Kerajinan berbahan jerami asal Tanah Datar tembus pasar Riau
Rabu, 26 Desember 2018 18:26 WIB
Kerajinan berbahan dasar jerami. (Antara Sumbar/ist)
Batusangkar, (Antaranews Sumbar) - Industri kreatif berupa kerajinan tangan berbahan jerami hasil karya perajin asal Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) mulai dipasarkan ke beberapa daerah di Provinsi Riau.
Perajin kerajinan jerami, Novia Wella di Batusangkar, Rabu, mengatakan aneka kerajinan yang ia produksi terdiri dari berbagai bentuk, salah satunya menyerupai beberapa jenis hewan.
"Saat ini kerajinan tersebut telah menembus beberapa kota/kabupaten di provinsi tetangga seperti Pekanbaru, Teluk Kuantan, Bangkinang dan Pasir Pangiraian," katanya.
Perajin yang akrab disapa Wella itu menyebutkan, hasil karyanya tersebut dijual dengan harga bervariasi, tergantung pada ukuran serta tingkat kesulitan pengerjaannya.
Untuk kerajinan yang paling murah dimulai dari angka Rp10.000 hingga yang paling mahal mencapai angka Rp2 juta rupiah.
“Pembuatannya juga memiliki tingkat kesulitan yang berbeda, semakin banyak lekuk tubuh hewan yang dibuat maka semakin rumit pula pembuatannya,” ujar gadis berusia 25 tahun tersebut.
Wella yang sehari-hari juga menjadi staf di bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Tanah Datar itu menambahkan, untuk kerajinan berukuran kecil, ia mampu menghasilkan mulai dari 10 hingga 20 kerajinan setiap harinya.
Sementara untuk kerajinan dengan ukuran yang besar hanya mampu diproduksi 5-10 buah perhari.
Bahan baku jerami yang merupakan bahan utama untuk membuat kerajinan didapatkannya dari laha pesawahan yang ada di sekitar kediamannya dengan dibantu oleh beberapa orang tenaga tambahan.
“Jerami bisa didapatkan saat warga panen, dan ada juga yang dibeli, sedangkan pernak-pernik tambahan dibeli ke Bukittinggi,” katanya.
Sekalipun sudah hasil kerajinannya sudah mulai dipasarkan hingga ke luar daerah, ia mengakui bahwasanya masih mengalami kendala dalam hal pemodalan yang berdampak pada produktfitas.
Ia berharap, ke depannya usaha tersebut dapat semakin berkembang dan mampu menampung banyak tenaga kerja sehingga akan menghasilkan lebih banyak karya untuk memenuhi permintaan pasar. (*)
Perajin kerajinan jerami, Novia Wella di Batusangkar, Rabu, mengatakan aneka kerajinan yang ia produksi terdiri dari berbagai bentuk, salah satunya menyerupai beberapa jenis hewan.
"Saat ini kerajinan tersebut telah menembus beberapa kota/kabupaten di provinsi tetangga seperti Pekanbaru, Teluk Kuantan, Bangkinang dan Pasir Pangiraian," katanya.
Perajin yang akrab disapa Wella itu menyebutkan, hasil karyanya tersebut dijual dengan harga bervariasi, tergantung pada ukuran serta tingkat kesulitan pengerjaannya.
Untuk kerajinan yang paling murah dimulai dari angka Rp10.000 hingga yang paling mahal mencapai angka Rp2 juta rupiah.
“Pembuatannya juga memiliki tingkat kesulitan yang berbeda, semakin banyak lekuk tubuh hewan yang dibuat maka semakin rumit pula pembuatannya,” ujar gadis berusia 25 tahun tersebut.
Wella yang sehari-hari juga menjadi staf di bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Tanah Datar itu menambahkan, untuk kerajinan berukuran kecil, ia mampu menghasilkan mulai dari 10 hingga 20 kerajinan setiap harinya.
Sementara untuk kerajinan dengan ukuran yang besar hanya mampu diproduksi 5-10 buah perhari.
Bahan baku jerami yang merupakan bahan utama untuk membuat kerajinan didapatkannya dari laha pesawahan yang ada di sekitar kediamannya dengan dibantu oleh beberapa orang tenaga tambahan.
“Jerami bisa didapatkan saat warga panen, dan ada juga yang dibeli, sedangkan pernak-pernik tambahan dibeli ke Bukittinggi,” katanya.
Sekalipun sudah hasil kerajinannya sudah mulai dipasarkan hingga ke luar daerah, ia mengakui bahwasanya masih mengalami kendala dalam hal pemodalan yang berdampak pada produktfitas.
Ia berharap, ke depannya usaha tersebut dapat semakin berkembang dan mampu menampung banyak tenaga kerja sehingga akan menghasilkan lebih banyak karya untuk memenuhi permintaan pasar. (*)
Pewarta : Syahrul Rahmat
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sejumlah pengunjung manfaatkan hiasan jerami untuk berfoto di acara Rang Solok Baralek Gadang
24 September 2022 16:57 WIB, 2022
Begini cara petani Mongolia raup untung Rp5,9 miliar per tahun dari jerami
25 October 2019 10:03 WIB, 2019
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Sabtu (04/04/2026) pagi ini harga emas Antam bertahan di angka Rp2,857 juta/gr
04 April 2026 9:06 WIB
Simak daftar harga emas UBS-Antam-Galeri24 di Pegadaian Sabtu (04/04/026) pagi
04 April 2026 8:12 WIB
Jumat (03/04/2026) pagi harga emas Antam anjlok Rp65.000 jadi Rp2,857 juta/gram
03 April 2026 10:49 WIB
Harga emas UBS-Galeri24 turun, Antam naik di Pegadaian Jumat (03/04/2026) pagi
03 April 2026 7:54 WIB
Harga emas UBS-Antam-Galeri24 di Pegadaian Kamis (02/04/2026) pagi kompak melonjak
02 April 2026 9:08 WIB
Harga emas Antam Kamis (02/04/2026) pagi naik Rp20.000 jadi Rp2,922 juta per gram
02 April 2026 9:06 WIB