Padang, (Antaranews Sumbar) - Serapan beras lokal oleh Bulog Divre Sumatera Barat hingga September 2018 mencapai 10.900 ton melebihi target sebesar 10 ribu ton.
     "Target sudah terealisasi dalam tujuh bulan dan bisa bertambah saat masa panen akhir tahun," kata Kepala Bulog Sumbar Suharto Djabar di Padang, Rabu.
     Menurutnya serapan beras lokal oleh Bulog pada 2018 adalah yang tertinggi sejak beberapa tahun terakhir dan menjadi salah satu sumber stok beras untuk kebutuhan daerah.
     Jumlah itu kemungkinan besar masih bisa bertambah karena masih ada satu kali masa panen di Sumbar pada akhir tahun.
     "Mudah-mudahan bisa mencapai 12 ribu ton," katanya.
     Suharto menyebut serapan beras paling banyak berasal dari daerah Pesisir Selatan karena harga yang cukup bersaing sehingga sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
     Sementara beras di daerah lain relatif mahal, terutama untuk daerah Solok yang terkenal sebagai penghasil beras premium di Sumbar.
     Sebelumnya pada 2017 serapan beras Bulog Sumbar hanya sekitar 8000 ton.
     Sementara itu stok beras Bulog Sumbar hingga akhir September 2018 mencapai 25 ribu ton dan diperkirakan bisa mencukupi kebutuhan untuk sepuluh bulan ke depan. (*)