Muaro (ANTARA) - Konsisten dalam jaga keberadaan Rumah Gadang dan pelestarian budaya lokal, kini perkampungan tradisional di Sijunjung masuk dalam daftar tentatif warisan dunia UNESCO.

Pengusulan Padang Ranah budaya Minangkabau menuju warisan dunia setelah melalui berbagai tahapan.

Salah satu tahapannya digelar konservasi Rumah Gadang Perkampungan Tradisional di lingkungan Padang Ranah Nagari Sijunjung, Sumatera Barat.

Pembukaan konservasi dengan melibatkan Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumbar (BPCB), dibuka langsung oleh Bupati Sijunjung Yuswir Arifin, Kamis.

Kegiatan pembukaan konservasi  ditandai dengan pemukulan gong, Acara turut dihadiri Kepala OPD, Camat Sijunjung, Wali Nagari Sijunjung dan Tokoh Masyarakat.


Dalam sambutan Bupati mengucapkan selamat datang kepada direktur pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman yang pada kesempatan ini diwakili oleh R. Widiati selaku Kasubid Pelestarian Cagar Budaya, Nurmatias selaku Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumbar (BPCB).


Ia mengatakan, perkampungan tradisional nagari Sijunjung telah masuk dalam daftar tentatif warisan dunia UNESCO.

Kawasan perkampungan trasional ini memiliki luas lebih dari 150 H dengan 76 Rumah Gadang didalamnya dengan tetap menjaga kelestarian Budayanya seperti Batobo Kongsi, Bakaul Adat, Membantai Adat, Basiriah Tando, Maanta Marapulai, Baralek Adat, Batagak Gala, jelas Yuswir.

Diakhir acara Bupati Sijunjung beserta rombongan melakukan kegiatan penanaman pohon disepanjang pinggiran kolam yang ada di kawasan Tobek perkampungan adat Sijunjung.* Bupati Sijunjung Yuswir Arifin foto bersama usai pembukaan acara konservasi perkampungan tradisional Nagari Sijunjung. (Ist)

Pewarta : Ichsan-Dwita
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2024