Menlu Turki: semua yang terlibat pembunuhan wartawan Khashoggi harus diadili
Jumat, 26 Oktober 2018 7:57 WIB
Wartawan kawakan Jamal Khashoggi hilang sejak ia memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018. (cc)
Ankara, Turki, (Antaranews Sumbar) - Semua orang yang terlibat dalampembunuhan wartawan Jamal Khashoggi pada 2 Oktober di Konsulat Arab Saudi harus diadili di Turki, kata menteri dalam negeri Turki.
"Setiap orang yang berkaitan dengan pembunuhan tersebut perlu diperiksa dan diadili di Turki," kata Mevlut Cavusoglu kepada wartawan pada Kamis (25/10). Ia berbicara bersama timpalannya dari Paletina Riyad Al-Maliki di Ibu Kota Turki, Ankara.
Khashoggi, kolumnis buat The Washington Post, terakhir kali terlihat pada 2 Oktober, ketika ia memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul.
Setelah berhari-hari membantah bahwa Riyadh mengetahui keberadaan wartawan itu, beberapa pejabat Arab Saudi pekan lalu mengakui bahwa Khashoggi terbunuh dalam "perkelahian" di dalam Konsulat.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Selasa (23/10) menjelaskan temuan awal negerinya dalam penyelidikannya, dan mengatakan pembunuhan Khashoggi "sudah direncanakan".
Cavusoglu mengatakan organisasi media dan internasional secara seksama telah mengikuti perkembangan kasus itu, demikian laporan kantor berita Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi. Ia menambahkan, "Proses ini harus ditangani dengan cara yang sangat jelas dan transparan."
Turki berbagi keterangan dan bukti berkaitan dengan kasus itu dengan mereka yang ingin memperoleh keterangan terperinci sebagai bagian dari hukum internasional, kata menteri tersebut.
"Untuk saat ini, kami (Turki) tak memiliki keinginan untuk membawa masalah ini ke pengadilan internasional," Cavusoglu menambahkan.
Dari London diberitakan sebanyak 100 100 pegiat dan pemrotes pada Kamis berkumpul di luar Kedutaan Besar Arab Saudi di London Tengah untuk menyeru Pemerintah Inggris agar mengakhiri penjualan senjata ke Kerajaan Arab Saudi, setelah terbunuhnya wartawan Jamal Khashoggi.
Protes itu --yang diselenggarakan oleh "Stop the War Coalition"-- juga diikuti oleh anggota dari kelompok International Campaign for Justice.
Pembunuhan Khashoggi adalah tindakan mengerikan "yang dilakukan oleh negara yang sepenuhnya tak terkendali", kata Chris Nineham, Wakil Ketua Stop the War Coalition.
Ketika berbicara kepada kantor berita Anadolu, Nineham menggaris-bawahi Pemerintah Arab Saudi terlibat dalam perang di Yaman, yang berada di ambang "salah satu bencana kemanusiaan paling buruk di dunia sejak Perang Dunia II".
"Sungguh memalukan, Pemerintah Inggris memasok sangat banyak senjata dan dukungan diplomatik serta politik buat rejim Arab Saudi. Kami percaya itu harus berakhir," katanya.
Nineham mengatakan mereka memprotes "untuk menuntut keadilan buat Jamal Khashoggi dan menyerukan diakhirinya prilaku agresif yang mirip perang dari Arab Saudi di wilayah tersebut".
Robert Andres, seorang peneliti dari Organisasi Arab bagi Hak Asasi Manusia di Inggris, mengatakan mereka berada di Kedutaan Besar Arab Saudi "untuk meminta dan menuntut diserahkannya jenazah Jalam Khashoggi" dan diakhirinya perang di Yaman. (*)
"Setiap orang yang berkaitan dengan pembunuhan tersebut perlu diperiksa dan diadili di Turki," kata Mevlut Cavusoglu kepada wartawan pada Kamis (25/10). Ia berbicara bersama timpalannya dari Paletina Riyad Al-Maliki di Ibu Kota Turki, Ankara.
Khashoggi, kolumnis buat The Washington Post, terakhir kali terlihat pada 2 Oktober, ketika ia memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul.
Setelah berhari-hari membantah bahwa Riyadh mengetahui keberadaan wartawan itu, beberapa pejabat Arab Saudi pekan lalu mengakui bahwa Khashoggi terbunuh dalam "perkelahian" di dalam Konsulat.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Selasa (23/10) menjelaskan temuan awal negerinya dalam penyelidikannya, dan mengatakan pembunuhan Khashoggi "sudah direncanakan".
Cavusoglu mengatakan organisasi media dan internasional secara seksama telah mengikuti perkembangan kasus itu, demikian laporan kantor berita Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi. Ia menambahkan, "Proses ini harus ditangani dengan cara yang sangat jelas dan transparan."
Turki berbagi keterangan dan bukti berkaitan dengan kasus itu dengan mereka yang ingin memperoleh keterangan terperinci sebagai bagian dari hukum internasional, kata menteri tersebut.
"Untuk saat ini, kami (Turki) tak memiliki keinginan untuk membawa masalah ini ke pengadilan internasional," Cavusoglu menambahkan.
Dari London diberitakan sebanyak 100 100 pegiat dan pemrotes pada Kamis berkumpul di luar Kedutaan Besar Arab Saudi di London Tengah untuk menyeru Pemerintah Inggris agar mengakhiri penjualan senjata ke Kerajaan Arab Saudi, setelah terbunuhnya wartawan Jamal Khashoggi.
Protes itu --yang diselenggarakan oleh "Stop the War Coalition"-- juga diikuti oleh anggota dari kelompok International Campaign for Justice.
Pembunuhan Khashoggi adalah tindakan mengerikan "yang dilakukan oleh negara yang sepenuhnya tak terkendali", kata Chris Nineham, Wakil Ketua Stop the War Coalition.
Ketika berbicara kepada kantor berita Anadolu, Nineham menggaris-bawahi Pemerintah Arab Saudi terlibat dalam perang di Yaman, yang berada di ambang "salah satu bencana kemanusiaan paling buruk di dunia sejak Perang Dunia II".
"Sungguh memalukan, Pemerintah Inggris memasok sangat banyak senjata dan dukungan diplomatik serta politik buat rejim Arab Saudi. Kami percaya itu harus berakhir," katanya.
Nineham mengatakan mereka memprotes "untuk menuntut keadilan buat Jamal Khashoggi dan menyerukan diakhirinya prilaku agresif yang mirip perang dari Arab Saudi di wilayah tersebut".
Robert Andres, seorang peneliti dari Organisasi Arab bagi Hak Asasi Manusia di Inggris, mengatakan mereka berada di Kedutaan Besar Arab Saudi "untuk meminta dan menuntut diserahkannya jenazah Jalam Khashoggi" dan diakhirinya perang di Yaman. (*)
Pewarta : Antara
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wako Bukittinggi terima kunjungan Konjen Tiongkok, bahas kerjasama pariwisata dan ekonomi
22 October 2025 12:00 WIB
Wako Fadly Amran terima Konsul Jenderal India, bahas peluang kerja sama strategis
07 August 2025 13:27 WIB
Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia resmikan e-sport lounge di Unand
07 February 2023 22:40 WIB, 2023
Dituduh jadi anggota teroris, Turki dakwa pekerja ketiga Konsulat AS di Istanbul
27 April 2019 10:17 WIB, 2019
Terkait pembunuhan Khashoggi, Turki tuntut pengekstradisian 18 tersangka Arab Saudi
27 October 2018 9:21 WIB, 2018
Ternyata eksekutor melihat aksi pembunuhan jurnalis Khashoggi lewat skype
23 October 2018 12:04 WIB, 2018
Pejabat Turki sebut masalah pembunuhan Khashoggi bukan hanya urusan Riyadh-Ankara
23 October 2018 8:44 WIB, 2018
Malaysia imbau warganya melapor ke konsulat jenderal pascaledakan bom di Thailand selatan
23 January 2018 6:20 WIB, 2018