Masyarakat Air Haji peduli korban gempa Palu
Rabu, 10 Oktober 2018 10:48 WIB
Masyarakat Air Haji Galang Bantuan Bagi Korban Gempa di Palu dan Donggala. (ANTARA SUMBAR/istimewa)
Painan, (Antaranews Sumbar) - Puluhan warga di Nagari (Desa Adat) Air Haji, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat menggalang bantuan sejak sepekan terakhir untuk membantu korban bencana alam di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.
"Kami berhasil mengumpulkan satu ton beras, ratusan dus mie instan dan keperluan harian lainnya," kata warga setempat, Rian Irwansyah (32) di Painan, Rabu.
Ia melanjutkan, bantuan tersebut akan disalurkan melalui salah satu organisasi sosial di Kota Padang dan selanjutnya didistribusikan ke Palu dan Donggala.
Dalam mengumpulkan bantuan ungkapnya, masyarakat setempat cukup antusias bahkan dari awalnya hanya 20 orang yang aktif selanjutnya meningkat hingga lima kali lipat.
"Kami awalnya tidak menyangka akan bisa mengumpulkan sumbangan sebanyak ini karena skalanya hanya tingkat nagari namun berkat kerjasama yang solid hasilnya cukup memuaskan," ujarnya.
Ia berharap dengan sumbangan yang tidak seberapa itu bisa meringankan penderitaan masyarakat di Palu dan Donggala yang tertimpa musibah.
Sebelumnya, pada Jumat (5/10) Pos Komando Penanggulangan Bencana Gempa-Tsunami Sulawesi Tengah, di Palu mencatat jumlah korban meninggal sebanyak 1.588 orang.
Adapun korban luka-luka 2.549 orang, korban hilang 113 orang, korban tertimbun 152 orang, rumah rusak 65.733 unit, penduduk yang mengungsi sebanyak 70.821 orang.
Selanjutnya, korban yang meninggal yang sudah dimakamkan antara lain pada pekuburan massal Peboya 582 orang, pekuburan massal Pantoloan 35 orang, pekuburan keluarga sebanyak 921 orang, yang belum dimakamkan di RS Madani sebanyak 20 orang. (*)
"Kami berhasil mengumpulkan satu ton beras, ratusan dus mie instan dan keperluan harian lainnya," kata warga setempat, Rian Irwansyah (32) di Painan, Rabu.
Ia melanjutkan, bantuan tersebut akan disalurkan melalui salah satu organisasi sosial di Kota Padang dan selanjutnya didistribusikan ke Palu dan Donggala.
Dalam mengumpulkan bantuan ungkapnya, masyarakat setempat cukup antusias bahkan dari awalnya hanya 20 orang yang aktif selanjutnya meningkat hingga lima kali lipat.
"Kami awalnya tidak menyangka akan bisa mengumpulkan sumbangan sebanyak ini karena skalanya hanya tingkat nagari namun berkat kerjasama yang solid hasilnya cukup memuaskan," ujarnya.
Ia berharap dengan sumbangan yang tidak seberapa itu bisa meringankan penderitaan masyarakat di Palu dan Donggala yang tertimpa musibah.
Sebelumnya, pada Jumat (5/10) Pos Komando Penanggulangan Bencana Gempa-Tsunami Sulawesi Tengah, di Palu mencatat jumlah korban meninggal sebanyak 1.588 orang.
Adapun korban luka-luka 2.549 orang, korban hilang 113 orang, korban tertimbun 152 orang, rumah rusak 65.733 unit, penduduk yang mengungsi sebanyak 70.821 orang.
Selanjutnya, korban yang meninggal yang sudah dimakamkan antara lain pada pekuburan massal Peboya 582 orang, pekuburan massal Pantoloan 35 orang, pekuburan keluarga sebanyak 921 orang, yang belum dimakamkan di RS Madani sebanyak 20 orang. (*)
Pewarta : Didi Someldi Putra
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PLN Rampungkan Pembangunan PLTMG Luwuk 40 MW, Pasokan Listrik Sistem Sulteng Makin Andal
12 January 2025 19:00 WIB, 2025
Terpopuler - Sosial
Lihat Juga
Kemensos salurkan bansos penanganan pascabencana dan bansos reguler untuk Aceh, Sumut dan Sumbar
31 January 2026 10:59 WIB
Penyaluan bansos tahap pertama tetap melalui bank Himbara dan Pos Indonesia
23 January 2026 23:24 WIB
Sambut Ramadhan, Elnusa Petrofin Berbagi Energi Kebahagiaan dengan Anak Yatim Piatu & Dhuafa di Seluruh Indonesia
06 March 2025 15:10 WIB
Luhut tekankan perlunya pengoptimalan digitalisasi untuk penyaluran bansos
08 February 2025 14:27 WIB, 2025