Tarif angkutan udara akan dibahas khusus, kata Darmin Nasuition
Jumat, 26 April 2019 15:45 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution (Humas Kemenko Perekonomian)
Jakarta, (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan ada rapat koordinasi khusus dengan pemangku kepentingan terkait untuk membahas tingginya tarif angkutan udara.
"Minggu depan, kalau waktunya ada. Kadang-kadang mencocokkan waktu saja bisa susah," kata Darmin di Jakarta, Jumat.
Darmin mengatakan bahwa rapat ini dilakukan agar ada arahan lebih lanjut untuk menekan tarif pesawat terbang yang masih tinggi, meski Kementerian Perhubungan telah menaikkan batas bawah harga tiket.
"Mereka yang menyerahkan ke kita, artinya (kementerian) Perhubungan mengatakan mereka sudah sulit menyelesaikan, memang kita bikin rapat saja," ujar Darmin.
Selain mengundang Menteri Perhubungan, rapat itu direncanakan ikut menghadirkan Menteri BUMN dan perwakilan maskapai penerbangan.
Sebelumnya, tarif angkutan udara menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi dalam lima bulan terakhir sejak November 2018.
Kondisi ini merupakan anomali karena biasanya harga tiket pesawat terbang mengalami kenaikan pada hari libur akhir tahun dan kembali normal dalam periode Januari-Februari.
Tingginya tarif angkutan udara ini diperkirakan terus terjadi hingga menjelang Lebaran karena tingginya permintaan dari masyarakat yang ingin melakukan perjalanan arus mudik.
Sebelumnya, Bank Indonesia juga akan menyiapkan langkah antisipasi untuk membendung dampak tingginya harga tiket pesawat kepada inflasi terutama menjelang momentum konsumsi tinggi pada Lebaran.
"Secara musiman, memang menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, harga tiket naik, nanti akan dibahas langkah-langkah antisipasinya," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.
Komponen tiket pesawat merupakan salah satu bagian dari kelompok tarif harga yang diatur pemerintah (administered prices) dalam komponen inflasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan harga tiket pesawat telah menyumbang inflasi sebesar 0,03 persen pada laju inflasi nasional Maret 2019.
Sebagai perbandingan, inflasi angkutan udara pada Desember 2018 tercatat 0,19 persen, Januari 2019 tercatat 0,02 persen dan Februari 2019 sebesar 0,03 persen. (*)
"Minggu depan, kalau waktunya ada. Kadang-kadang mencocokkan waktu saja bisa susah," kata Darmin di Jakarta, Jumat.
Darmin mengatakan bahwa rapat ini dilakukan agar ada arahan lebih lanjut untuk menekan tarif pesawat terbang yang masih tinggi, meski Kementerian Perhubungan telah menaikkan batas bawah harga tiket.
"Mereka yang menyerahkan ke kita, artinya (kementerian) Perhubungan mengatakan mereka sudah sulit menyelesaikan, memang kita bikin rapat saja," ujar Darmin.
Selain mengundang Menteri Perhubungan, rapat itu direncanakan ikut menghadirkan Menteri BUMN dan perwakilan maskapai penerbangan.
Sebelumnya, tarif angkutan udara menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi dalam lima bulan terakhir sejak November 2018.
Kondisi ini merupakan anomali karena biasanya harga tiket pesawat terbang mengalami kenaikan pada hari libur akhir tahun dan kembali normal dalam periode Januari-Februari.
Tingginya tarif angkutan udara ini diperkirakan terus terjadi hingga menjelang Lebaran karena tingginya permintaan dari masyarakat yang ingin melakukan perjalanan arus mudik.
Sebelumnya, Bank Indonesia juga akan menyiapkan langkah antisipasi untuk membendung dampak tingginya harga tiket pesawat kepada inflasi terutama menjelang momentum konsumsi tinggi pada Lebaran.
"Secara musiman, memang menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, harga tiket naik, nanti akan dibahas langkah-langkah antisipasinya," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.
Komponen tiket pesawat merupakan salah satu bagian dari kelompok tarif harga yang diatur pemerintah (administered prices) dalam komponen inflasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan harga tiket pesawat telah menyumbang inflasi sebesar 0,03 persen pada laju inflasi nasional Maret 2019.
Sebagai perbandingan, inflasi angkutan udara pada Desember 2018 tercatat 0,19 persen, Januari 2019 tercatat 0,02 persen dan Februari 2019 sebesar 0,03 persen. (*)
Pewarta : Satyagraha
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Perda pencegahan narkoba dihidupkan jadi gerakan sosial masyarakat di Sawahlunto
24 October 2025 20:07 WIB
PDI Perjuangan resmi pecat Jokowi, Gibran, Bobby sebagai kader partai
16 December 2024 14:50 WIB, 2024
Berbagi di Idul Adha 2024, Caleg DPRD Sumbar terpilih Bagas salurkan sembilan ekor sapi kurban untuk Tanah Datar
17 June 2024 16:08 WIB, 2024
Setelah Marawa Beach Club di Padang, Raffi Ahmad siap berinvestasi kembangkan Medan Zoo
18 May 2022 5:40 WIB, 2022
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB