Ini alasan Jokowi soal percepatan implementasi Program Biodiesel
Senin, 23 Desember 2019 10:52 WIB
Presiden Jokowi meresmikan implementasi Program B30 di SPBU Pertamina Jalan MT Haryono Jakarta, Senin (23/12/2019). (ANTARA/Agus Salim)
Jakarta, (ANTARA) - Presiden Jolo Widodo menegaskan sejumlah alasan Indonesia harus mempercepat pelaksanaan implementasi Program Biodiesel bahkan hingga Program B100.
"Bagi saya tidak cukup hanya sampai ke B30, tadi saya sudah perintah lagi kepada para menteri dan Dirut Pertamina untuk masuk nanti tahun depan ke B40 dan awal tahun 2021 juga masuk ke B50," kata Presiden Jokowi saat peresmian implementasi Program B30 di SPBU Pertamina di Jalan MT Haryono Jakarta, Senin.
Ia menyebutkan setelah urusan kilang petrokimia terbesar selesai, ia memonitor secara khusus dari hari ke hari, bulan ke bulan untuk implementasi Program B30.
Menurut dia, setelah implementasi Program B20, sekarang ini Indonesia masuk ke Program B30.
Jokowi mengungkapkan paling tidak ada tiga alasan percepatan Program Biodiesel. Yang pertama, Indonesia berusaha mencari sumber sumber energi baru terbarukan dan harus melepaskan diri dari ketergantungan pada energi fosil yang suatu saat pasti akan habis.
Menurut dia, pengembangan energi baru terbarukan juga membuktikan komitmen Indonesia untuk menjaga planet bumi, menjaga energi bersih dengan menurunkan emisi gas karbon dan meningkatkan kualitas lingkungan.
Kedua, ketergantungan Indonesia kepada BBM impor, termasuk di dalamnya solar cukup tinggi, sementara di sisi lain Indonesia adalah negara penghasil sawit terbesar di dunia.
"Dengan potensi sawit sebesar itu kita punya banyak sumber bahan bakar nabati sebagai pengganti bahan bakar solar," katanya.
Menurut Presiden, potensi itu harus dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional. Usaha usaha untuk mengurangi impor BBM, khususnya solar, harus terus dilakukan dengan serius.
"Kalkulasinya jika kita konsisten menerapkan B30 ini akan menghemat devisa kurang lebih Rp63 trilun, jumlah yang besar sekali," katanya.
Ketiga, lanjut Presiden Jokowi, penerapan B30 juga akan menciptakan permintaan domestik akan CPO yang sangat besar. Selanjutnya menimbulkan multiplier effect terhadap 16,5 juta petani dan pekebun kelapa sawit Indonesia.
Ini artinya Program B30 akan berdampak kepada para pekebun kecil maupun menengah, petani rakyat yang selama ini memproduksi sawit, serta para pekerja yang bekerja di pabrik-pabrik kelapa sawit
Menurut Jokowu, setelah program tersebut jalan, Indonesia tidak akan mudah ditekan-tekan lagi oleh negara manapun, terutama melalui kampanye negatif yang dilakukan beberapa negara terhadap ekspor CPO karena pasar dalam negeri yang sangat besar.
"Saya mengingatkan bahwa kunci keberhasilan program implementasi B30 maupun nantinya menuju ke B100, apakah kita mau keluar dari rezim impor atau tidak," katanya.
Ia mengingatkan tidak ada lagi yang masih suka impor, termasuk impor BBM. "Karena itu permintaan terhadap B30 dan menuju B100 dalam negeri harus terus dikembangkan dan diperbesar," kata Jokowi. Presiden Jokowi dan sejumlah pejabat menyaksikan pengisian BBM biodiesel dalam rangka implementasi Program B30 di SPBU Pertamina Jalan MT Haryono Jakarta, Senin (23/12/2019). (ANTARAAgus Salim)
"Bagi saya tidak cukup hanya sampai ke B30, tadi saya sudah perintah lagi kepada para menteri dan Dirut Pertamina untuk masuk nanti tahun depan ke B40 dan awal tahun 2021 juga masuk ke B50," kata Presiden Jokowi saat peresmian implementasi Program B30 di SPBU Pertamina di Jalan MT Haryono Jakarta, Senin.
Ia menyebutkan setelah urusan kilang petrokimia terbesar selesai, ia memonitor secara khusus dari hari ke hari, bulan ke bulan untuk implementasi Program B30.
Menurut dia, setelah implementasi Program B20, sekarang ini Indonesia masuk ke Program B30.
Jokowi mengungkapkan paling tidak ada tiga alasan percepatan Program Biodiesel. Yang pertama, Indonesia berusaha mencari sumber sumber energi baru terbarukan dan harus melepaskan diri dari ketergantungan pada energi fosil yang suatu saat pasti akan habis.
Menurut dia, pengembangan energi baru terbarukan juga membuktikan komitmen Indonesia untuk menjaga planet bumi, menjaga energi bersih dengan menurunkan emisi gas karbon dan meningkatkan kualitas lingkungan.
Kedua, ketergantungan Indonesia kepada BBM impor, termasuk di dalamnya solar cukup tinggi, sementara di sisi lain Indonesia adalah negara penghasil sawit terbesar di dunia.
"Dengan potensi sawit sebesar itu kita punya banyak sumber bahan bakar nabati sebagai pengganti bahan bakar solar," katanya.
Menurut Presiden, potensi itu harus dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional. Usaha usaha untuk mengurangi impor BBM, khususnya solar, harus terus dilakukan dengan serius.
"Kalkulasinya jika kita konsisten menerapkan B30 ini akan menghemat devisa kurang lebih Rp63 trilun, jumlah yang besar sekali," katanya.
Ketiga, lanjut Presiden Jokowi, penerapan B30 juga akan menciptakan permintaan domestik akan CPO yang sangat besar. Selanjutnya menimbulkan multiplier effect terhadap 16,5 juta petani dan pekebun kelapa sawit Indonesia.
Ini artinya Program B30 akan berdampak kepada para pekebun kecil maupun menengah, petani rakyat yang selama ini memproduksi sawit, serta para pekerja yang bekerja di pabrik-pabrik kelapa sawit
Menurut Jokowu, setelah program tersebut jalan, Indonesia tidak akan mudah ditekan-tekan lagi oleh negara manapun, terutama melalui kampanye negatif yang dilakukan beberapa negara terhadap ekspor CPO karena pasar dalam negeri yang sangat besar.
"Saya mengingatkan bahwa kunci keberhasilan program implementasi B30 maupun nantinya menuju ke B100, apakah kita mau keluar dari rezim impor atau tidak," katanya.
Ia mengingatkan tidak ada lagi yang masih suka impor, termasuk impor BBM. "Karena itu permintaan terhadap B30 dan menuju B100 dalam negeri harus terus dikembangkan dan diperbesar," kata Jokowi. Presiden Jokowi dan sejumlah pejabat menyaksikan pengisian BBM biodiesel dalam rangka implementasi Program B30 di SPBU Pertamina Jalan MT Haryono Jakarta, Senin (23/12/2019). (ANTARAAgus Salim)
Pewarta : Agus Salim
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Alokasi biodiesel ditambah 213 kiloliter penuhi kebutuhan energi sampai akhir tahun
01 December 2021 8:07 WIB, 2021
Indonesia produsen biodiesel terbesar di dunia, lebih tinggi dari Amerika, Brazil dan Jerman
26 April 2021 11:18 WIB, 2021
Bahan bakar B30 mempengaruhi kualitas mesin kendaraan?, ini jaminan pemerintah
16 January 2020 14:40 WIB, 2020
Implementasi B30 akan hemat devisa 4,8 miliar dolar, Jokowi: Saya paling senang
23 December 2019 11:57 WIB, 2019
Kementerian ESDM sebut penerapan B20 telah turunkan emisi setara 20.000 bus
10 December 2019 5:46 WIB, 2019
Hasil uji jalan B30 diumumkan akhir November, target implementasi Januari 2020
15 November 2019 14:51 WIB, 2019
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB