Limau Gadang Lumpo terima penghargaan dari KLHK
Rabu, 2 Oktober 2019 18:53 WIB
Bupati Hendrajoni bersama dengan pejabat Pesisir Selatan dan pejabat KLHK pada sesi penerimaan penghargaan Pro Iklim 2019. (ANTARA SUMBAR/istimewa)
Painan (ANTARA) - Nagari Limau Gadang, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat menerima penghargaan Pro Iklim 2019 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, di Jakarta, Rabu.
"Penghargaan ini diberikan kepada nagari atau desa yang telah melakukan upaya-upaya dan gerakan-gerakan nyata dalam upaya pengendalian perubahan iklim berbasis komunitas," kata Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni dihubungi usai menerima penghargaan tersebut.
Ia mengatakan penghargaan tingkat nasional itu menjadi kebanggaan bagi masyarakat setempat dan nilai-nilai yang terdapat pada penghargaan itu mesti dipertahankan.
Atas penerimaan penghargaan, pihaknya memberikan apresiasi kepada Wali Nagari Limau Gadang Lumpo dan pihak terkait lainnya yang telah melakukan banyak hal sehingga penghargaan tersebut diterima.
Dirinya berharap penghargaan dari KLHK dapat memotivasi nagari lain dalam meningkatkan kepedulian menjaga lingkungan.
Selain itu, karena salah satu upaya yang dijalankan di Limau Gadang Lumpo adalah ekowisata, dirinya juga berharap penghargaan yang diterima bisa menambah daya tarik wisatawan ke lokasi.
Kegiatan kepariwisataan tersebut, lanjutnya, dibina langsung oleh Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pesisir Selatan bersama danBalai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)
Ke depan pihaknya mendorong agar pemerintah nagari dan masyarakat terus memperkuat berbagai upaya dalam menjaga kawasan hutan dari berbagai aksi perusakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.
Selain Bupati Hendrajoni dalam kesempatan itu juga hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pesisir Selatan, Jumsu Trisno, dan Wali Nagari Limau Gadang Lumpo, Nasrul.
Dalam waktu dekat pemerintah kabupaten setempat juga akan mencanangkan Nagari Limau Gadang sebagai salah satu Nagari Mandiri Pangan.
"Penghargaan ini diberikan kepada nagari atau desa yang telah melakukan upaya-upaya dan gerakan-gerakan nyata dalam upaya pengendalian perubahan iklim berbasis komunitas," kata Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni dihubungi usai menerima penghargaan tersebut.
Ia mengatakan penghargaan tingkat nasional itu menjadi kebanggaan bagi masyarakat setempat dan nilai-nilai yang terdapat pada penghargaan itu mesti dipertahankan.
Atas penerimaan penghargaan, pihaknya memberikan apresiasi kepada Wali Nagari Limau Gadang Lumpo dan pihak terkait lainnya yang telah melakukan banyak hal sehingga penghargaan tersebut diterima.
Dirinya berharap penghargaan dari KLHK dapat memotivasi nagari lain dalam meningkatkan kepedulian menjaga lingkungan.
Selain itu, karena salah satu upaya yang dijalankan di Limau Gadang Lumpo adalah ekowisata, dirinya juga berharap penghargaan yang diterima bisa menambah daya tarik wisatawan ke lokasi.
Kegiatan kepariwisataan tersebut, lanjutnya, dibina langsung oleh Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pesisir Selatan bersama danBalai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)
Ke depan pihaknya mendorong agar pemerintah nagari dan masyarakat terus memperkuat berbagai upaya dalam menjaga kawasan hutan dari berbagai aksi perusakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.
Selain Bupati Hendrajoni dalam kesempatan itu juga hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pesisir Selatan, Jumsu Trisno, dan Wali Nagari Limau Gadang Lumpo, Nasrul.
Dalam waktu dekat pemerintah kabupaten setempat juga akan mencanangkan Nagari Limau Gadang sebagai salah satu Nagari Mandiri Pangan.
Pewarta : Didi Someldi Putra
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kementerian ATR/BPN revisi peraturan tata ruang agar "Resilient" terhadap bencana dan perubahan iklim
10 December 2025 16:56 WIB
GAW Kototabang gelar Sekolah Lapang Iklim Tematik bersama Pemkot Bukittinggi
18 November 2025 10:47 WIB
Hadiri Grand Opening Showroom CHERY Padang, Wako Fadly Amran singgung soal iklim investasi
01 October 2025 16:14 WIB
Gubernur Mahyeldi Paparkan Keberhasilan Perhutanan Sosial Sumbar di Forum Iklim Bali
25 August 2025 19:11 WIB
KLH: Dokumen iklim Second NDC tunggu persetujuan Presiden Prabowo Subianto
13 February 2025 16:57 WIB, 2025
Irman Gusman ingatkan pentingnya PLTS terapung selamatkan krisis iklim
30 January 2025 12:00 WIB, 2025