Padang, (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang menargetkan pada 2030 daerah tersebut sudah terbebas dari penyakit HIV/AIDS sehingga tidak ada lagi warga setempat yang mengidap penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh tersebut.
"Berdasarkan prevalensi HIV warga Padang serta temuan di unit layanan kesehatan yang terus turun ditargetkan pada 2030 Padang terbebas dari HIV/AIDS," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani di Padang, Rabu.
Ia menyebutkan pada 2019 temuan kasus HIV baru di Padang mencapai 287 atau mengalami penurunan dibandingkan 2018 yang mencapai 447.
"Penemuan tersebut dilakukan melalui screning hingga 25 ribu orang pada kelompok rentan mulai dari ibu hamil hingga warga yang berisiko tinggi," kata dia.
Menurut dia semakin banyak kasus HIV baru ditemukan pertanda kinerja tenaga kesehatan semakin baik dan HIV menjadi lebih mudah dikontrol.
Dari 287 kasus HIV baru pada 2019 tersebut sumber penularan berasal dari hubungan lelaki sesama laki-laki 85 orang, tubercolosis 55 orang, ujarnya.
Dilihat dari jenis kelamin pengidap HIV terbanyak di Padang yang ditemukan pada 2019 adalah laki-laki sebanyak 231 orang dan 56 orang perempuan dengan rentang umur pengidap terbanyak berada pada usia produktif yaitu 25-49 tahun.
Berdasarkan perkembangan prevalensi HIV pada populasi kunci terjadi perubahan sarana penularan seperti penggunaan narkoba dan jarum suntik yang terus turun, hingga penularan lewat pekerja seks komersial.
Akan tetapi terjadi peningkatan pada hubungan laki-laki dengan laki laki dua kali lipat dan penularan dari pria berisiko tinggi yang menularkan pada istri hingga tujuh kali lipat.
Dalam rangka menurunkan jumlah kasus baru HIV, menekan angka kematian dan menghapus stigma dan diskriminasi Pemkot Padang menyediakan pelayanan pengobatan di 23 puskesmas dan dua rumah sakit.
"Tujuannya mengurangi morbiditas dan mortalitas pada Orang Dengan HIV AIDS dan memaksimalkan dampak pengobatan dan pencegahan dari ARV," kata dia.
Selain itu Padang juga menggunakan strategi temukan Orang Dengan HIV AIDS, berikan terapi ARV segera setelah memenuhi syarat dan pertahankan kepatuhan ODHA dalam mengonsumsi ARV.
Terbanyak temuan kasus HIV/AIDS, Padang targetkan pada 2030 "zero"
Rabu, 22 Januari 2020 15:57 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani (Tengah). (Antara/Ikhwan Wahyudi)
Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026