Pelemahan dolar AS memperpanjang kenaikan harga minyak
Jumat, 18 Oktober 2019 7:13 WIB
Ilustrasi: Pengeboran minyak lepas pantai (Antaranews/moneycontrol.com)
New York (ANTARA) - Harga minyak dunia memperpanjang kenaikannya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), didukung oleh pelemahan dolar AS dan indikasi bahwa OPEC dan produsen sekutunya akan terus mengekang pasokan pada Desember.
Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,40 persen menjadi 97,6096 pada akhir perdagangan. Kurs dolar AS melemah menyusul kejatuhannya terhadap pound sterling karena Inggris dan Uni Eropa (UE) mencapai kesepakatan Brexit baru.
Harga minyak mentah didukung karena greenback yang lebih lemah membuat minyak yang dinilai dalam dolar lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu-sekutunya akan bertemu pada 5-6 Desember di Wina untuk meninjau kebijakan produksi mereka.
Pelaku pasar percaya bahwa kelompok yang dikenal sebagai OPEC+ itu dapat memutuskan untuk memperpanjang pemotongan produksi "dan menunggu sampai permintaan dunia mengejar situasi pasokan," kata Presiden Lipow Oil Associates, Andy Lipow, di Houston, seperti dikutip Reuters.
Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo mengatakan pengurangan produksi yang lebih dalam adalah sebuah pilihan. Pada Selasa (15/10/2019), ia mengatakan OPEC akan melakukan apa yang bisa dilakukan dengan produsen sekutu untuk mempertahankan stabilitas pasar harga minyak setelah 2020.
OPEC, Rusia, dan produsen lain, telah sepakat untuk memangkas produksi minyak sebesar 1,2 juta barel per hari hingga Maret 2020.
Patokan AS, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November naik 0,57 dolar AS menjadi menetap pada 53,93 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu untuk patokan internasional, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember, naik 0,49 dolar AS menjadi ditutup pada 59,91 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,40 persen menjadi 97,6096 pada akhir perdagangan. Kurs dolar AS melemah menyusul kejatuhannya terhadap pound sterling karena Inggris dan Uni Eropa (UE) mencapai kesepakatan Brexit baru.
Harga minyak mentah didukung karena greenback yang lebih lemah membuat minyak yang dinilai dalam dolar lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu-sekutunya akan bertemu pada 5-6 Desember di Wina untuk meninjau kebijakan produksi mereka.
Pelaku pasar percaya bahwa kelompok yang dikenal sebagai OPEC+ itu dapat memutuskan untuk memperpanjang pemotongan produksi "dan menunggu sampai permintaan dunia mengejar situasi pasokan," kata Presiden Lipow Oil Associates, Andy Lipow, di Houston, seperti dikutip Reuters.
Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo mengatakan pengurangan produksi yang lebih dalam adalah sebuah pilihan. Pada Selasa (15/10/2019), ia mengatakan OPEC akan melakukan apa yang bisa dilakukan dengan produsen sekutu untuk mempertahankan stabilitas pasar harga minyak setelah 2020.
OPEC, Rusia, dan produsen lain, telah sepakat untuk memangkas produksi minyak sebesar 1,2 juta barel per hari hingga Maret 2020.
Patokan AS, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November naik 0,57 dolar AS menjadi menetap pada 53,93 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu untuk patokan internasional, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember, naik 0,49 dolar AS menjadi ditutup pada 59,91 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
Pewarta : Apep Suhendar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinas Pertanian Serahkan 300 Liter Minyak Goreng untuk Bantuan Tanggap Darurat di Pesisir Selatan
04 December 2025 14:11 WIB
Mentan: Beras dan minyak dikirim bantu korban banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar
29 November 2025 6:14 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB