Update gempa Malut: tiga gereja dan 15 rumah rusak
Jumat, 15 November 2019 10:42 WIB
Belasan rumah warga di Pulau Batang Dua Ternate, terutama di Pulau Mayau mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan Magnitudo 7,1 yang melanda Malut pada Jumat (15/11) dini hari (Abdul Fatah)
Ternate (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara (Malut) melaporkan gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,1 yang melanda Malut mengakibatkan 15 rumah warga rusak berat/ringan dan tiga gereja di Pulau Batang Dua alami kerusakan.
"Sesuai laporan hingga siang ini khususnya di Pulau Batang Dua Ternate, korban luka 2 orang, rumah rusak ringan 5 unit, rumah retak 12 unit dan gereja rusak ringan sebanyak 3 unit," kata Kepala BPBD Malut, Karim Buamona di Ternate, Jumat. Belasan rumah warga di Pulau Batang Dua Ternate, terutama di Pulau Mayau mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan Magnitudo 7,1 yang melanda Malut pada Jumat (15/11) dini hari (Abdul Fatah)
Menurut dia, korban luka-luka itu berada di Pulau Mayau dua orang yakni Delvi Peo, warga Mayau Pulau Batang Dua Kota Ternate dan Mesin Bunga warga kelurahan Lelewi Batang Dua kota Ternate.
Sedangkan untuk kerugian materil di Kota Ternate terdapat di Kelurahan Mayau Batang Dua Kota Ternate 3 rumah rusak retak, Kelurahan Lelewi Batang Dua 2 rumah rusak ringan, Kelurahan Bido Kecamatan Batang Dua, 1 rumah rusak ringan, rumah ibadah tiga unit gereja rusak ringan yakni Gereja GPDI Eklesia lelewi bagian palafon, GPM Jemaat Efata dan Gereja GKPMI vila Bido alami kerusakan di bagian pelafon.
Menurut dia, warga saat ini dilaporkan beraktifitas normal tapi malam akan kembali ke pengungsian di lokasi yang tinggi untuk antisipasi hal-hal yang mereka tidak inginkan
"Kami telah melakukan koordinasi dengan BMKG, BPBD kabupaten/kota dan sektor terkait untuk mengidentifikasi korban kerusakan dan kerugian akibat gempa bumi tersebut," jelas Karim.
Olehnya itu, untuk memudahkan penanganan korban gempa bumi 7,1 magnitudo di Malut, BPBD Malut telah membuka posko sementara kawasan Hasan Esa Kota Ternate
Sementara itu, Karo Protokol, Kerjasama dan Komunikasi Publik Pemprov Malut, Muliadi Tutupoho menyatakan, Pemprov Malut tetap memantau perkembangan pasca-gempa berkekuatan 7,1 Magnitudo di wilayah Malut dan kalaupun adanya kerusakan harus dilakukan pendataan.
Oleh karena itu, Pemprov Malut telah menginstruksikan kepada instansi terkait untuk turun ke lapangan melalui pengecekan pasca-gempa berkekutan 7,1 magnitudo, dengan mendata berbagai kerusakan dan korban jiwa, terutama di daerah terdampak seperti Pulau Batang Dua Ternate dan Halmahera Barat.
"Sesuai laporan hingga siang ini khususnya di Pulau Batang Dua Ternate, korban luka 2 orang, rumah rusak ringan 5 unit, rumah retak 12 unit dan gereja rusak ringan sebanyak 3 unit," kata Kepala BPBD Malut, Karim Buamona di Ternate, Jumat. Belasan rumah warga di Pulau Batang Dua Ternate, terutama di Pulau Mayau mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan Magnitudo 7,1 yang melanda Malut pada Jumat (15/11) dini hari (Abdul Fatah)
Menurut dia, korban luka-luka itu berada di Pulau Mayau dua orang yakni Delvi Peo, warga Mayau Pulau Batang Dua Kota Ternate dan Mesin Bunga warga kelurahan Lelewi Batang Dua kota Ternate.
Sedangkan untuk kerugian materil di Kota Ternate terdapat di Kelurahan Mayau Batang Dua Kota Ternate 3 rumah rusak retak, Kelurahan Lelewi Batang Dua 2 rumah rusak ringan, Kelurahan Bido Kecamatan Batang Dua, 1 rumah rusak ringan, rumah ibadah tiga unit gereja rusak ringan yakni Gereja GPDI Eklesia lelewi bagian palafon, GPM Jemaat Efata dan Gereja GKPMI vila Bido alami kerusakan di bagian pelafon.
Menurut dia, warga saat ini dilaporkan beraktifitas normal tapi malam akan kembali ke pengungsian di lokasi yang tinggi untuk antisipasi hal-hal yang mereka tidak inginkan
"Kami telah melakukan koordinasi dengan BMKG, BPBD kabupaten/kota dan sektor terkait untuk mengidentifikasi korban kerusakan dan kerugian akibat gempa bumi tersebut," jelas Karim.
Olehnya itu, untuk memudahkan penanganan korban gempa bumi 7,1 magnitudo di Malut, BPBD Malut telah membuka posko sementara kawasan Hasan Esa Kota Ternate
Sementara itu, Karo Protokol, Kerjasama dan Komunikasi Publik Pemprov Malut, Muliadi Tutupoho menyatakan, Pemprov Malut tetap memantau perkembangan pasca-gempa berkekuatan 7,1 Magnitudo di wilayah Malut dan kalaupun adanya kerusakan harus dilakukan pendataan.
Oleh karena itu, Pemprov Malut telah menginstruksikan kepada instansi terkait untuk turun ke lapangan melalui pengecekan pasca-gempa berkekutan 7,1 magnitudo, dengan mendata berbagai kerusakan dan korban jiwa, terutama di daerah terdampak seperti Pulau Batang Dua Ternate dan Halmahera Barat.
Pewarta : Abdul Fatah
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Klasemen BRI Super League pekan ke-21 Jumat (13/2/2026), Malut pepet Persija, Semen Padang tetap ke-16
13 February 2026 21:24 WIB
Malut United jamu Persijap Jumat (13/2/2026) dan pengaruhnya ke posisi Semen Padang FC
13 February 2026 17:36 WIB
Pertandingan dan Klasemen BRI Super League pekan ke-20, Jumat (6/2/2026), Persib kokoh di puncak
06 February 2026 21:19 WIB
Klasemen BRI Super League pekan ke-17, Sabtu (10/1/2026), Malut gagal ke puncak
10 January 2026 21:16 WIB
Klasemen BRI Super League pekan ke-16 , Minggu (4/1/2026), giliran Malut salip Persib
04 January 2026 21:14 WIB
Klasemen BRI Super League per Minggu (14/12/2025), usai Malut United kalahkan Persib
15 December 2025 8:17 WIB
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB
TNI-BNPB kebut pengerjaan huntara bagi warga terdampak tanah bergerak Sumbar
23 January 2026 22:26 WIB
Presiden Prabowo tegaskan bencana Sumatera tak nasional, tapi ditangani serius
01 January 2026 14:47 WIB
Dana untuk bangun kembali daerah terdampak bencana dialokasikan, ini penjelasan Purbaya
30 December 2025 16:34 WIB