Banjir landa OKU, dua sekolah rusak
Senin, 29 April 2019 19:50 WIB
Ilustrasi Fasilitas SD Rusak. (Foto ANTARA/Amirullah)
Baturaja (ANTARA) - Bencana banjir yang melanda Kecamatan Ulu Ogan, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, beberapa waktu lalu merusak sejumah fasilitas di SD 125 dan SMA 12 wilayah setempat sehingga kegiatan belajar terpaksa diliburkan sementara waktu.
"Beberapa fasilitas yang ada di sekolah kami seperti kursi dan meja belajar rusak akibat banjir sehingga siswa diliburkan untuk sementara waktu," kata Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri 125 Desa Belandang, Kecamatan Ulu Ogan, Ogan Komering Ulu (OKU), Nopriadi di Baturaja, Senin (29/4).
Dia mengemukakan, banjir akibat luapan sungai ogan yang terjadi pada Jumat (26/4) dini hari tersebut masuk hampir ke seluruh ruang belajar dengan ketinggian air setinggi paha orang dewasa.
"Banjir menyisakan endapan lumpur yang mengendap di ruang belajar setebal 30 centimeter sehingga harus dibersihkan," ungkapnya.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut, kata dia, namun pihaknya terpaksa membersihkan lumpur yang mengendap agar ruang belajar siswa dapat digunakan kembali.
"Bencana banjir tahun ini merupakan yang terparah. Biasanya walaupun air sungai meluap tidak pernah sampai ke sekolah apalagi masuk ke ruang belajar karena antara permukaan tanah dengan sungai cukup tinggi yaitu sekitar empat meter," jelasnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 12 Desa Ulak Lebar, Kecamatan Ulu Ogan, Suparyono, secara terpisah menambahkan bahwa banjir tersebut juga merendam beberapa ruang belajar di sekolah yang dipimpinnya itu sehingga pihaknya terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar untuk sementara waktu.
"Ada beberapa ruang kelas yang terendam banjir, termasuk ruang komputer yang sebelumnya digunakan untuk UNBK. Beruntung setelah proses ujian selesai semua perangkat komputer sudah dibereskan sehingga tidak ada yang rusak," kata dia.
Hanya saja, lanjut dia, pagar sekolah yang hanya berjarak sekitar 10-20 meter dari Sungai Ogan tersebut roboh akibat diterjang banjir.
"Sekitar sepanjang 60-70 meter pagar beton sekolah kami roboh di terjang banjir dan sudah kami laporkan ke BPBD Kabupaten OKU serta Disdik Sumatera Selatan untuk diperbaiki," ujarnya.
"Beberapa fasilitas yang ada di sekolah kami seperti kursi dan meja belajar rusak akibat banjir sehingga siswa diliburkan untuk sementara waktu," kata Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri 125 Desa Belandang, Kecamatan Ulu Ogan, Ogan Komering Ulu (OKU), Nopriadi di Baturaja, Senin (29/4).
Dia mengemukakan, banjir akibat luapan sungai ogan yang terjadi pada Jumat (26/4) dini hari tersebut masuk hampir ke seluruh ruang belajar dengan ketinggian air setinggi paha orang dewasa.
"Banjir menyisakan endapan lumpur yang mengendap di ruang belajar setebal 30 centimeter sehingga harus dibersihkan," ungkapnya.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut, kata dia, namun pihaknya terpaksa membersihkan lumpur yang mengendap agar ruang belajar siswa dapat digunakan kembali.
"Bencana banjir tahun ini merupakan yang terparah. Biasanya walaupun air sungai meluap tidak pernah sampai ke sekolah apalagi masuk ke ruang belajar karena antara permukaan tanah dengan sungai cukup tinggi yaitu sekitar empat meter," jelasnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 12 Desa Ulak Lebar, Kecamatan Ulu Ogan, Suparyono, secara terpisah menambahkan bahwa banjir tersebut juga merendam beberapa ruang belajar di sekolah yang dipimpinnya itu sehingga pihaknya terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar untuk sementara waktu.
"Ada beberapa ruang kelas yang terendam banjir, termasuk ruang komputer yang sebelumnya digunakan untuk UNBK. Beruntung setelah proses ujian selesai semua perangkat komputer sudah dibereskan sehingga tidak ada yang rusak," kata dia.
Hanya saja, lanjut dia, pagar sekolah yang hanya berjarak sekitar 10-20 meter dari Sungai Ogan tersebut roboh akibat diterjang banjir.
"Sekitar sepanjang 60-70 meter pagar beton sekolah kami roboh di terjang banjir dan sudah kami laporkan ke BPBD Kabupaten OKU serta Disdik Sumatera Selatan untuk diperbaiki," ujarnya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pasaman Barat peroleh bantuan perbaikan 52 unit rumah rusak akibat bencana
13 February 2026 20:28 WIB
Pariaman ajukan proposal pembangunan infrastruktur rusak akibat bencana ke Menteri PU
30 January 2026 18:06 WIB
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB
TNI-BNPB kebut pengerjaan huntara bagi warga terdampak tanah bergerak Sumbar
23 January 2026 22:26 WIB
Presiden Prabowo tegaskan bencana Sumatera tak nasional, tapi ditangani serius
01 January 2026 14:47 WIB
Dana untuk bangun kembali daerah terdampak bencana dialokasikan, ini penjelasan Purbaya
30 December 2025 16:34 WIB