Tim gabungan cari nelayan hilang terseret arus laut
Minggu, 24 November 2019 12:52 WIB
Tim Basarnas berada di lokasi terjatuhnya Mujiono, Minggu (24/11/2019) ANTARA/HO-Basarnas
Pekanbaru (ANTARA) - Tim SAR gabungan Basaranas Unit Siaga Bagan Siapiapi dan Polairud Rokan Hilir, Minggu, mencari Mujiono (51), seorang nelayan yang hilang terseret arus melaut di Perairan Pulau Halang Muka, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Sabtu (23/11).
Kepala Basarnas Pekanbaru Amiruddin di Pekanbaru, Minggu, menjelaskan tim SAR memberangkatkan satu tim penyelamat dari Unit Siaga Bagan Siapiapi dibantu dengan Polairud Rokan Hilir untuk mencari mulai dari titik kejadian di koordinat yang telah ditentukan.
Kejadian berawal pada pukul 00.25 WIB saat Simanjuntak dan Mujiono (korban) berangkat ke laut bersama dengan perjalanan kurang lebih lima menit dari tangkahan (tempat menjemur ikan) menuju tiang bubu penangkap ikan.
Sesampainya di tempat kejadian, korban segera bekerja seperti biasa dengan mengangkat buci bubu ke atas dengan posisi dirinya bersandar pada tiang kayu. Tanpa disadari tiang bubu patah sehingga korban terjatuh ke laut.
Saat terjatuh di laut, korban sempat memanggil dan meminta pertolongan kepada Simanjuntak. Simanjuntak pun langsung melempar tali ke arah Mujiono. Namun apa daya, kuatnya arus membuat korban terbawa aliran air dan hilang sehingga tidak bisa menggapai tali yang dilemparkan Simanjutak.
Korban pun hilang dan saat ini terus dicari tim SAR gabungan.
Pihak Basarnas Pekanbaru kerap mengimbau kepada nelayan atau pekerja yang sering berada di laut untuk mengutamakan keselamatan dengan memakai jaket pelampung dan sejenisnya.
Hal itu bertujuan untuk mengurangi jumlah korban saat terjadi kecelakaan kerja di perairan.
Kepala Basarnas Pekanbaru Amiruddin di Pekanbaru, Minggu, menjelaskan tim SAR memberangkatkan satu tim penyelamat dari Unit Siaga Bagan Siapiapi dibantu dengan Polairud Rokan Hilir untuk mencari mulai dari titik kejadian di koordinat yang telah ditentukan.
Kejadian berawal pada pukul 00.25 WIB saat Simanjuntak dan Mujiono (korban) berangkat ke laut bersama dengan perjalanan kurang lebih lima menit dari tangkahan (tempat menjemur ikan) menuju tiang bubu penangkap ikan.
Sesampainya di tempat kejadian, korban segera bekerja seperti biasa dengan mengangkat buci bubu ke atas dengan posisi dirinya bersandar pada tiang kayu. Tanpa disadari tiang bubu patah sehingga korban terjatuh ke laut.
Saat terjatuh di laut, korban sempat memanggil dan meminta pertolongan kepada Simanjuntak. Simanjuntak pun langsung melempar tali ke arah Mujiono. Namun apa daya, kuatnya arus membuat korban terbawa aliran air dan hilang sehingga tidak bisa menggapai tali yang dilemparkan Simanjutak.
Korban pun hilang dan saat ini terus dicari tim SAR gabungan.
Pihak Basarnas Pekanbaru kerap mengimbau kepada nelayan atau pekerja yang sering berada di laut untuk mengutamakan keselamatan dengan memakai jaket pelampung dan sejenisnya.
Hal itu bertujuan untuk mengurangi jumlah korban saat terjadi kecelakaan kerja di perairan.
Pewarta : Vujay Kabtaw/F Muhardi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tak perlu panik, ini cara melapor barang hilang di kereta dan stasiun KAI Divre II Sumbar
27 January 2026 20:54 WIB
Basarnas: 11 penumpang berada di pesawat yang hilang kontak di Maros, Sulawesi Selatan
17 January 2026 17:02 WIB
Pesawat ATR hilang kontak di Maros, Sulawesi Selatan dalam tahap pencarian
17 January 2026 17:00 WIB
Basarnas kerahkan personel respons pesawat hilang kontak di Maros, Sulawesi Selatan
17 January 2026 16:05 WIB