Kualitas udara Pekanbaru memasuki indeks tidak sehat
Jumat, 13 September 2019 14:51 WIB
Suasana salat Istisqa di pelataran Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru, Jumat (13/9). (ANTARA/HO Polres Pekanbaru)
Pekanbaru (ANTARA) - Ribuan warga Kota Pekanbaru menggelar shalat Istisqa di halaman kantor Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Pekanbaru di Jalan Jend Sudirman, Jumat sehubungan dengan bencana kabut asap saat ini semain parah.
Shalat sunah dua rakaat itu dipimpin oleh Imam Syaifullah dan dilanjutkan mendengarkan khutbah oleh khatib Saidul Amin.
Shalat meminta hujan itu juga dihadiri oleh Wali Kota Pekanbaru Firdaus beserta Wakil Wali Kota Ayat Cahyadi, Sekretaris Kota Pekanbaru HM Noer dan beberapa pejabat lainnya dengan satu tujuan meminta hujan deras dan bermanfaat.
"Pekanbaru kualitas udaranya sudah memasuki indeks tidak sehat dan berbahaya di sejumlah kawasan, semoga cepat turun hujan, kami sudah sesak ya Allah," kata Dendy warga Pekanbaru.
Beberapa hari sebelumnya Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution dan jajarannya juga menggelar shalat minta hujan di halaman Kantor Gubernur Riau.
Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau semakin pekat dan menyebabkan jarak pandang di sejumlah daerah turun drastis hanya berkisar 200 hingga 400 meter pada Jumat pagi.
Bahkan sejumlah penerbangan pesawat sempat ditunda akibat memburuknya jarak pandang.
Staf Analisa BMKG Stasiun Pekanbaru, Bibin Sulianto mengatakan Jarak pandang paling buruk pada pagi ini (13/9) di Kabupaten Pelalawan hanya 200 meter.
Selain itu, aktivitas pendidikan SD, SMP dan SMA diliburkan hingga Senin pekan depan, atau sampai kondisi udara berangsur pulih.
Beberapa perguruan tinggi di Kota Pekanbaru juga telah meliburkan mahasiswanya akibat asap yang kian pekat.
Sementara itu tingkat hunian hotel kunjungan wisata ke Riau juga berkurang akibat bencana kabut asap.
Shalat sunah dua rakaat itu dipimpin oleh Imam Syaifullah dan dilanjutkan mendengarkan khutbah oleh khatib Saidul Amin.
Shalat meminta hujan itu juga dihadiri oleh Wali Kota Pekanbaru Firdaus beserta Wakil Wali Kota Ayat Cahyadi, Sekretaris Kota Pekanbaru HM Noer dan beberapa pejabat lainnya dengan satu tujuan meminta hujan deras dan bermanfaat.
"Pekanbaru kualitas udaranya sudah memasuki indeks tidak sehat dan berbahaya di sejumlah kawasan, semoga cepat turun hujan, kami sudah sesak ya Allah," kata Dendy warga Pekanbaru.
Beberapa hari sebelumnya Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution dan jajarannya juga menggelar shalat minta hujan di halaman Kantor Gubernur Riau.
Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau semakin pekat dan menyebabkan jarak pandang di sejumlah daerah turun drastis hanya berkisar 200 hingga 400 meter pada Jumat pagi.
Bahkan sejumlah penerbangan pesawat sempat ditunda akibat memburuknya jarak pandang.
Staf Analisa BMKG Stasiun Pekanbaru, Bibin Sulianto mengatakan Jarak pandang paling buruk pada pagi ini (13/9) di Kabupaten Pelalawan hanya 200 meter.
Selain itu, aktivitas pendidikan SD, SMP dan SMA diliburkan hingga Senin pekan depan, atau sampai kondisi udara berangsur pulih.
Beberapa perguruan tinggi di Kota Pekanbaru juga telah meliburkan mahasiswanya akibat asap yang kian pekat.
Sementara itu tingkat hunian hotel kunjungan wisata ke Riau juga berkurang akibat bencana kabut asap.
Pewarta : Vijay Kantaw/F Muhardi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rutan Lubuk Sikaping dorong UMKM berkelanjutan lewat pembuatan ikan lele asap
01 October 2025 17:02 WIB
Petugas tutup rest area KM 86 Tol Cipali arah Jakarta karena muncul asap dari tanah
07 April 2025 16:02 WIB
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB
TNI-BNPB kebut pengerjaan huntara bagi warga terdampak tanah bergerak Sumbar
23 January 2026 22:26 WIB
Presiden Prabowo tegaskan bencana Sumatera tak nasional, tapi ditangani serius
01 January 2026 14:47 WIB
Dana untuk bangun kembali daerah terdampak bencana dialokasikan, ini penjelasan Purbaya
30 December 2025 16:34 WIB