Presiden Jokowi akan mengunjungi kembali NTB
Senin, 15 Oktober 2018 19:39 WIB
Presiden Joko Widodo bertolak ke Provinsi Sulawesi Tengah dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (3/10/2018), untuk meninjau penanganan dampak bencana gempa bumi dan tsunami di daerah itu. (Foto Biro Pers Setpres RI) (Foto Biro Pers Setpres RI/)
Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Presiden Joko Widodo akan mengunjungi kembali Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk memastikan pencairan dana stimulan untuk korban bencana gempa bumi benar-benar tersalur kepada yang berhak.
"Kalau tidak ada halangan Pak Jokowi akan datang kembali ke NTB," kata Gubernur NTB Zulkieflimansyah usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.
Ia menyebutkan Presiden Jokowi ingin memastikan dana stimulan untuk korban bencana tersalurkan dengan baik.
"Pak Jokowi ingin melihat bahwa dana yang ada di rekening tabungan itu bisa dicairkan oleh masyarakat," katanya.
Menurur dia, tugas dirinya dan BNPB saat ini adalah memastikan bahwa pencairan dana itu berlangsung dengan baik.
"Pak Jokowi nanti juga akan membagi beasiswa di sana," katanya.
Ia berharap dengan penyederhanaan formulir isian yang semula 17 lembar menjadi satu lembar akan mempercepat pencairannya.
"Saya yakin bisa jadi cepat dan ketika Pak Jokowi hadir hari Kamis itu sudah kelihatan masyarakat sudah antre mengambil uangnya di bank," katanya.
Sementara itu Kepala BNPB Willem Rampangilei menyebutkan dana yang sudah disalurkan kepada masyarakat korban bencana di NTB melalui bank sebesar Rp1,1 triliun.
"Ini untuk di NTB. Nah, berapa rupiah lagi yang dibutuhkan, tergantung nanti hasil verifikasi," katanya.
Dana tersebut belum sampai ke masyarakat sehingga Presiden memerintahkan percepatan agar dapat segera dicairkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat korban bencana.
Dana Rp 1,1 triliun itu diperuntukkan bagi pembangunan kembali rumah-rumah rusak sebagai bantuan stimulan yang sudah disalurkan ke buku tabungan masyarakat.
"Tadi Presiden melihat lambat pelaksanaannya sehingga harus disederhanakan prosedurnya tapi tetap memperhatikan akuntabilitas," katanya.
Ia menyebutkan dana tersebut sepenuhnya bersumber dari APBN.
"Bantuan-bantuan yang lain nanti kita lihat, apakah untuk rehabilitasi dan rekonstruksi, mau dipakai di Sulteng atau NTB," katanya. (*)
"Kalau tidak ada halangan Pak Jokowi akan datang kembali ke NTB," kata Gubernur NTB Zulkieflimansyah usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.
Ia menyebutkan Presiden Jokowi ingin memastikan dana stimulan untuk korban bencana tersalurkan dengan baik.
"Pak Jokowi ingin melihat bahwa dana yang ada di rekening tabungan itu bisa dicairkan oleh masyarakat," katanya.
Menurur dia, tugas dirinya dan BNPB saat ini adalah memastikan bahwa pencairan dana itu berlangsung dengan baik.
"Pak Jokowi nanti juga akan membagi beasiswa di sana," katanya.
Ia berharap dengan penyederhanaan formulir isian yang semula 17 lembar menjadi satu lembar akan mempercepat pencairannya.
"Saya yakin bisa jadi cepat dan ketika Pak Jokowi hadir hari Kamis itu sudah kelihatan masyarakat sudah antre mengambil uangnya di bank," katanya.
Sementara itu Kepala BNPB Willem Rampangilei menyebutkan dana yang sudah disalurkan kepada masyarakat korban bencana di NTB melalui bank sebesar Rp1,1 triliun.
"Ini untuk di NTB. Nah, berapa rupiah lagi yang dibutuhkan, tergantung nanti hasil verifikasi," katanya.
Dana tersebut belum sampai ke masyarakat sehingga Presiden memerintahkan percepatan agar dapat segera dicairkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat korban bencana.
Dana Rp 1,1 triliun itu diperuntukkan bagi pembangunan kembali rumah-rumah rusak sebagai bantuan stimulan yang sudah disalurkan ke buku tabungan masyarakat.
"Tadi Presiden melihat lambat pelaksanaannya sehingga harus disederhanakan prosedurnya tapi tetap memperhatikan akuntabilitas," katanya.
Ia menyebutkan dana tersebut sepenuhnya bersumber dari APBN.
"Bantuan-bantuan yang lain nanti kita lihat, apakah untuk rehabilitasi dan rekonstruksi, mau dipakai di Sulteng atau NTB," katanya. (*)
Pewarta : Agus Salim
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gempa laut magnitudo 5,9 guncang Kepulauan Tanimbar Maluku, guncangan sampai mana?
07 February 2026 5:17 WIB
BMKG: Gempa di Pacitan berjenis megathrust berkedalaman dangkal, guncangannya sampai mana?
06 February 2026 10:20 WIB
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB
TNI-BNPB kebut pengerjaan huntara bagi warga terdampak tanah bergerak Sumbar
23 January 2026 22:26 WIB
Presiden Prabowo tegaskan bencana Sumatera tak nasional, tapi ditangani serius
01 January 2026 14:47 WIB
Dana untuk bangun kembali daerah terdampak bencana dialokasikan, ini penjelasan Purbaya
30 December 2025 16:34 WIB