Perempuan mahkluk mulia dari pandangan Islam, kata Said Aqil
Minggu, 27 Januari 2019 10:29 WIB
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. (Antara)
Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Perempuan dalam perspektif pandangan Islam punya tempat dan kedudukan yang amat mulia kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Sirodj.
Pria yang akrab disapa Kyai Said itu menyampaikan hal tersebut pada tausyiahnya dalam acara Harlah Muslimat NU ke-73 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu.
"Al-Quran mengabadikan perempuan dalam surat An-Nisa yang artinya perempuan, enggak ada itu surat Ar-Rijal (laki-laki)," kata Kyai Said.
Dalam sejarah perjuangan Islam, perempuan juga menorehkan momen-momen penentu. Bahkan, orang yang pertama mati dalam membela agama Islam adalah seorang perempuan bernama Sumayyah.
"Sumayyah dibunuh Abu Jahal, setelah itu baru suaminya Yasir," ucap dia.
Kyai Said lantas mengeluarkan sebuah kisah tentang Khalifah kedua Umar bin Khatab yang tetap diam ketika istrinya memarahinya.
"Saya juga begitu, gelar Profesor, Doktor, Kyai, Ketua Umum, kalau istri saya marah, rontok semua gelar ini," kata Kyai Said sambil bercanda yang kemudian disambut tawa oleh para jamaah yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Kyai Said pun menjelaskan kalau hikmah dari kisah-kisah ini adalah keutamaan perempuan yang harus dijaga oleh siapa saja. Hal ini juga didasarkan pada perkataan Nabi Muhammad.
"Maka hargailah istrimu. Kata Nabi, suami yang baik adalah suami yang sayang istri," ucap dia.(*)
Pria yang akrab disapa Kyai Said itu menyampaikan hal tersebut pada tausyiahnya dalam acara Harlah Muslimat NU ke-73 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu.
"Al-Quran mengabadikan perempuan dalam surat An-Nisa yang artinya perempuan, enggak ada itu surat Ar-Rijal (laki-laki)," kata Kyai Said.
Dalam sejarah perjuangan Islam, perempuan juga menorehkan momen-momen penentu. Bahkan, orang yang pertama mati dalam membela agama Islam adalah seorang perempuan bernama Sumayyah.
"Sumayyah dibunuh Abu Jahal, setelah itu baru suaminya Yasir," ucap dia.
Kyai Said lantas mengeluarkan sebuah kisah tentang Khalifah kedua Umar bin Khatab yang tetap diam ketika istrinya memarahinya.
"Saya juga begitu, gelar Profesor, Doktor, Kyai, Ketua Umum, kalau istri saya marah, rontok semua gelar ini," kata Kyai Said sambil bercanda yang kemudian disambut tawa oleh para jamaah yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Kyai Said pun menjelaskan kalau hikmah dari kisah-kisah ini adalah keutamaan perempuan yang harus dijaga oleh siapa saja. Hal ini juga didasarkan pada perkataan Nabi Muhammad.
"Maka hargailah istrimu. Kata Nabi, suami yang baik adalah suami yang sayang istri," ucap dia.(*)
Pewarta : Aubrey Kandelila Fanani
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Biaya sertifikasi halal Kemenag turun, dari Rp3 juta hingga Rp4 juta kini hanya Rp650 ribu
17 January 2022 11:23 WIB, 2022
Kumpulkan 327 suara, Yahya Cholil Staquf unggul pada penjaringan bakal calon Ketum PBNU
24 December 2021 7:43 WIB, 2021
Dinilai banyak membangun infrastruktur, Ketum PBNU Said Aqil sebut Jokowi Bapak Infrastruktur
06 October 2021 13:15 WIB, 2021
Penjelasan Kementerian BUMN terkait pengangkatan KH Said Aqil Siroj sebagai Komisaris Utama PT KAI
04 March 2021 6:05 WIB, 2021
Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj positif COVID-19, mohon doa untuk kesembuhan
30 November 2020 9:10 WIB, 2020
Terpopuler - Sosial
Lihat Juga
Kemensos sebut bansos kuartal pertama telah cair, juga untuk penyitas bencana Sumatera
26 February 2026 12:18 WIB
Bansos Rp16 miliar didistribusikan untuk keluarga penerima manfaat di Probolinggo
25 February 2026 14:35 WIB
Kabar baik, Kemensos aktifkan lagi Puskesos desa agar Bansos lebih tepat sasaran
21 February 2026 22:30 WIB
Kemensos salurkan bansos penanganan pascabencana dan bansos reguler untuk Aceh, Sumut dan Sumbar
31 January 2026 10:59 WIB