Kiat sarapan dengan makanan instan
Minggu, 17 Februari 2019 13:25 WIB
Ilustrasi - (ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi/kye/17)
Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Nutrisionis Perusahaan Nestle Indonesia Eka Herdiana menyarankan agar masyarakat membaca label kemasan terlebih dahulu jika sarapan dengan makanan instan supaya bisa mengetahui pemenuhan gizinya.
"Sarapan bisa dengan apa saja, yang penting porsinya pas, zat gizi atau nutrisinya lengkap. Ada banyak sarapan instan yang tersedia, tapi yang penting baca labelnya," kata Eka Herdiana atau yang akrab disapa Diana dalam acara Ayo Sarapan Bergizi di Jakarta, Minggu.
Diana mengingatkan tiga poin penting bila sarapan dengan makanan instan yaitu atur porsinya, baca label, dan cukupi asupan gizi yang dibutuhkan tubuh.
Saat membaca label, kata Diana, harus memperhatikan informasi nilai gizi untuk mengetahui kandungan gizi apa saja yang ada di dalamnya serta komposisi bahan-bahannya.
Oleh karena itu apabila kandungan gizi pada suatu makanan instan dirasa kurang, bisa ditambahkan dengan jenis makanan lainnya seperti buah-buahan atau lainnya sesuai kebutuhan dan keinginan.
"Harus beragam jenis. Kalau kita hanya makan satu jenis, zat gizinya tidak tercukupi," kata dia.
Edukasi seputar sarapan bergizi seimbang penting untuk terus digencarkan mengingat sarapan memenuhi 15 sampai 30 persen kebutuhan gizi harian.
Di samping itu, disebutkan bahwa 76 persen orang Indonesia yang sarapan di pagi hari ternyata mengaku belum mengonsumsi menu makanan bergizi seimbang.
"Masyarakat diharapkan dapat lebih cermat dalam mengonsumsi sarapan yang tidak hanya lezat, tapi juga memiliki nilai gizi yang seimbang sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi hariannya dengan baik," kata Diana. (*)
"Sarapan bisa dengan apa saja, yang penting porsinya pas, zat gizi atau nutrisinya lengkap. Ada banyak sarapan instan yang tersedia, tapi yang penting baca labelnya," kata Eka Herdiana atau yang akrab disapa Diana dalam acara Ayo Sarapan Bergizi di Jakarta, Minggu.
Diana mengingatkan tiga poin penting bila sarapan dengan makanan instan yaitu atur porsinya, baca label, dan cukupi asupan gizi yang dibutuhkan tubuh.
Saat membaca label, kata Diana, harus memperhatikan informasi nilai gizi untuk mengetahui kandungan gizi apa saja yang ada di dalamnya serta komposisi bahan-bahannya.
Oleh karena itu apabila kandungan gizi pada suatu makanan instan dirasa kurang, bisa ditambahkan dengan jenis makanan lainnya seperti buah-buahan atau lainnya sesuai kebutuhan dan keinginan.
"Harus beragam jenis. Kalau kita hanya makan satu jenis, zat gizinya tidak tercukupi," kata dia.
Edukasi seputar sarapan bergizi seimbang penting untuk terus digencarkan mengingat sarapan memenuhi 15 sampai 30 persen kebutuhan gizi harian.
Di samping itu, disebutkan bahwa 76 persen orang Indonesia yang sarapan di pagi hari ternyata mengaku belum mengonsumsi menu makanan bergizi seimbang.
"Masyarakat diharapkan dapat lebih cermat dalam mengonsumsi sarapan yang tidak hanya lezat, tapi juga memiliki nilai gizi yang seimbang sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi hariannya dengan baik," kata Diana. (*)
Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Legislator minta masyarakat waspada obat dan kosmetik tawarkan efek instan
16 October 2025 19:27 WIB
Perhatian bagi yang suka makan nasi dan mie berlebih, waspadai naik gula darah
26 January 2023 22:20 WIB, 2023
Mie instan asal Indonesia disumbangkan di Hari Nelson Mandela di Afrika
02 August 2019 14:45 WIB, 2019