Empat Bunga Rafflesia Mekar Bersamaan di Agam
Rabu, 11 Desember 2019 20:54 WIB
Tim BKSDA Resor Agam, sedang mengukur bunga rafflesia di Jorong Data Simpang Dingin, Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjungraya, Rabu (11/12). (Antara/Dok BKSDA Resor Agam)
Lubukbasung, (ANTARA) - Sebanyak empat individu bunga rafflesia jenis arnoldii mekar secara bersamaan di dua titik populasi di Jorong Data Simpang Dingin, Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Ade Putra di Lubukbasung, Rabu, mengatakan dua dari empat bunga rafflesia itu sedang mekar sempurna pada hari kedua.
Sedangkan dua bunga rafflesia lainnya sudah melewati masa mekar sempurna atau mekar pada hari ke tujuh.
"Dua bunga rafflesia itu sudah berwarna hitam dan akan membusuk," katanya.
Ia mengatakan, bunga tersebut mekar diketahui ketika tim BKSDA Resor Agam melaksanakan pemantauan dan monitoring populasi di daerah tersebut pada Rabu (11/12).
Pada titik pertama, ditemukan individu mekar sempurna dengan diameter mencapai 90 centimeter dan diperkirakan dalam satu minggu sampai dengan satu bulan ke depan akan ada lima knop yang akan mekar lagi.
Di lokasi ini juga terdapat bongkol atau knop yang menempel pada batang pohon dalam jumlah banyak dan menyerupai kumpulan biji salak.
Sedangkan di titik populasi kedua, ditemukan dua individu yang mekar sempurna dengan diameter 90 centimeter dan 91 centimeter.
"Kita juga menemukan beberapa knop di daerah itu," katanya.
Ia mengakui, di Agam terdapat 13 titik sebaran populasi bunga rafflesia yang sebagian besar terdapat di daerah sekeliling Danau Maninjau.
Bunga rafflesia merupakan tumbuhan langka dan dilindungi Undang-undang No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Ade Putra di Lubukbasung, Rabu, mengatakan dua dari empat bunga rafflesia itu sedang mekar sempurna pada hari kedua.
Sedangkan dua bunga rafflesia lainnya sudah melewati masa mekar sempurna atau mekar pada hari ke tujuh.
"Dua bunga rafflesia itu sudah berwarna hitam dan akan membusuk," katanya.
Ia mengatakan, bunga tersebut mekar diketahui ketika tim BKSDA Resor Agam melaksanakan pemantauan dan monitoring populasi di daerah tersebut pada Rabu (11/12).
Pada titik pertama, ditemukan individu mekar sempurna dengan diameter mencapai 90 centimeter dan diperkirakan dalam satu minggu sampai dengan satu bulan ke depan akan ada lima knop yang akan mekar lagi.
Di lokasi ini juga terdapat bongkol atau knop yang menempel pada batang pohon dalam jumlah banyak dan menyerupai kumpulan biji salak.
Sedangkan di titik populasi kedua, ditemukan dua individu yang mekar sempurna dengan diameter 90 centimeter dan 91 centimeter.
"Kita juga menemukan beberapa knop di daerah itu," katanya.
Ia mengakui, di Agam terdapat 13 titik sebaran populasi bunga rafflesia yang sebagian besar terdapat di daerah sekeliling Danau Maninjau.
Bunga rafflesia merupakan tumbuhan langka dan dilindungi Undang-undang No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
Pewarta : Yusrizal
Editor : Ikhwan Wahyudi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Agam kerahkan dua alat berat bersihkan material longsor timbun jalan
12 February 2026 12:01 WIB
Belasan rumah warga Agam terendam banjir akibat curah hujan tinggi (Video)
12 February 2026 4:32 WIB
Pemkab Agam bebaskan PBB-P2 wajib pajak terdampak bencana hidrometeorologi
11 February 2026 10:27 WIB
Proses pengadaan kendaraan dinas kepala daerah Agam dimulai pada Oktober 2025
09 February 2026 12:50 WIB
Polri bangun dua jembatan bailey di Agam permudah akses warga pascabencana
07 February 2026 13:40 WIB
TP PKK Pusat salurkan 500 paket bantuan ke warga terdampak bencana di Agam
06 February 2026 17:16 WIB