Pascapembunuhan Soleimani, Inggris kurangi staf di Iran dan Irak
Selasa, 7 Januari 2020 8:34 WIB
Warga menghadiri prosesi pemakaman Mayor Jenderal Qassem Soleimani, kepala Pasukan elit Quds, dan komandan milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis, yang tewas dalam serangan udara di bandara Baghdad, di Ahvaz, Iran, Minggu (5/1/2020). ANTARA/VIA REUTERS/WANA NEWS AGENCY/tm.
Teheran, (ANTARA) - Inggris telah mengurangi staf di kedutaan besarnya di Iran dan Irak ke tingkat minimum setelah komandan militer Iran di Qassem Soleimani terbunuh dalam serangan drone AS, Sky News melaporkan pada Senin (6/1).
Penarikan para diplomat adalah langkah pencegahan di luar data spesifik intelijen dari suatu ancaman, menurut laporan itu, yang mengutip sumber-sumber diplomatik. (http://bit.ly/2FvWb0x)
Duta Besar Rob Macaire di Teheran dan Stephen Hickey di Baghdad akan tetap berada di pos mereka, kata Sky News.
Kantor Luar Negeri Inggris mengatakan kedutaan besarnya di Baghdad dan Teheran tetap terbuka tetapi menolak mengomentari detail operasional kedutaan.
"Keselamatan dan keamanan staf kami sangat penting dan kami menjaga keamanan kami berdasarkan tinjauan rutin," kata seorang juru bicara. (*)
Penarikan para diplomat adalah langkah pencegahan di luar data spesifik intelijen dari suatu ancaman, menurut laporan itu, yang mengutip sumber-sumber diplomatik. (http://bit.ly/2FvWb0x)
Duta Besar Rob Macaire di Teheran dan Stephen Hickey di Baghdad akan tetap berada di pos mereka, kata Sky News.
Kantor Luar Negeri Inggris mengatakan kedutaan besarnya di Baghdad dan Teheran tetap terbuka tetapi menolak mengomentari detail operasional kedutaan.
"Keselamatan dan keamanan staf kami sangat penting dan kami menjaga keamanan kami berdasarkan tinjauan rutin," kata seorang juru bicara. (*)
Pewarta : Atman Ahdiat
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jadwal Liga Inggris: Jumpa West Ham, Arsenal bisa menjauh dari Manchester City
08 May 2026 11:45 WIB
Klasemen Liga Inggris: Arsenal masih di puncak, Manchester City tipiskan jarak
20 April 2026 9:13 WIB