Baznas Microfinance Desa diluncurkan di Bukittinggi, ini sasarannya
Rabu, 5 September 2018 14:13 WIB
Anggota Baznas, Irsyadul Halim dan Wali Kota Bukittinggi, M Ramlan Nurmatias. (ANTARA SUMBAR/ Ira Febrianti)
Bukittinggi, (Antaranews Sumbar) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan program Baznas Microfinance Desa (BMD) di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Rabu.
Anggota Baznas, Irsyadul Halim di Bukittinggi, Rabu, mengatakan peluncuran BMD di Bukittinggi adalah yang kedua setelah yang pertama diluncurkan di Bogor, Jawa Barat pada Juli 2018.
BMD merupakan lembaga keuangan mikro nirlaba berperan membantu usaha kecil yang dijalankan mustahik dengan dukungan dana zakat untuk kebutuhan sosial dan dana sedekah untuk kebutuhan modal bergulir.
Sebagai daerah yang menjadi salah satu pusat perekonomian di Sumbar, potensi usaha mikro dinilai sangat tinggi di Bukittinggi sehingga disediakan BMD di daerah tersebut.
Selain itu, kondisi perekonomian Bukittinggi sempat terganggu karena kebakaran pada Oktober 2017 di pusat pertokoan Pasar Atas yang merupakan salah satu pasar utama di daerah itu.
"Usai kebakaran para pedagang kesulitan mengganti komponen usaha untuk melanjutkan kembali usahanya. BMD perlu hadir memberikan layanan permodalan dan pengembangan usaha," katanya.
Di samping bantuan permodalan, mustahik juga memperoleh manfaat berupa pelatihan dan pendampingan usaha berupa kiat pemasaran secara konvensional dan dalam jaringan (online), advokasi serta workshop kemitraan.
"Capaian akhir dari BMD adalah para mustahik lepas dari bantuan hingga mereka bisa menjadi muzaki," katanya.
Wali Kota Bukittinggi, M Ramlan Nurmatias menilai kehadiran BMD di daerah itu akan membantu pelaku usaha mikro mandiri dan mampu berkembang.
Ia mengingatkan agar penerima manfaat serius dalam menjalan usaha perdagangan.
"Kami minta jangan dinilai berapa besarnya bantuan, namun keseriusan pedagang yang lebih penting. Bantuan yang kecil jika digarap serius akan berkembang," katanya.
Bantuan permodalan yang diterima, katanya, harus dimanfaatkan sepenuhnya untuk perdagangan karena pihak BMD akan melakukan evaluasi terhadap setiap penerima manfaat. (*)
Anggota Baznas, Irsyadul Halim di Bukittinggi, Rabu, mengatakan peluncuran BMD di Bukittinggi adalah yang kedua setelah yang pertama diluncurkan di Bogor, Jawa Barat pada Juli 2018.
BMD merupakan lembaga keuangan mikro nirlaba berperan membantu usaha kecil yang dijalankan mustahik dengan dukungan dana zakat untuk kebutuhan sosial dan dana sedekah untuk kebutuhan modal bergulir.
Sebagai daerah yang menjadi salah satu pusat perekonomian di Sumbar, potensi usaha mikro dinilai sangat tinggi di Bukittinggi sehingga disediakan BMD di daerah tersebut.
Selain itu, kondisi perekonomian Bukittinggi sempat terganggu karena kebakaran pada Oktober 2017 di pusat pertokoan Pasar Atas yang merupakan salah satu pasar utama di daerah itu.
"Usai kebakaran para pedagang kesulitan mengganti komponen usaha untuk melanjutkan kembali usahanya. BMD perlu hadir memberikan layanan permodalan dan pengembangan usaha," katanya.
Di samping bantuan permodalan, mustahik juga memperoleh manfaat berupa pelatihan dan pendampingan usaha berupa kiat pemasaran secara konvensional dan dalam jaringan (online), advokasi serta workshop kemitraan.
"Capaian akhir dari BMD adalah para mustahik lepas dari bantuan hingga mereka bisa menjadi muzaki," katanya.
Wali Kota Bukittinggi, M Ramlan Nurmatias menilai kehadiran BMD di daerah itu akan membantu pelaku usaha mikro mandiri dan mampu berkembang.
Ia mengingatkan agar penerima manfaat serius dalam menjalan usaha perdagangan.
"Kami minta jangan dinilai berapa besarnya bantuan, namun keseriusan pedagang yang lebih penting. Bantuan yang kecil jika digarap serius akan berkembang," katanya.
Bantuan permodalan yang diterima, katanya, harus dimanfaatkan sepenuhnya untuk perdagangan karena pihak BMD akan melakukan evaluasi terhadap setiap penerima manfaat. (*)
Pewarta : Ira Febrianti
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Padang Panjang tekankan pendampingan UMKM penerima bantuan baznas
15 January 2026 14:23 WIB
Baznas RI bantu peralatan sekolah bagi korban bencana hidrometeorologi di Agam
06 January 2026 17:56 WIB
Wako Padang Panjang harapkan Baznas 2025--2030 kelola zakat lebih profesional dan berkelanjutan
31 December 2025 4:43 WIB
Baznas Agam dirikan dapur umum bagi 500 warga terdampak banjir bandang susulan di Maninjau
27 December 2025 16:02 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Kabar cabai rawit terkini, Bapanas sebut ongkos distribusi tentukan harga
16 February 2026 14:27 WIB
Harga emas batangan Antam turun Rp14.000 jadi Rp2,94 juta per gram, Senin (16/02/2026)
16 February 2026 9:21 WIB
Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (16/02/2025) hari ini tak bergerak
16 February 2026 8:40 WIB
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB