Batusangkar, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat menyatakan 20 dari 225 koperasi di daerah itu sudah tidak aktif atau usahanya mati disebabkan berbagai faktor.

"Dari 20 koperasi yang tidak aktif itu, empat koperasi di antaranya sudah dibekukan karena kepengurusannya tidak jelas, kebanyakan merupakan koperasi sekolah," kata Kepala Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Tanah Datar Marwan di Batusangkar, Kamis.

Ia mengatakan telah melakukan evaluasi terhadap koperasi-koperasi yang tidak aktif tersebut, dan umumnya permasalahan disebabkan pengelolaan yang tidak jelas, ada penyelewengan dana oleh pengelola koperasi, dan tidak lancarnya usaha koperasi.

Permasalahan ini banyak terjadi pada koperasi di daerah itu, sehingga perkembangan koperasi stagnan, padahal keberadaan koperasi ini sangat penting untuk mendorong ekonomi masyarakat.

Keberadaan koperasi sejatinya mendorong usaha mikro kecil menengah (UMKM), membantu meningkatkan kesejahteraan anggota serta pengurus yang terlibat dalam koperasi.

Karena itu terhadap koperasi yang tidak aktif ini, pihaknya akan melakukan pembinaan dan pendampingan agar koperasi yang masih bisa dipertahankan kembali aktif dan menjalankan usahanya.

Koperasi sebagai usaha dari anggota untuk anggota harus dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan ajang menjalin silaturahim antara sesama pengurus dan anggota koperasi.

Jika sudah terjalin kebersamaan dan komunikasi antara sesama pengurus dan anggota, maka semua permasalahan yang dihadapi koperasi akan bisa dipecahkan dan dicarikan solusinya bersama. (*)

Pewarta : Etri Saputra
Editor : Mukhlisun
Copyright © ANTARA 2024