Terkait pembunuhan jenderal Iran, Jerman serukan pertemuan menlu Uni Eropa
Senin, 6 Januari 2020 8:43 WIB
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif (kanan) berbicara di samping Elmar Brok (kiri), Ketua Komite Parlemen Eropa untuk Urusan Luar Negeri, di Parlemen Uni Eropa di Brussels, Belgia, Selasa (16/2). (REUTERS/Francois Lenoir)
Berlin, (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas, Minggu, menyerukan pertemuan dengan rekan-rekannya di Uni Eropa untuk membahas ketegangan yang meningkat di Timur Tengah setelah pembunuhan komandan Pasukan Quds Iran Mayor Jenderal Qassem Soleimani di Irak oleh Amerika Serikat.
"Sebagai orang Eropa, kami mencoba dan memanfaatkan saluran komunikasi sepenuhnya dalam situasi saat ini," ujar Heiko Maas dalam sebuah pernyataan.
Baca juga: Kaepernick anggap AS sebagai penjajah karena membunuh pemimpin pasukan Elit Quds Iran
Maas mengusulkan kepada kepala urusan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell untuk mengadakan pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa pada pekan ini.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk mengeluarkan kebijakan bersama terkait krisis di Timur Tengah saat ini.
Maas juga mengatakan Jerman akan berbicara kepada pemerintah Irak setelah parlemen negara itu mendukung rekomendasi perdana menteri bahwa semua pasukan asing harus keluar dari Irak.
"Kepentingan utama kami yaitu stabilitas dan persatuan Irak tidak boleh menjadi korban dari eskalasi konflik baru-baru ini," katanya.
Baca juga: Erdogan sebut Irak jadi zona perang antara AS-Iran rusak stabilitas kawasan
Jerman memiliki sekitar 120 tentara yang dikerahkan di Irak di bawah Operation Inherent Resolve yang dipimpin AS.
"Kami siap untuk melanjutkan dukungan kami jika diinginkan dan situasi memungkinkan," kata Maas.
"Kami sekarang mendiskusikan hal ini secara intensif dengan para mitra kami, di Dewan NATO, di Uni Eropa, dalam koalisi anti-ISIS, dan terutama dengan kontak kami di Irak."
Sementara itu, Jerman telah memutuskan untuk menunda pergantian pasukannya di Irak, kata kementerian pertahanan dalam sebuah pos di Twitter pada Minggu. (*)
Baca juga: Trump janji serang balik jika Iran serang warga negara AS
"Sebagai orang Eropa, kami mencoba dan memanfaatkan saluran komunikasi sepenuhnya dalam situasi saat ini," ujar Heiko Maas dalam sebuah pernyataan.
Baca juga: Kaepernick anggap AS sebagai penjajah karena membunuh pemimpin pasukan Elit Quds Iran
Maas mengusulkan kepada kepala urusan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell untuk mengadakan pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa pada pekan ini.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk mengeluarkan kebijakan bersama terkait krisis di Timur Tengah saat ini.
Maas juga mengatakan Jerman akan berbicara kepada pemerintah Irak setelah parlemen negara itu mendukung rekomendasi perdana menteri bahwa semua pasukan asing harus keluar dari Irak.
"Kepentingan utama kami yaitu stabilitas dan persatuan Irak tidak boleh menjadi korban dari eskalasi konflik baru-baru ini," katanya.
Baca juga: Erdogan sebut Irak jadi zona perang antara AS-Iran rusak stabilitas kawasan
Jerman memiliki sekitar 120 tentara yang dikerahkan di Irak di bawah Operation Inherent Resolve yang dipimpin AS.
"Kami siap untuk melanjutkan dukungan kami jika diinginkan dan situasi memungkinkan," kata Maas.
"Kami sekarang mendiskusikan hal ini secara intensif dengan para mitra kami, di Dewan NATO, di Uni Eropa, dalam koalisi anti-ISIS, dan terutama dengan kontak kami di Irak."
Sementara itu, Jerman telah memutuskan untuk menunda pergantian pasukannya di Irak, kata kementerian pertahanan dalam sebuah pos di Twitter pada Minggu. (*)
Baca juga: Trump janji serang balik jika Iran serang warga negara AS
Pewarta : Azis Kurmala
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ledakan tabung gas di Jakarta Barat, korban terlempar ke luar rumah hingga luka parah
07 January 2026 12:34 WIB
Legislator RI Ade Rezki gelar Sosialisasi Bangga Kencana di Padang Luar Agam
11 November 2025 15:49 WIB
Serahkan Sertifikat Hak Pakai kepada Menteri Luar Negeri, Menteri Nusron: Langkah amankan aset negara
07 November 2025 11:10 WIB