3.284 polisi amankan Aksi Kawal Amien Rais
Rabu, 10 Oktober 2018 10:08 WIB
Amien Rais. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/kye/17)
Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Polda Metro Jaya menyiagakan 3.284 personel guna mengamankan "Aksi Kawal Amien Rais" saat akan mendukung pemeriksaan mantan ketua MPR RI itu pada hari Rabu.
"Pasukan pengamanan sebanyak 3.284 personel," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta Rabu.
Para personel mengikuti gelar pasukan dan pengarahan dipimpin Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Indra Jafar sebelum melakukan pengamanan aksi dukung Amien Rais.
Kombes Argo menuturkan anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya juga menyiapkan rekayasa arus kendaraan secara situasional ketika terjadi kepadatan karena aksi kawal Amien Rais.
Polda Metro Jaya juga menempatkan kendaraan watercannon dan baraccuda untuk mengantisipasi aksi yang tidak diinginkan.
Argo menuturkan pemeriksaan Amien Rais sebagai saksi untuk tersangka ujaran kebohongan Ratna Sarumpaet dijadwalkan pada pukul 10.00 WIB.
Pada panggilan pertama Jumat (5/10), mantan kutua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) itu tidak hadir karena alasan jadwal pemeriksaan mendadak dan kegiatan yang padat.
Amien memastikan akan hadir memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya yang didampingi 300 pengacara dan massa pendukung lainnya. Berdasarkan informasi, massa Presidium Alumni (PA) 212 bersiap menggelar "Aksi Kawal Amien Rais" di Polda Metro Jaya pada Rabu ini.
Ketua PA 212 Slamet Maarif memastikan aksi kawal Amien Rais tersebut akan dilaksanakan sesuai aturan.
Massa akan berkumpul dan menunaikan shalat Dhuha di Masjid Al Munawwar Pasar Minggu Jakarta Selatan kemudian berangkat menuju Polda Metro Jaya.
Massa aksi solidaritas terhadap mantan ketua umum DPP PAN itu berasal dari Front Pembela Islam (FPI), Brigade 212, Jawara Betawi, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, dan sejumlah kelompok kemasyarakatan lainnya.
Amien Rais sempat menyampaikan pernyataan kepada media terkait pengakuan Ratna yang menjadi korban pengeroyokan di Bandara Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat pada 21 September 2018. Namun, Ratna mengaku cerita pengeroyokan itu merupakan informasi bohong dan sama sekali tidak terjadi.
Terkait hal itu, anggota Polda Metro Jaya menangkap Ratna Sarumpaet saat hendak terbang ke Chili di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Banten pada Kamis (4/10). Polisi telah menetapkan tersangka terhadap Ratna yang dijerat Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 46 tentang peraturan hukum pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Sejauh ini, penyidik Polda Metro Jaya telah meminta keterangan Ratna Sarumpaet, Presiden Konfederasi Serikat Indonesia (KSPI) Said Iqbal dan dokter Sidiq yang mengoperasi plastik Ratna. (*)
Baca juga: Amien Rais akan diperiksa hari ini, didampingi sejumlah pengacara dan ratusan massa
Baca juga: Karding nilai PA 212 tak perlu kerahkan massa dampingi Amien Rais
Baca juga: Usai diperiksa Polda Metro Jaya, Amien Rais bakal "bongkar" kasus di KPK
Baca juga: Amien Rais akan diperiksa Polda Metro Jaya Rabu, PA 212 siap mendampingi
"Pasukan pengamanan sebanyak 3.284 personel," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta Rabu.
Para personel mengikuti gelar pasukan dan pengarahan dipimpin Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Indra Jafar sebelum melakukan pengamanan aksi dukung Amien Rais.
Kombes Argo menuturkan anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya juga menyiapkan rekayasa arus kendaraan secara situasional ketika terjadi kepadatan karena aksi kawal Amien Rais.
Polda Metro Jaya juga menempatkan kendaraan watercannon dan baraccuda untuk mengantisipasi aksi yang tidak diinginkan.
Argo menuturkan pemeriksaan Amien Rais sebagai saksi untuk tersangka ujaran kebohongan Ratna Sarumpaet dijadwalkan pada pukul 10.00 WIB.
Pada panggilan pertama Jumat (5/10), mantan kutua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) itu tidak hadir karena alasan jadwal pemeriksaan mendadak dan kegiatan yang padat.
Amien memastikan akan hadir memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya yang didampingi 300 pengacara dan massa pendukung lainnya. Berdasarkan informasi, massa Presidium Alumni (PA) 212 bersiap menggelar "Aksi Kawal Amien Rais" di Polda Metro Jaya pada Rabu ini.
Ketua PA 212 Slamet Maarif memastikan aksi kawal Amien Rais tersebut akan dilaksanakan sesuai aturan.
Massa akan berkumpul dan menunaikan shalat Dhuha di Masjid Al Munawwar Pasar Minggu Jakarta Selatan kemudian berangkat menuju Polda Metro Jaya.
Massa aksi solidaritas terhadap mantan ketua umum DPP PAN itu berasal dari Front Pembela Islam (FPI), Brigade 212, Jawara Betawi, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, dan sejumlah kelompok kemasyarakatan lainnya.
Amien Rais sempat menyampaikan pernyataan kepada media terkait pengakuan Ratna yang menjadi korban pengeroyokan di Bandara Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat pada 21 September 2018. Namun, Ratna mengaku cerita pengeroyokan itu merupakan informasi bohong dan sama sekali tidak terjadi.
Terkait hal itu, anggota Polda Metro Jaya menangkap Ratna Sarumpaet saat hendak terbang ke Chili di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Banten pada Kamis (4/10). Polisi telah menetapkan tersangka terhadap Ratna yang dijerat Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 46 tentang peraturan hukum pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Sejauh ini, penyidik Polda Metro Jaya telah meminta keterangan Ratna Sarumpaet, Presiden Konfederasi Serikat Indonesia (KSPI) Said Iqbal dan dokter Sidiq yang mengoperasi plastik Ratna. (*)
Baca juga: Amien Rais akan diperiksa hari ini, didampingi sejumlah pengacara dan ratusan massa
Baca juga: Karding nilai PA 212 tak perlu kerahkan massa dampingi Amien Rais
Baca juga: Usai diperiksa Polda Metro Jaya, Amien Rais bakal "bongkar" kasus di KPK
Baca juga: Amien Rais akan diperiksa Polda Metro Jaya Rabu, PA 212 siap mendampingi
Pewarta : Taufik Ridwan dan Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menhan Prabowo sowan ke kediaman Rais Aam NU KHMiftachul Akhyar di Surabaya
07 November 2022 8:45 WIB, 2022
Kiai Miftachul Akhyar kembali terpilih jadi Rais Aam PBNU periode 2021-2026
24 December 2021 5:50 WIB, 2021
Rais Aam PBNU digugat ke pengadilan terkait keputusan majukan jadwal muktamar
07 December 2021 10:02 WIB, 2021
Guspardi sebut PAN tak terganggu kehadiran Partai Ummat yang dideklarasikan Amien Rais
30 April 2021 14:08 WIB, 2021
TP3 enam laskar FPI yang dipimpin Amien Rais temui Presiden, ini yang disampaikan
09 March 2021 11:58 WIB, 2021
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Antisipasi pencurian kendaraan bermotor selama Ramadhan, Satreskrim Polres Dharmasraya optimalkan ini
12 February 2026 16:44 WIB