Corona, Menkes sebut tak ada penutupan Depok
Senin, 2 Maret 2020 14:56 WIB
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/2/2020). ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga/pri.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memastikan tak akan ada langkah isolasi bahkan lebih jauh penutupan Kota Depok hanya demi mencegah penyebaran virus corona.
“Ya enggak lah, siapa yang mau nutup,” kata Menkes Terawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.
Sebelumnya, dua WNI yang dinyatakan positif terjangkit corona diketahui merupakan warga Kota Depok, Jawa Barat.
Menurut dia, saat ini dunia semakin rasional dalam menghadapi mewabahnya virus corona. Ketika satu kasus ditemukan maka dari sejak pintu masuk sudah mulai ditindaklanjuti.
“Jadi begini, dunia itu semakin rasional. Satu, tracking sudah bisa dikerjakan, dari pintu masuk bisa dikerjakan. Kegiatan untuk meningkatkan imunitas itu yang penting. Kalau tubuh kita kuat tidak akan masuk,” katanya.
Terawan juga menegaskan, aktivitas wisata di Indonesia tetap berjalan normal karena wisatawan dari negara yang tidak terdampak tidak dilarang masuk ke Tanah Air.
“Wisatawan kan dari negara yang tidak terdampak. Kan tidak seluruh dunia kena, baru 54 negara atau 52 negara yang kena. Jadi kita ini hati-hati tapi tidak sampai paranoid, kita lakukan cegah tangkal yang baik sesuai prosedur, diungkapkan tidak boleh paranoid oleh WHO,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersikap rasional dan tidak paranoid dalam menghadapi virus corona.
Namun lebih pada menjaga kesehatan dan imunitas agar tidak tertular virus berbahaya yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Hubei, China itu.
“Ya enggak lah, siapa yang mau nutup,” kata Menkes Terawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.
Sebelumnya, dua WNI yang dinyatakan positif terjangkit corona diketahui merupakan warga Kota Depok, Jawa Barat.
Menurut dia, saat ini dunia semakin rasional dalam menghadapi mewabahnya virus corona. Ketika satu kasus ditemukan maka dari sejak pintu masuk sudah mulai ditindaklanjuti.
“Jadi begini, dunia itu semakin rasional. Satu, tracking sudah bisa dikerjakan, dari pintu masuk bisa dikerjakan. Kegiatan untuk meningkatkan imunitas itu yang penting. Kalau tubuh kita kuat tidak akan masuk,” katanya.
Terawan juga menegaskan, aktivitas wisata di Indonesia tetap berjalan normal karena wisatawan dari negara yang tidak terdampak tidak dilarang masuk ke Tanah Air.
“Wisatawan kan dari negara yang tidak terdampak. Kan tidak seluruh dunia kena, baru 54 negara atau 52 negara yang kena. Jadi kita ini hati-hati tapi tidak sampai paranoid, kita lakukan cegah tangkal yang baik sesuai prosedur, diungkapkan tidak boleh paranoid oleh WHO,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersikap rasional dan tidak paranoid dalam menghadapi virus corona.
Namun lebih pada menjaga kesehatan dan imunitas agar tidak tertular virus berbahaya yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Hubei, China itu.
Pewarta : Hanni Sofia
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hasil uji klinis Vaksin Nusantara dimuat dalam jurnal internasional, ini harapannya
29 August 2022 6:37 WIB, 2022
Ribka sayangkan dan mempertanyakan pemecatan dr Terawan dari keanggotaan IDI
28 March 2022 6:52 WIB, 2022
Majelis Kehormatan Etik Kedokteran berhentikan dr. Terawan dari keanggotaan IDI
27 March 2022 14:07 WIB, 2022
Selain tenaga medis, pekerja 18-59 tahun dapat prioritas vaksin COVID-19
01 October 2020 9:12 WIB, 2020
Keluarga tenaga kesehatan yang gugur tangani pasien COVID-19 diberi santunan
18 August 2020 13:59 WIB, 2020
Menkeu sebut anggaran penanganan COVID-19 baru sedikit cair karena banyak jalurnya
30 June 2020 15:08 WIB, 2020