Gempa bumi juga mengguncang Halmahera Barat
Jumat, 15 November 2019 5:27 WIB
Gempa M 7,1 di perairan Maluku, Kamis (14/11/2019). (ANTARA/Dok. BMKG) (Ant)
Jakarta (ANTARA) - Pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,1 yang terjadi di Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kini gempa berkekuatan magnitudo 5,5 kembali guncang Halmahera Barat, Maluku Utara pada Jumat dinihari.
Berdasarkan laman dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), disebutkan gempa bumi itu terjadi pada pukul 03.19 WIB.
Lokasi gempa berada pada 1.83 Lintang Utara, 126.42 Bujur Timur (140 kilometer Barat Laut Halmahera Barat-Maluku Utara) dengan kedalaman 10 kilometer.
Gempa itu tidak berpotensi tsunami.
BMKG pun mengimbau agar masyarakat berhati-hati terhadap gempa bumi susulan.
BMKG pun telah mencatat 28 kali gempa susulan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara pada Kamis (14/11) pukul 23.17 WIB.
"BMKG mencatat hingga pukul 01.53 WIB telah terjadi gempa susulan sebanyak 28 kali," kata Kepala Pusat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Dwikorita Karnawati saat jumpa pers di Kantor BMKG, Jakarta, Jumat dinihari.
Menurut Dwikorita, kekuatan gempa tektonik itu bervariasi, yang terkecil Magnitudo 3,2 dan Magnitudo terbesar adalah 5,9.
Namun demikian, pihaknya akan terus melakukan monitoring gempa-gempa susulan yang akan terjadi.
Berdasarkan laman dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), disebutkan gempa bumi itu terjadi pada pukul 03.19 WIB.
Lokasi gempa berada pada 1.83 Lintang Utara, 126.42 Bujur Timur (140 kilometer Barat Laut Halmahera Barat-Maluku Utara) dengan kedalaman 10 kilometer.
Gempa itu tidak berpotensi tsunami.
BMKG pun mengimbau agar masyarakat berhati-hati terhadap gempa bumi susulan.
BMKG pun telah mencatat 28 kali gempa susulan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara pada Kamis (14/11) pukul 23.17 WIB.
"BMKG mencatat hingga pukul 01.53 WIB telah terjadi gempa susulan sebanyak 28 kali," kata Kepala Pusat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Dwikorita Karnawati saat jumpa pers di Kantor BMKG, Jakarta, Jumat dinihari.
Menurut Dwikorita, kekuatan gempa tektonik itu bervariasi, yang terkecil Magnitudo 3,2 dan Magnitudo terbesar adalah 5,9.
Namun demikian, pihaknya akan terus melakukan monitoring gempa-gempa susulan yang akan terjadi.
Pewarta : Syaiful Hakim
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Klasemen BRI Super League pekan ke-21 Jumat (13/2/2026), Malut pepet Persija, Semen Padang tetap ke-16
13 February 2026 21:24 WIB
Malut United jamu Persijap Jumat (13/2/2026) dan pengaruhnya ke posisi Semen Padang FC
13 February 2026 17:36 WIB
Pertandingan dan Klasemen BRI Super League pekan ke-20, Jumat (6/2/2026), Persib kokoh di puncak
06 February 2026 21:19 WIB
Klasemen BRI Super League pekan ke-17, Sabtu (10/1/2026), Malut gagal ke puncak
10 January 2026 21:16 WIB
Klasemen BRI Super League pekan ke-16 , Minggu (4/1/2026), giliran Malut salip Persib
04 January 2026 21:14 WIB
Klasemen BRI Super League per Minggu (14/12/2025), usai Malut United kalahkan Persib
15 December 2025 8:17 WIB
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB
TNI-BNPB kebut pengerjaan huntara bagi warga terdampak tanah bergerak Sumbar
23 January 2026 22:26 WIB
Presiden Prabowo tegaskan bencana Sumatera tak nasional, tapi ditangani serius
01 January 2026 14:47 WIB
Dana untuk bangun kembali daerah terdampak bencana dialokasikan, ini penjelasan Purbaya
30 December 2025 16:34 WIB