasi yang ada serta minta solusi," ujarnya.
Ia menyebutkan pengurus koperasi pakai uang bank yang disalurkan e UMKM. Bagaimana bisa diberi keringanan kepada nasabah. Kecuali pihak bank juga memberikan keringanan kepada pengurus koperasi itu sendiri.
Pihaknya saat ini sedang membicarakan dengan pihak bank bagaimana solusinya lagi.
"Mudah-mudahan nantinya ada solusi dari pihak bank," harapnya.
Ia menjelaskan kebanyakan yang terkena dampak COVID-19 adalah pelaku UMKM sebagai nasabah koperasi.
"Matinya UKKM disebabkan oleh menurunnya omzet sehingga usaha mereka mengalami kerugian dan akhirnya lebih memilih menutup usaha," ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Pasaman Barat Ali Zamar di Simpang Empat, Senin mengatakan koperasi mulai mengeluh dengan banyaknya tunggakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada.
"Umumnya nasabah dari koperasi itu sendiri adalah UKKM. Sementara lebih separuh dari 2.632 UMKM yang ada mati total karena tidak beroperasi lagi," katanya.
Ia mengatakan dengan kondisi itu koperasi yang ada saat ini menghadapi dilema tersendiri. Apalagi, dana koperasi yang disalurkan ke UMKM adalah dana pinjaman bank.
Menurutnya bank hingga saat ini tak mengeluarkan kebijakan membantu Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Sementara KSP tidak kuasa memaksa UMKM yang sudah tutup untuk tetap membayar pinjaman.
"Kita sudah banyak menerima laporan dan keluhan pengurus koperasi yang ada serta minta solusi," ujarnya.
Ia menyebutkan pengurus koperasi pakai uang bank yang disalurkan e UMKM. Bagaimana bisa diberi keringanan kepada nasabah. Kecuali pihak bank juga memberikan keringanan kepada pengurus koperasi itu sendiri.
Pihaknya saat ini sedang membicarakan dengan pihak bank bagaimana solusinya lagi.
"Mudah-mudahan nantinya ada solusi dari pihak bank," harapnya.
Ia menjelaskan kebanyakan yang terkena dampak COVID-19 adalah pelaku UMKM sebagai nasabah koperasi.
"Matinya UKKM disebabkan oleh menurunnya omzet sehingga usaha mereka mengalami kerugian dan akhirnya lebih memilih menutup usaha," ujarnya.
Pewarta : Altas Maulana
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah pusat bantu perbaikan tiga rumah di Pariaman terdampak bencana hidrometeorologi
13 February 2026 18:22 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB