Presiden: pemberdayaan UMKM masih sebatas rutinitas dan monoton
Senin, 11 November 2019 19:43 WIB
Presiden Jokowi memimpin rapat kabinet terbatas dengan tema Pemberdayaan UMKM di Kantor Presiden Jakarta, Senin (11/11/2019) (Hanni Sofia)
Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo menyebutkan Program Pemberdayaan UMKM masih sebatas rutinitas dan cenderung monoton bahkan sering tidak sesuai dengan kebutuhan para pelaku usaha di lapangan.
“Apa yang sudah dilakukan oleh sebuah kementerian diulang lagi oleh BUMN ataupun swasta sehingga target grupnya akhirnya hanya itu-itu saja,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat kabinet terbatas bertema Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Kantor Presiden Jakarta, Senin.
Ia mengatakan sampai saat ini program pemberdayaan UMKM masih rutinitas dan masih monoton.
Bahkan ia menambahkan seringkali program pemberdayaan tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh UMKM.
Ia juga melihat kredit dari perbankan yang diberikan kepada usaha mikro usaha kecil lewat subsidi bunga masih kurang optimal.
“Tapi menurut saya ini jumlahnya juga masih kurang oleh sebab itu saya sudah minta untuk tahun depan bisa ditingkatkan lagi dua kali lipat tapi itu juga kita harus tembakkan program ini kepada usaha-usaha produksi bukan pada yang masih banyak kita lihat pada usaha perdagangan,” katanya.
Ia mengatakan program perlindungan dan pemberdayaan UMKM di Indonesia tersebar hampir di seluruh kementerian/lembaga bahkan yang ada di BUMN juga di sektor swasta.
“Misalnya di BUMN dari PNM itu ada program Mekar, di Kemenkeu ada program UMi kemudian di setiap kementerian juga ada program pemberdayaan UMKM,” katanya.
Program yang tersebar di mana-mana itu disebutnya tidak fokus dan tidak terkoordinasi dan tidak terkonsolidasi sehingga hasilnya kurang memuaskan.
Oleh karena itu, Presiden menginginkan ada perubahan yang mendasar dalam upaya pemberdayaan UMKM di Indonesia.
“Apa yang sudah dilakukan oleh sebuah kementerian diulang lagi oleh BUMN ataupun swasta sehingga target grupnya akhirnya hanya itu-itu saja,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat kabinet terbatas bertema Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Kantor Presiden Jakarta, Senin.
Ia mengatakan sampai saat ini program pemberdayaan UMKM masih rutinitas dan masih monoton.
Bahkan ia menambahkan seringkali program pemberdayaan tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh UMKM.
Ia juga melihat kredit dari perbankan yang diberikan kepada usaha mikro usaha kecil lewat subsidi bunga masih kurang optimal.
“Tapi menurut saya ini jumlahnya juga masih kurang oleh sebab itu saya sudah minta untuk tahun depan bisa ditingkatkan lagi dua kali lipat tapi itu juga kita harus tembakkan program ini kepada usaha-usaha produksi bukan pada yang masih banyak kita lihat pada usaha perdagangan,” katanya.
Ia mengatakan program perlindungan dan pemberdayaan UMKM di Indonesia tersebar hampir di seluruh kementerian/lembaga bahkan yang ada di BUMN juga di sektor swasta.
“Misalnya di BUMN dari PNM itu ada program Mekar, di Kemenkeu ada program UMi kemudian di setiap kementerian juga ada program pemberdayaan UMKM,” katanya.
Program yang tersebar di mana-mana itu disebutnya tidak fokus dan tidak terkoordinasi dan tidak terkonsolidasi sehingga hasilnya kurang memuaskan.
Oleh karena itu, Presiden menginginkan ada perubahan yang mendasar dalam upaya pemberdayaan UMKM di Indonesia.
Pewarta : Hanni Sofia
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Kabar cabai rawit terkini, Bapanas sebut ongkos distribusi tentukan harga
16 February 2026 14:27 WIB
Harga emas batangan Antam turun Rp14.000 jadi Rp2,94 juta per gram, Senin (16/02/2026)
16 February 2026 9:21 WIB
Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (16/02/2025) hari ini tak bergerak
16 February 2026 8:40 WIB
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB