Palestina secara bertahap akan melepaskan diri dari Israel
Rabu, 1 Mei 2019 16:48 WIB
Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh bertemu dengan Sekretaris Negara Swedia Urusan Luar Negeri Annika Soder di Ramallah, Tepi Barat. (WAFA Images) (WAFA - Palestina)
Ramallah, Palestina (ANTARA) - Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengatakan Palestina akan secara bertahap melepaskan diri dari Israel, dan memperkuat ekonomi nasional serta mendorong sektor industri dan pertanian guna menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran.
Pernyataan itu disampaikan selama pertemuan dengan Sekretaris Negara Swedia Urusan Luar Negeri Annika Soder di Ramallah, Tepi Barat Sungai Jordan, tempat mereka membahas perkembangan politik terkini di wilayah Palestina dan proses perdamaian.
Shtayyeh, sebagaimana dikutip Kantor Berita Palestina, WAFA --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi, menekankan bahwa "kami takkan menyerah untuk menerima apa saja yang tidak memenuhi hak sah minimal kami meskipun menghadapi situasi politik yang sulit dan menghadapi perang keuangan."
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Otonomi Nasional Palestina untuk "terus membayar keluarga tahanan Palestina yang dipenjarakan di Israel karena melawan pendudukan dan mereka yang gugur oleh pasukan Israel".
Ia menekankan bahwa berlanjutnya perampasan uang Palestina oleh Israel takkan diterima, dan menyampaikan perlunya untuk memeriksa semua masalah keuangan dengan Israel untuk "memaksanya berhenti mencuri dana Palestina".
Sumber: WAFA
Pernyataan itu disampaikan selama pertemuan dengan Sekretaris Negara Swedia Urusan Luar Negeri Annika Soder di Ramallah, Tepi Barat Sungai Jordan, tempat mereka membahas perkembangan politik terkini di wilayah Palestina dan proses perdamaian.
Shtayyeh, sebagaimana dikutip Kantor Berita Palestina, WAFA --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi, menekankan bahwa "kami takkan menyerah untuk menerima apa saja yang tidak memenuhi hak sah minimal kami meskipun menghadapi situasi politik yang sulit dan menghadapi perang keuangan."
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Otonomi Nasional Palestina untuk "terus membayar keluarga tahanan Palestina yang dipenjarakan di Israel karena melawan pendudukan dan mereka yang gugur oleh pasukan Israel".
Ia menekankan bahwa berlanjutnya perampasan uang Palestina oleh Israel takkan diterima, dan menyampaikan perlunya untuk memeriksa semua masalah keuangan dengan Israel untuk "memaksanya berhenti mencuri dana Palestina".
Sumber: WAFA
Pewarta : Chaidar Abdullah
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menyentuh Hati: Warga Palestina kirim bantuan untuk korban banjir di Sumbar
06 December 2025 16:18 WIB
Aksi bela dan konser amal Opick dari Padang Panjang untuk Palestina kumpulkan donasi Rp.310 juta
23 November 2025 18:52 WIB
Pemkot Bukittinggi ungkap donasi untuk Palestina bersama Band Wali capai Rp 845 juta
20 October 2025 13:46 WIB
Jam Gadang 88 diresmikan Gubernur Sumbar, donasikan ratusan juta untuk Palestina
18 October 2025 14:34 WIB
Laga kualifikasi Piala Dunia 2026 Italia vs Israel diwarnai bentrokan demonstran pro-Palestina
15 October 2025 11:43 WIB
Persatuan Alumni SLTA Se-Bukittinggi Agam, Jam Gadang 88 galang dana kemanusiaan untuk Palestina
13 October 2025 13:31 WIB